Pengaruh Penambahan Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Terfermentasi Dalam Pakan Terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica)

Purnami, Dynar Ekrismoniarti (2020) Pengaruh Penambahan Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Terfermentasi Dalam Pakan Terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah dari proses pembuatan sari buah, jus, selai atau bahan makanan lainnya dengan bahan baku utama buah naga. Tetapi masih jarang atau bahkan belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan dan seringkali hanya dibuang sebagai sampah. Kulit buah naga kaya akan sumber polyphenol, antioksidan, dan mengandung zat antosianin. Lokasi penelitian di peternakan puyuh milik Bapak Syamsul di Dusun Bunder RT.07/RW.02 Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Juli – 4 Oktober 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan kulit buah naga terfermentasi dalam pakan terhadap bobot telur, tebal kerabang, warna kuning telur, dan Haugh Unit telur burung puyuh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai sumber informasi tentang pemanfaatan tepung kulit buah naga sebagai pakan. Materi penelitian adalah puyuh berjenis Coturnix coturnix japonica sebanyak 120 ekor. Pengambilan data dilakukan selama 7 hari, dengan mengambil 2 telur disetiap ulangan dan perlakuan, kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan Microsoft Excel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri dari P(0): pakan basal, P(1): pakan basal + 3% fermentasi kulit buah naga, P(2): pakan basal + 5% fermentasi kulit buah naga, P(3): pakan basal + 7% fermentasi kulit buah naga. Variabel yang diamati adalah kualitas eksternal dan internal telur yang meliputi bobot telur, tebal kerabang, warna kuning telur, dan Haught Unit. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisa ragam (ANOVA) dengan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) apabila diperoleh hasil berbeda nyata (P<0,05) atau sangat nyata (P<0,01), dapat dilajutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan bobot telur berkisar antara 11,56±0,79 gram/butir sampai 11,81±0,63 grams/butir, nilai rataan tebal kerabang telur berkisar antara 0,25±0,01 μm sampai 0,26±0,02 μm, nilai rataan warna kuning telur berkisar antara 6,04±0,33 sampai 6,21±0,49, nilai rataan Haugh Unit berkisar antara 82,75±1,66 sampai 83,31±2,38. Setelah data penelitian dianalsis didapatkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, tebal kerabang, warna kuning telur, dan Haught Unit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan kulit buah naga terfermentasi hingga persentase 7% tidak mempengaruhi kualitas telur burung puyuh, akan tetapi menunjukkan peningkatan warna kuning telur. Berdasarkan hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan kulit buah naga terfermentasi dalam pakan dengan menggunakan mikroorganisme berbeda khususnya bakteri selulolitik dan presentase penambahan yang lebih tinggi.

English Abstract

The aim of study was to determine the effect of addition fermented dragon fruit peel in feed to the qualities of egg quail. The material used in this study was 120 female quail at the age of 14 days. Quail eggs used were obtained from quail which was 71 days old, with egg data collection was carried out after HDP (Hen Day Production) had reached 70%. Data collection was carried out for 7 days by taking 2 eggs from each replicate and treatment. The variables observed were egg weight, eggshell thickness, egg yolk color, and Haugh Unit. The research method used was a completely randomized design (RAL) method with 4 treatments and 6 replications. The treatment used consisted for P(0): 100% basal feed, P(1): basal feed + 3% fermented dragon fruit peel, P(2): basal feed + 5% fermented dragon fruit peel, P(3): basal feed + 7% fermented dragon fruit peel. Data were analyzed by ANOVA (Analysis Of Variance) completely randomized design (RAL) and if there were any significant differences among variables, it would be continued tested by Honestly Significant Difference Test (HSD test). The average of egg weight ranged from 11.56±0.79 grams/grain to 11.81±0.63 grams/grain, the average of eggshell thickness ranged from 0.25±0.01 μm to 0.26±0.02 μm, the average of egg yolk color ranged from 6.04±0.33 to 6.21±0.49, the average of Haught Unit value ranged from 82.75±1.66 to 83.31±2.38. The results of study showed that the treatments of addition fermented dragon fruit peel in feed gave no significant difference (P>0.05) in egg weight, eggshell thickness, egg yolk color, and Haugh Unit. The conclusion of this study is that the addition of fermented dragon fruit peel in quail feed were increase egg yolk color but on the other hand it was no significant effect of egg weight, eggshell thickness, and haugh unit.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050047
Uncontrolled Keywords: japanese quail egg, quality of egg, fermented dragon fruit peel.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.59 Other poultry > 636.590 85 Quails
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 29 Jan 2021 09:27
Last Modified: 29 Jan 2021 09:27
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182094
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item