Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) di Kota Malang (Studi di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang)

Laela, Ismi Choriatul (2019) Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) di Kota Malang (Studi di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Cabang Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” merupakan salah satu rumah makan khas ayam bakar dengan bahan baku ayam kampung di Kota Malang yang menyediakan olahan daging ayam kampung dengan kualitas baik dan bergizi, sehingga terdapat sebuah sistem hubungan dalam pengadaan bahan baku daging ayam kampung dan sistem rantai pasok (supply chain) antara Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” dengan pedagang perantara dan peternak ayam kampung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rantai pasok (supply chain) daging ayam kampung dari peternak ayam kampung ke Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” di Kota Malang, untuk mengetahui nilai tambah dari Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo”. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di peternakan Bapak Hariono serta Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” dan 100 responden selama 1 bulan yaitu dimulai tanggal 29 Oktober 2018 sampai 29 November 2018. Metode penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling dan asidental. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada responden dengan kuisioner terstruktur. Hasil penelitian ini adalah terdapat mata rantai yang berperan aktif dalam rantai pasok daging ayam kampung hingga ke konsumen akhir : (a) peternak ayam kampung dan (b) pedagang perantara ayam kampung. Aliran produk dalam rantai pasok daging ayam kampung di Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” hanya terdapat dua macam aliran, yaitu aliran produk berupa ayam kampung dalam keadaan hidup yang berasal dari peternak menuju pedagang perantara, serta daging ayam berbentuk karkas per ekor yang sudah dikemas dengan rapi menuju Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” untuk dilakukan pengolahan. Aliran finansial dalam rantai pasok daging ayam kampung di Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” terjadi dalam 1 macam aliran dengan sistem transaksi pembayaran yang digunakan selama proses distribusi sangat mempengaruhi kinerja dari setiap mata rantai. Mengukur besarnya nilai tambah yang diperoleh menggunakan metode perhitungan nilai tambah dan menggunakan margin pemasaran pada tingkat peternak dan pedagang perantara. Aliran informasi dalam rantai pasok daging ayam kampung di Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” terdapat satu macam aliran, yaitu aliran informasi secara vertikal yang terjadi diantara sesama peternak ayam kampung dengan pedagang perantara dan pedagang perantara dengan pengelola Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo”. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah alur rantai pasok (supply chain) yang meliputi aliran produk terdapat ayam kampung dalam keadaan hidup yang dikirim oleh peternak yaitu menuju pedagang perantara untuk dilakukan pemotongan menjadi karkas. Ayam kampung yang telah dipotong menjadi karkas kemudian dikirim menuju Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” untuk diolah menjadi olahan daging ayam kampung di Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” dan disajikan menuju konsumen akhir. Alur rantai pasok (supply chain) yang dimulai dari peternak, pedagang perantara, hingga menuju Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” memiliki harga jual ayam kampung dari peternak ke pedagang perantara sebesar Rp 23.400/ekor dan Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” sebesar Rp 23.000,-/porsi. Margin pemasaran yang diperoleh pada tingkat peternak yaitu sebesar Rp 10.154,- dan margin pemasaran pada tingkat pedagang perantara sebesar Rp 4.953,-. Nilai tambah pada tingkat peternak sebesar Rp 9.053,2,- (68,7%), nilai tambah pedagang perantara sebesar Rp 1.594,1,- (6,2%), dan nilai tambah Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” yang diperoleh sebesar Rp 11.048,4,- dengan persentase sebesar 77,5%. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada tempat yang berbeda karena masih banyak lokasi di daerah Malang yang menjual olahan daging ayam kampung untuk melihat rantai pasok yang berbeda, dikarenakan setiap pemasok daging ayam kampung memiliki perbedaan dalam alur rantai pasok. Untuk Rumah Makan “Ayam Bakar Wong Solo” disarankan untuk menambah pedagang perantara guna untuk mengantisipasi langkanya produk (daging ayam kampung) karena akan menimbulkan suatu masalah dalam rantai pasok (supply chain).

English Abstract

The research purpose was to investigate indigenous chicken supply chain of “Ayam Bakar Wong Solo” restaurant. Three respondens were Hariono Farm, Restaurant, and consumers. Variable data were collected from October 29th to November 29th 2018. Primary data were obtained by survey method using a structured questionnaire consists flow of material, financial, and information along supply chains. Secondary data was provided by related institution. The results showed that “Ayam Bakar Wong Solo” restaurant has supplied by one farm namely Hariono Farm to supplied by one supplier namely Hariono. The summary showed that first, Mr. Hariono was supply chain subject who owns farm and supplier indigenous chicken to “Ayam Bakar Wong Solo” restaurant; second, marketing margin at the farmer level was 10.154 IDR and at the supplier level was 4.953 IDR. Value added was 9.053,2 IDR for farm, 1.594,1 IDR for supplier, and 11.048,4 IDR for “Ayam Bakar Wong Solo” restaurant.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/443/051910216
Uncontrolled Keywords: Supply Chain, Cost Production, and Value Added
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.51 Poultry for specific purposes > 636.513 Raising chickens for meat
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 01 Nov 2020 10:49
Last Modified: 01 Nov 2020 10:49
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/176521
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item