Studi Komparasi Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Dan Spektrofotometer UV-Vis Pada Penentuan Kadar Capsaicinoid Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum frutescens)

Rif’ah, Hamidah Itha’atur (2017) Studi Komparasi Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Dan Spektrofotometer UV-Vis Pada Penentuan Kadar Capsaicinoid Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum frutescens). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Cabai rawit merupakan buah dari tanaman bergenus Capsicum dan memiliki banyak varietas atau genotip. Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabe yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia dibandingkan tingkat konsumsi cabai jenis lain. Rasa pedas pada cabai berasal dari seyawa kimia dari grup capsaicinoid dengan dua senyawa dominan yakni capsaicin dan dihydrocapsaicin. Tingkat kepedasan suatu cabai dapat diketahui dari kadar total capsaicinoid h yang selanjutnya dikonversi dalam satuan kepedasan Schoville / Schoville Heat Unit (SHU). Diduga kadar total capsaicinoid pada setiap varietas cabai berbeda satu dengan yang lain, sehingga tingkat kepedasannya pun berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komparasi kadar total capsaicinoid serta tingkat kepedasan masing-masing genotip cabai rawit sampel yang diekstraksi menggunakan bantuan gelombang mikro atau Microwave Assisted Extraction (MAE) pada lama waktu ekstraksi 10 dan 15 menit dan diukur dengan dua instrumen yang berbeda yakni menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan Spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dua faktor, faktor pertama adalah variasi genotip cabai rawit (genotip G2, genotip G4, genotip G6, genotip G15, dan genotip G5 Pasar) dan faktor kedua adalah lama waktu ekstraksi (10 menit dan 15 menit). Hasil analisa akan diuji menggunakan ANOVA kemudian faktor yang berbeda nyata akan diuji menggunakan uji lanjut DMRT 5%, sementara komparasi metode HPLC dan Spektrofotometer UV-Vis akan dilakukan dengan T-Test Independent menggunakan software SPSS. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa komparasi Uji T indepeden kadar total capsaicinoid dan tingkat kepedasan ekstrak cabai rawit menggunakan HPLC dan spektrofotometer UV-Vis memiliki perbedaan yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Artinya pengukuran kadar capsaicinoid dan tingkat kepedasan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis kurang akurat atau kurang mendekati nilai sebenarnya jika dibandingkan dengan HPLC sebagai instrumen pembanding yang terstandar. Dari hasil ANOVA diketahui bahwa variasi genotip dan interaksi genotip *waktu memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar total capsaicinoid dan tingkat kepedasan (SHU) ekstrak cabai yang diukur menggunakan High Perforformance Liquid Chromatography (HPLC) dan Spektrofotometer UV-Vis pada tingkat kepercayaan 95%.

English Abstract

Cabai rawit merupakan buah dari tanaman bergenus Capsicum dan memiliki banyak varietas atau genotip. Cabai rawit merupakan salah satu jenis cabe yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia dibandingkan tingkat konsumsi cabai jenis lain. Rasa pedas pada cabai berasal dari seyawa kimia dari grup capsaicinoid dengan dua senyawa dominan yakni capsaicin dan dihydrocapsaicin. Tingkat kepedasan suatu cabai dapat diketahui dari kadar total capsaicinoid h yang selanjutnya dikonversi dalam satuan kepedasan Schoville / Schoville Heat Unit (SHU). Diduga kadar total capsaicinoid pada setiap varietas cabai berbeda satu dengan yang lain, sehingga tingkat kepedasannya pun berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komparasi kadar total capsaicinoid serta tingkat kepedasan masing-masing genotip cabai rawit sampel yang diekstraksi menggunakan bantuan gelombang mikro atau Microwave Assisted Extraction (MAE) pada lama waktu ekstraksi 10 dan 15 menit dan diukur dengan dua instrumen yang berbeda yakni menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan Spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dua faktor, faktor pertama adalah variasi genotip cabai rawit (genotip G2, genotip G4, genotip G6, genotip G15, dan genotip G5 Pasar) dan faktor kedua adalah lama waktu ekstraksi (10 menit dan 15 menit). Hasil analisa akan diuji menggunakan ANOVA kemudian faktor yang berbeda nyata akan diuji menggunakan uji lanjut DMRT 5%, sementara komparasi metode HPLC dan Spektrofotometer UV-Vis akan dilakukan dengan T-Test Independent menggunakan software SPSS. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa komparasi Uji T indepeden kadar total capsaicinoid dan tingkat kepedasan ekstrak cabai rawit menggunakan HPLC dan spektrofotometer UV-Vis memiliki perbedaan yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Artinya pengukuran kadar capsaicinoid dan tingkat kepedasan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis kurang akurat atau kurang mendekati nilai sebenarnya jika dibandingkan dengan HPLC sebagai instrumen pembanding yang terstandar. Dari hasil ANOVA diketahui bahwa variasi genotip dan interaksi genotip *waktu memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar total capsaicinoid dan tingkat kepedasan (SHU) ekstrak cabai yang diukur menggunakan High Perforformance Liquid Chromatography (HPLC) dan Spektrofotometer UV-Vis pada tingkat kepercayaan 95%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FTP/2017/244/051704767
Uncontrolled Keywords: Cabai rawit, Capsaicinoid, Schoville Heat Unit (SHU), MAE, HPLC, Spektrofotometer UV-Vis
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 664 Food technology > 664.02 Processes > 664.022 Extraction
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Hasil Pertanian
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 13 Jul 2017 09:36
Last Modified: 28 Sep 2020 19:08
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/157
[thumbnail of Rif’ah, Hamidah Itha’atur.pdf] Text
Rif’ah, Hamidah Itha’atur.pdf

Download (1MB)

Actions (login required)

View Item View Item