Pengaruh Penambahan Asam Klorida (Hcl) Dan Waktu Pengadukan Terhadap Dekolorisasi Limbah Cair Industri Batik Menggunakan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica)

Islami, Ilmy Septa and Dr. Ir. Nur Hidayat,, M.P and Sakunda Anggarini, S.T.P., M.P., M.Sc., PhD. (2023) Pengaruh Penambahan Asam Klorida (Hcl) Dan Waktu Pengadukan Terhadap Dekolorisasi Limbah Cair Industri Batik Menggunakan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Industri batik memiliki perkembangan yang pesat dan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Industri batik Indonesia memiliki jumlah produksi yang tinggi sehingga dihasilkan pula limbah dalam jumlah banyak. Limbah cair batik mengandung pewarna buatan serta bahan kimia pengikat warna yang berbahaya bagi lingkungan apabila tidak diolah dengan benar. Terdapat bahan alami yaitu biji asam jawa yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas limbah cair industri batik dengan menyerap partikel pencemar seperti warna maupun koloid lainnya. Pengolahan limbah pewarnaan batik dapat dilakukan dengan metode koagulasi-flokulasi. Proses koagulasi- flokulasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: derajat keasaman, dosis, waktu pengadukan, kecepatan pengadukan, dan ukuran partikel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan HCl dan waktu pengadukan serta interaksi antara keduanya terhadap dekolorisasi turunan zat pewarna azo rhemazol red dengan metode koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini, dilakukan dekolorisasi rhemazol red- Rb pada limbah cair pewarnaan batik menggunakan metode koagulasi-flokulasi. Bubuk biji asam jawa dimanfaatkan sebagai koagulan berukuran 100 mesh dan diberikan konsentrasi 0,4%( ⁄ ) untuk 100 mL sampel limbah rhemazol red-Rb. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial dengan dua faktor yaitu penambahan HCl dan waktu pengadukan koagulasi. Terdapat tiga variasi pH yaitu 0,3%( ⁄ ); 0,6%( ⁄ ); dan 0,9%( ⁄ ) serta variasi waktu pengadukan koagulasi selama 15, 25, dan 30 menit dengan kecepatan 180 rpm. Masing-masing sampel dilakukan tiga kali ulangan koagulasi-flokulasi menggunakan waterbath shaker. Data yang diperoleh akan diolah dan dilakukan uji hipotesis menggunakan taraf signifikansi 5% (α=0,05) kemudian dilanjutkan uji lanjut DMRT (Duncan's Multiple Range Test) 5% menggunakan perangkat lunak SPSS 16. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan pengaruh nyata faktor waktu pengadukan terhadap penurunan turbidity. Penurunan nilai turbidity tertinggi adalah sebesar 83,48% pada kondisi penambahan HCl 0,3%( ⁄ ) dan waktu pengadukan 15 menit. Faktor volume HCl berpengaruh nyata terhadap perubahan nilai pada parameter ΔL, ΔC, dan ΔH. Faktor waktu pengadukan berpengaruh nyata terhadap parameter ΔL dan ΔC. Nilai lightness paling tinggi memiliki nilai - 56,56 sedangkan nilai chroma paling tinggi memiliki nilai 54,85. Berdasarkan nilai °hue, diketahui warna sampel sebelum diberi perlakuan memiliki kriteria warna red (R) kemudian memudar menjadi red purple (RP) setelah diberikan perlakuan. Faktor interaksi antara penambahan HCl dan waktu pengadukan hanya berpengaruh terhadap parameter ΔH. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terjadi dekolorisasi pada limbah pewarnaan batik rhemazol red- Rb dengan pengaruh nyata dari faktor perlakuan terhadap parameter yang diuji. Faktor yang digunakan pada penelitian ini adalah penambahan HCl dan waktu pengadukan. Apabila dilakukan penelitian lebih lanjut, maka dapat digunakan variasi faktor pengaruh koagulasi-flokulasi yang lain atau variasi nilai yang berbeda untuk waktu pengadukan maupun volume HCl. Adapun analisis parameter warna pada penelitian ini menggunakan alat color reader. Sehingga pada penelitian lebih lanjut, dapat digunakan alternatif parameter L, a, b maupun APHA color dengan satuan Pt-Co (Platinum Cobalt) menggunakan alat colorimeter

English Abstract

Batik textile industry has developed rapidly and made a major contribution to Indonesian economy. Indonesian batik industry has high production volume which results in large amounts of waste being produced. Wastewater from batik industry contains artificial dyes and color-binding chemicals which are harmful to the environment if not treated properly. There is a natural ingredient, namely tamarind seeds, which can be used to improve the quality of batik industrial wastewater by absorbing pollutant particles such as colors and other colloids. Processing of batik dyeing waste can be done by coagulation- flocculation method. Coagulation-flocculation process is influenced by several factors, including: degree of acidity, dosage, stirring time, stirring speed, and particle size. This study aims to analyze the effect of adding HCl and stirring time as well as the interaction between the two on the decolorization of azo rhemazol red dye derivatives using the coagulation-flocculation method. In this study, decolorization of rhemazol red-Rb was carried out in batik dyeing wastewater using the coagulation- flocculation method. Tamarind seed powder was used as a 100 mesh coagulant and given a concentration of 0.4% (w⁄v) for 100 mL of rhemazol red-Rb waste samples. The research design used was RBD (Randomized Block Design) Factorial with two factors, the addition of HCl and the time of coagulation stirring. There are three variations of pH: 0.3%( ⁄ ); 0.6%( ⁄ ); and 0.9%( ⁄ ) as well as variations in coagulation stirring time for 15, 25, and 30 minutes at 180 rpm. Each sample was carried out three coagulation-flocculation repetitions using a waterbath shaker. The data obtained will be processed and a hypothesis test will be carried out using a significance level of 5% (α = 0.05) then continued with the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) 5% test using SPSS 16 software. Results obtained from this study indicate the real influence of the stirring time factor on decreasing turbidity. The highest decrease in turbidity value was 83.48% with the addition of 0.3%( ⁄ ) HCl and a stirring time of 15 minutes. HCl volume factor has a significant effect on changes in the values of the parameters ΔL, ΔC, and ΔH. Stirring time factor has a significant effect on the parameters ΔL and ΔC. Highest lightness value has a value of -56.56 while the highest chroma value has a value of 54.85. Based on the °hue value, it is known that the color of the sample before being given treatment has a criterion of red (R) color then fades to red purple (RP) after being given treatment. The interaction factor between the addition of HCl and the stirring time only affects the ΔH parameter. The conclusion obtained from this study is that there is decolorization in rhemazol red-Rb batik dyeing waste with a significant effect of the treatment factor on the parameters tested. The factors used in this study were the addition of HCl and the stirring time. If further research is carried out, other variations of coagulation-flocculation influence factors or variations of different values for stirring time and volume of HCl can be used. As for the analysis of color parameters in this study using a color reader. So that in further research, alternative parameters L, a, b and APHA color with Pt-Co (Platinum Cobalt) units can be used using a colorimeter

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0523100040
Uncontrolled Keywords: Biji Asam Jawa, Dekolorisasi, Koagulasi-Flokulasi, Rhemazol Red, Decolorization, Coagulation-Flocculation, Rhemazol Red, Tamarind Seed
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture > 338.16 Production efficiency
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 01 Aug 2023 06:59
Last Modified: 01 Aug 2023 07:09
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/202288
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Ilmy Septa Islami-FTP.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item