Strategi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Gula Merah Dengan Pendekatan Supply Chain Operations Reference (Scor) (Studi Kasus Agroindustri Gula Merah Di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri)

Nurmalik, Bahrul Risqi and Dr. Silvana Maulidah,, S.P., M.P. and Heptari Elita Dewi,, S.P., M.P. (2021) Strategi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Gula Merah Dengan Pendekatan Supply Chain Operations Reference (Scor) (Studi Kasus Agroindustri Gula Merah Di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Gula merah merupakan salah satu produk yang berbahan baku dari tanaman tebu. Gula merah mengandung antikariogenik, anti-karsinogenik, antitoksik-sitoprotektif, antioksidan dan senyawa non gizi pada gula merah yang dapat memberikan dampak yang baik bagi kesehatan manusia. Gula merah memiliki peminat yang cukup tinggi dipasaran dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga seperti campuran pada olahan makanan, minuman serta digunakan dalam industri kecil pembuatan kecap, jamu dan tauco. Sentra produsen gula merah terletak di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Kapasitas produksi gula merah di Desa Dukuh dapat mencapai 35 hingga 40 ton per hari. Besarnya kapasitas produksi gula merah di Desa Dukuh tentunya harus diimbangi dengan manajemen yang baik. Manajemen tersebut meliputi proses pendapatan bahan baku, proses produksi, proses pemasaran, hingga manajemen risiko yang mungkin terjadi. Hal ini penting dilakukan agar serangkaian proses produksi gula merah tersebut dapat berjalan dengan lancar. Adapun manajemen risiko menjadi substansi yang sangat penting guna meminimalisir dampak risiko yang terjadi di setiap rangkaian proses rantai pasok gula merah berlangsung. Aktivitas produksi pada usaha produksi gula merah tidak terlepas dari kejadian yang tidak direncanakan yang dapat mempengaruhi rantai pasok hingga dapat menimbulkan kerugian. Adanya risiko-risiko yang menghambat aktivitas rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh. Risiko yang dihadapi agroindustri gula merah berupa terhambatnya pasokan bahan baku, bahan baku yang kualitasnya buruk, produk gula merah yang memiliki tekstur yang meleleh dan kerusakan mesin. Adanya beberapa risiko yang terjadi pada rantai pasok agroindustri gula merah tersebut menyebabkan timbulnya kerugian materi, waktu, dan finansial. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh, mengidentifikasi risiko rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh, menganalisis prioritas risiko rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh dan merumuskan strategi mitigasi risiko rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh. Penelitian ini dilakukan pada salah satu pelaku rantai pasok gula merah berupa agroindustri gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara kepada 4 key informan agroindustri gula merah. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR), metode delphi dan House of Risk (HOR). Supply Chain Operations Reference (SCOR) digunakan untuk memetakan aktivitas rantai vii pasok berdasarkan indikator plan, source, make, deliver dan return. Metode House of Risk (HOR) memiliki 2 fase yaitu House of Risk (HOR) fase pertama dan House of Risk (HOR) fase kedua. HOR fase pertama merupakan tahap identifikasi risiko dengan menggunakan bantuan metode delphi yang digunakan untuk menentukan prioritas penyebab risiko yang akan dilakukan tindakan pencegahan. House of Risk (HOR) fase kedua merupakan tahap dalam penentuan prioritas strategi yang dianggap paling efektif untuk mengurangi probabilitas dampak yang disebabkan oleh penyebab risiko. Struktur rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri terdiri beberapa pelaku rantai pasok yaitu petani dan penjual kwintalan sebagai pihak yang melakukan pemasokan bahan baku ke agroindustri gula merah, perantara sebagai pihak yang menjembatani antara petani dengan agroindustri gula merah, agroindustri gula merah sebagai pihak yang mengolah bahan baku tebu menjadi gula merah, pengepul atau broker sebagai pihak yang mendistribusikan gula merah ke pasar gula merah dan pasar pasar gula merah seperti pasar, pabrik pengolahan gula merah, pabrik kecap dan pabrik ABC. Berdasarkan aktivitas agroindustri gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri dapat teridentifikasi kejadian risiko (risk event) sebanyak 22 kejadian risiko dan penyebab risiko (risk agent) sebanyak 38 penyebab risiko. Adapun 3 penyebab yang menjadi priorotas utama yaitu tidak masuknya tenaga kerja (A2), kualitas bahan baku yang tidak sesuai (A14) dan tidak adanya jadwal pemeriksaan dan perawatan secara rutin (A22). Penyebab risiko yang termasuk ke dalam prioritas utama akan dilakukan tindakan mitigasi. Terdapat 10 rancangan strategi mitigasi yang dapat diterapkan oleh agroindustri gula merah untuk dapat mengurangi dampak kerugian dan menanggulangi munculnya penyebab risiko pada aktivitas rantai pasok gula merah. Prioritas rancangan strategi mitigasi rantai pasok agroindustri gula merah di Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri yaitu menjalin komunikasi internal yang baik (PA2).

English Abstract

Brown sugar is a product made from sugar cane. Brown sugar contains anticariogenic, anti-carcinogenic, antitoxic-cytoprotective, antioxidants and non-nutritional compounds in brown sugar which can have a good impact on human health. Brown sugar has a fairly high demand in the market in meeting household consumption needs such as a mixture in processed food, beverages and is used in small industries for making soy sauce, herbal medicine and tauco. The center for brown sugar producers is located in Dukuh Village, Ngadiluwih District, Kediri Regency. The capacity of brown sugar production in Dukuh Village can reach 35 to 40 tons per day. The large capacity of brown sugar production in Dukuh Village must of course be balanced with good management. This management includes the raw material revenue process, the production process, the marketing process, and the risk management that may occur. This is important to do so that the brown sugar production process can run smoothly. Meanwhile, risk management is a very important substance in order to minimize the risk of impacts that occur in every series of the brown sugar supply chain process. Production activities in the brown sugar production business cannot be separated from unplanned events that can affect the supply chain so that it can cause losses. There are risks that hinder the activity of the brown sugar agroindustry supply chain in Dukuh Village. The risks faced by the brown sugar agroindustry include hampered supply of raw materials, raw materials of poor quality, brown sugar products that have a melting texture and machine breakdowns. There are several risks that occur in the brown sugar supply chain, causing material, time and financial losses. Therefore, the aim of this study is to describe the structure of the supply chain for the brown sugar agroindustry in Dukuh Village, identify the supply chain risks for the brown sugar agroindustry in Dukuh Village, analyze the priority of supply chain risk for the brown sugar agroindustry in Dukuh Village and formulate a supply chain risk mitigation strategy. brown sugar agroindustry in Dukuh Village. This research was conducted on one of the actors of the brown sugar supply chain in the form of brown sugar agroindustry in Dukuh Village, Ngadiluwih District, Kediri Regency. Determination of the sample in this study using purposive sampling technique. Data were collected by distributing questionnaires and interviews to 4 key informants of the brown sugar agro-industry. The method used in this research uses the Supply Chain Operations Reference (SCOR) approach, the Delphi method and the House of Risk (HOR). Supply Chain Operations Reference (SCOR) is used to map supply chain activities based on plan, source, make, deliver and return indicators. The House of Risk (HOR) method has 2 phases, namely the first phase of the House of Risk (HOR) and the second phase of the House of Risk (HOR). The first phase of HOR ix is a risk identification stage using the help of the Delphi method which is used to determine the priority of the risk agent that will be taken for preventive action. The second phase of House of Risk (HOR) is the stage in determining the priority of the strategy that is considered the most effective in reducing the probability of impact caused by the risk agent. The structure of the brown sugar agroindustry supply chain in Dukuh Village, Ngadiluwih Subdistrict, Kediri Regency consists of several supply chain actors, namely farmers and quintalan sellers as parties who supply raw materials to the brown sugar agroindustry, intermediaries as the bridging parties between farmers and brown sugar agro-industry, brown sugar agro-industry as parties processing sugar cane raw materials into brown sugar, collectors or brokers as parties that distribute brown sugar to the brown sugar market and brown sugar markets such as markets, brown sugar processing factories, soy sauce factories and ABC factories. Based on the activity of brown sugar agro-industry in Dukuh Village, Ngadiluwih District, Kediri Regency, 22 risk events were identified and 38 risk agents. There are 3 risk agents that are the main priority, namely the absence of labor (A2), inappropriate quality of raw materials (A14) and the absence of a routine inspection and maintenance schedule (A22). The risk agent that are included in the main priority will be mitigated. There are 10 mitigation strategy designs that can be applied by the brown sugar agroindustry to reduce the impact of losses and overcome the risk agent in the brown sugar supply chain activities. The priority of the design of the brown sugar agroindustry supply chain mitigation strategy in Dukuh Village, Ngadiluwih District, Kediri Regency, is to establish good internal communication (PA2).

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0521040052
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 27 Jan 2022 04:20
Last Modified: 24 Feb 2022 02:52
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/188967
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
175040100111012 - Bahrul Risqi.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item