Penambahan tepung daun beluntas (Pluchea indica L.) dalam pakan terhadap kualitas eksternal dan internal telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica)

Arifin, Tonny Candra (2020) Penambahan tepung daun beluntas (Pluchea indica L.) dalam pakan terhadap kualitas eksternal dan internal telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L.) merupakan jenis tanaman obat yang dapat dijadikan feed additive pakan ternak karena mengandung berbagai macam antioksidan. Selain mengandung antioksidan, tanaman obat atau tanaman yang biasanya dijadikan sebagai tanaman pagar ini mengandung beta karoten atau zat pigmen warna yang dibutuhkan burung puyuh untuk memberikan warna pada kuning telur. Cara yang tepat untuk memanfaatkan daun beluntas yaitu dengan mengolahnya menjadi tepung dan ditambahkan kedalam pakan. Penelitian ini dilaksanakan di rumah Bapak Purwono yang beralamat di Perumahan Griya Tunggul Asri II Rt 07 Rw 05, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian berlangsung selama 64 hari yaitu pada tanggal 14 September sampai 16 November 2019. Koleksi dan pengukuran kualitas telur dilakukan pada tanggal 9 November sampai 15 Novemver 2019. Analisis data kandungan nutrisi pakan perlakuan dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan tepung daun beluntas (Pluchea indica L.) dalam pakan terhadap kualitas eksternal dan internal telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh penambahan tepung daun beluntas dalam pakan terhadap kualitas eksternal dan internal telur burung puyuh. Materi penelitian yang digunakan adalah burung puyuh betina berumur 15 hari sebanyak 120 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap ulangan dalam perlakuan berisi 5 ekor burung puyuh. Perlakuan terdiri dari P0 : pakan basal, P2 : pakan basal + 20 gram tepung daun beluntas, P3 : pakan basal + 40 gram tepung daun beluntas, P3: pakan basal + 60 gram tepung daun beluntas. Variabel yang diamati adalah kualitas eksternal dan internal telur meliputi indeks telur, tebal kerabang telur, haugh unit dan warna kuning telur. Data dianalisis sidik ragam satu arah dan apabila tedapat perbedaan pengaruh nyata maupun sangat nyata makan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun beluntas memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur burung puyuh dan hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun beluntas dalam pakan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap indeks telur, tebal kerabang telur dan haugh unit. Nilai rataan warna kuning telur masing-masing yaitu P0 (6,79±0,275), P1 (7,07±0,150), P2 (7,20±0,376), P3 (7,40±0,277). Nilai rataan indeks telur (%) masing-masing yaitu P0 (77,41±1,75), P2 (78,13±0,62), P1 (78,74±3,20), P3 (78,84±1,40). Nilai rataan tebal kerabang telur (mm) yaitu P3 (0,24±0,01566), P2 (0,24±0,01052), P1 (0,25±0,00929), P0 (0,25±0,00686). Nilai rataan haugh unit masing-masing yaitu P3 (89,50±4,93), P0 (89,58±1,13), P2 (90,04±1,16), P1 (90,58±0,80). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penambahan tepung daun beluntas 60 gram sebagai aditif pakan burung puyuh dapat meningkatkan intensitas warna kuning telur yang paling optimal dengan kisaran skor warna 6 sampai 9. Penambahan tepung daun beluntas 20 gram, 40 gram dan 60 gram tidak memberikan pengaruh terhadap indeks telur P0 (77,41±1,75); P1 (78,74±3,20); P2 (78,13±0,62); P3 (78,84±1,40), tebal kerabang telur P0 (0,25±0,00686); P1 (0,25±0,00929); P2 (0,24±0,01052); P3 (0,24±0,01566) dan haugh unit telur P0 (89,58±1,13); P1 (90,58±0,80); P2 (90,04±1,16); P3 (89,50±4,93) burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap penggunaan tepung daun beluntas menggunakan level dosis yang lebih tinggi agar mengetahui persentase optimal penggunaan tepung daun beluntas dalam campuran pakan burung puyuh.

English Abstract

The purpose of this research was to find effect of addition beluntas leaf flour in feed to the external and internal quality off quail egg. The study was conducted 64 days from 14 September to 16 November 2019. This material of this was 120 female quails. Measured variables are external quality (index of egg and shell thickness) and internal quality (haugh unit and yolk color). The method of this study was to use experiments with four treatments and six replications. The treatment in this research consisting of P0 is basal feed without beluntas leaf flour, P1 is basal feed with 20 g beluntas leaf flour, P2 is basal feed with 40 g beluntas leaf flour and P3 is basal feed with 60 g beluntas leaf flour. This data was analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and if there are significant then continued with the duncan’s multiple range test. The results of this research was highly significant (P<0.01) from the treatment of yolk color (6.79±0.275-7.40±0.277), and this research no significant (P>0.05) from treatment of index the egg (77.41±1.75-78.84±1.40), shell thickness (0.24±0.01566-0.25±0.00686) and haugh unit (89.50±4.93-90.58±0.80).

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050183
Uncontrolled Keywords: Feed additive, index the egg, shell thickness, haugh unit, yolk color
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.085 Feeds and applied nutrition > 636.085 5 Feeds > 636.085 56 Feed from wastes > 636.085 57 Feed additives and formula feeds
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 12 Feb 2021 10:51
Last Modified: 12 Feb 2021 10:51
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182969
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item