Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Sekolah Inklusif Galuh Handayani Surabaya

Aristi, Jessika Putri (2020) Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Sekolah Inklusif Galuh Handayani Surabaya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Anak penyandang autis adalah anak dengan gangguan perkembangan otak yang mempengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Anak penyandang autis ini memiliki beberapa karakteristik dalam gangguan yaitu gangguan dalam komunikasi, gangguan dalam interaksi social, gangguan dalam tingkah laku, gangguan dalam emosi dan gangguan dalam sensoris atau penginderaan. Anak penyandang autism biasanya menjadi sangat sensitif atau bahkan tidak responsif terhadap rangsangan-rangsangan dari sensoris/indera. Terdapat 2 klasifikasi untuk anak penyandang autis yaitu hipersensori lebih aktif dan hiposensori lebih pasif. Anak penyandang autis hiposensori jumlahnya lebih banyak dibanding dengan hiposensori. Anak penyandang autis hipersensori lebih merasakan rangsangan terhadap gangguan sensorik/indera. Contohnya yaitu sensor terhadap pencahayaan. Pencahayaan memiliki 2 jenis yaitu pencahayaan buatan dan pencahayaan alami. Anak penyandang autis tidak menyukai pencahayaan alami yang langsung karena bagi mereka hal ini dapat menganggu dan dapat membuat sakit mata. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan elemen pemilihan bukaan, ukuran dan warna yang tepat di dalam ruangan untuk anak autis. Pencahayaan alami merupakan salah satu faktor yang berpengaruh untuk kenyamanan anak penyandang autis pada ruang kelas dan ruang sensori, karena ruang tersebut adalah terjadinya intensitas belajar mengajar paling utama. Karakter anak penyandang autis hipersensori yang mana sangat sensitif dengan hal yang menyilaukan dan mudah gelisah dan sakit kepala di saat pencahayaan langsung . Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan dimensi dan posisi bukaan jendela, elemen pembayang matahari dan elemen material yang tepat untuk anak penyandang autis hipersensori. Standart tingkat pencahayaan alami pada ruang kelas dan sensori menurut SNI 03-6575-2001 adalah 250 lux. Sekolah Inklusif Galuh Handayani Surabaya adalah sekolah inklsif yang berdominan anak autis hipersensori di dalam ruangnya dimana bukaan jendela pada bangunan ini belumdi desain sesuai dengan anak penyandang autis dimana anak autis gampang terdistraksi oleh cahaya yang berlebih dan cahaya langsung dan pada beberapa sisi tidak terdapat pembayang matahari. Bukaan pada bangunan ini belum memenuhi karena masih terdapat ruangan yang gelap dan terlalu terang. Fokus pada penelitian ini adalah 1 sampel ruang kelas dari tingkatan SD, SMP dan SMA. Ruang kelas yang gelap dan terang. Selain ruang kelas fokus penelitian juga menggunakan ruang sensori integrasi. Ruang-ruang ini memiliki permasalahan dimana tingkat pencahayaan alami belum memenuhi dan belum sesuai dengan kenyamanan visual untuk anak penyandang autis. Metode yang digunakan dalam penelitian studi ini menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan observasi ke dalam bangunan yang kemudian menggunakan metode evaluasi dengan disimulasikan dengan software DIAlux menyesuaiakan standar ruang kelas. Setelah mengevaluasi eksisting bangunan lalu menggunakan metode simulasi eksperimental untuk membuat sintesis data berupa rekomendasi desain berupa bukaan jendela dan pembayang matahari dengan menggunakan beberapa alternatif (trial and error) yang kemudian di simulasikan kembali dengan software DIAlux. Hasil dari beberapa alternatif desain kemudian dicari pengaruh dan dibandingkan sesuai kebutuhan kenyamanan visual anak penyandang autis hipersensori.

English Abstract

Children with autism are children with brain development disorders that affect the ability of sufferers to communicate and have difficulty interacting with others. Children with autism have several characteristics in disorders, namely disorders in communication, disruptions in social interactions, disturbances in behavior, disorders in emotions, and disorders in sensory or sensing. Children with autism usually become very sensitive or even unresponsive to sensory/sensory stimuli. There are 2 classifications for children with autism namely hyper-sensory is more active and hypo-sensory is more passive. Hypo-sensory autistic children are more numerous than hypo-sensory. Children with hyper-sensory autism feel more stimulation of sensory/sensory disorders. An example is the sensor of lighting. Lighting has 2 types, namely artificial lighting and natural lighting. Children with autism do not like direct natural lighting because for them this can be disruptive and can cause eye pain. Therefore it is very important to pay attention to the elements of choosing openings, sizes, and colors that are right in the room for autistic children. Natural lighting is one of the factors that influence the comfort of children with autism in classrooms and sensory rooms because space is the most important occurrence of teaching and learning. The character of a child with hyper-sensory autism which is very sensitive to dazzling and easily agitated and headaches during direct lighting. Therefore it is very important to pay attention to the dimensions and position of window openings, the sun's shading elements, and material elements that are appropriate for children with hypersensory autism. The standard level of natural lighting in classrooms and sensory according to SNI 03-6575-2001 is 250 lux. Galuh Handayani Inclusive School Surabaya is an inclusive school with hypersensory autism children in its space where the window openings in this building have not been designed according to autistic children where autistic children are easily distracted by excessive light and direct light and on some sides, there is no sun shading. The windows in this building have not yet fulfilled because there is still a dark and too bright room. Thefocus of this study is 1 sample of classrooms from elementary, junior high, and high school levels. Classrooms that are dark and too bright. In addition to classrooms, the focus of research also uses an integration sensory room. These spaces have problems where the level of natural lighting has not met and is not by following visual comfort for children with autism. The method used in the study of this study uses a quantitative method that is by observation into a building which then uses an evaluation method with simulated DIAlux software to adjust classroom standards. After evaluating the existing building than using an experimental simulation method to make data synthesis in the form of design recommendations in the form of window openings and sun shading by using several alternatives (trial and error) which are then simulated again with DIAlux software. The results of several design alternatives are then sought for influence and compared according to the visual comfort needs of children with hyper-sensory autism.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520070107
Uncontrolled Keywords: pencahayaan alami, ruang kelas, ruang sensori, hipersensori , natural lightning, classroom, sensory room, hypersensory
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 616 Diseases > 616.8 Diseases of nervous system and mental disorders > 616.89 Mental disorders
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Bambang Septiawan
Date Deposited: 16 Feb 2021 21:58
Last Modified: 16 Feb 2021 21:58
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182558
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item