Ekstraksi Minyak Kemiri Dengan Gelombang Ultrasonik (Kajian Jenis Pelarut Dan Lama Ekstraksi).

Nay, Yomanlius Ali (2017) Ekstraksi Minyak Kemiri Dengan Gelombang Ultrasonik (Kajian Jenis Pelarut Dan Lama Ekstraksi). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kemiri (Aleurites Moluccana) atau candle nut adalah salah satu tanaman industri dari famili Euphorbiaceae yang tersebar di daerah tropik dan subtropik. Berdasarkan pengelompokannya, biji kemiri (kernel) mengandung lemak sebesar 45-65%. Minyak kemiri termasuk kelompok minyak mengering (drying oil). Tujuan penelitian mengetahui jenis pelarut yang sesuai untuk ekstraksi dan mengetahui pengaruh lama ekstraksi terhadap rendemen minyak kemiri yang dihasilkan. Penelitan menggunakan gelombang ultrasonik yaitu gelombang skustik dengan frekuensi lebih besar dari 20 KHz, metode ekstraksi ultrasonik adalah untuk mempercepat proses ekstraksi. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. 2 faktor, faktor pertama merupakan jenis pelarut dan faktor kedua merupakan lama ekstraksi. Kemudian data dianalisis dengan ANOVA (Analysis of Varians) dengan taraf signifikansi (α) 0,05 dan dilakukan uji lanjutan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian dengan faktor jenis pelarut dan lama ekstraksi yang baik pada berpengaruh signifikan rendemen kadar air, indeks bias dan tidak berpengaruh signifikan terhadap bilangan iodin. Rendemen tertinggi pada jenis pelarut heksana dengan waktu 50 menit yaitu sebesar 27,60%, kadar air terbaik dengan jenis pelarut heksana dan lama ekstraksi 0,09%, indeks bias terbaik pada jenis pelarut etanol dengan waktu 30 menit yaitu sebesar 1,47 dan pada jenis pelarut heksana dengan waktu 30 menit yaitu sebesar 1,47. Bilangan iodin terbaik yaitu pada jenis pelarut etanol dengan waktu 50 menit yaitu sebesar 80,46 mg/g. Dengan asam lemak bebas sebesar 0,93%.

English Abstract

Pecan (Aleurites Moluccana) or candle nut is one of the industrial plants of the Euphorbiaceae family spread over the tropics and subtropics. Based on its clustering, the candlenut (kernel) contains 45-65% fat. The candlenut oil belongs to the drying oil group. Objective: To know the type of solvent suitable for extraction, to know the effect of the extraction time on the yield of the resulting candlenut oil. Research using ultrasonic waves is a wave of skustik with a frequency greater than 20 KHz, ultrasonic extraction method is to accelerate the extraction process. Using Randomized Block Design (RBD) arranged factorially. 2 factors, the first factor is the type of solvent and the second factor is the length of extraction. Then the data was analyzed with ANOVA (Analysis of Variance) with significance level (α) 0,05 and tested continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) Test. Based on the results of research with the type of solvent factor and good extraction time on the significant effect of water content rendement, refractive index and no significant effect on iodine number. The highest yield of hexane solvent with 50 minutes time was 27,60%, best water content with hexane solvent type and duration of 0.09% extraction, best refractive index on ethanol solvent type with time 30 minutes at 1.47 and at Type hexane solvent with time 30 minutes that is equal to 1,47. The best iodine number is on ethanol solvent type with time 50 minutes that is equal to 80,46 mg/g. With free fatty acids of 0.93%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2017/362/051709209
Uncontrolled Keywords: Gelombang Ultrasonik, Kemiri, Rendemen.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 664 Food technology > 664.02 Processes > 664.022 Extraction
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 25 Oct 2017 03:18
Last Modified: 26 Sep 2020 07:48
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/4371
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item