Analisis Rantai Pasok Ayam Kampung Di Kabupaten Kediri ( Studi Di Rumah Makan “Ayam Panggang Bangi”) Lutari1 Dan Bambang Ali Nugroho

Lutari, - (2020) Analisis Rantai Pasok Ayam Kampung Di Kabupaten Kediri ( Studi Di Rumah Makan “Ayam Panggang Bangi”) Lutari1 Dan Bambang Ali Nugroho. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Rumah makan “Ayam Panggang Bangi” merupakan salah satu rumah makan yang menyediakan menu utama berupa ayam panggang dengan bahan baku ayam kampung, dengan kualitas baik dan bergizi, sehingga terdapat sebuah sistem hubungan dalam pengadaan bahan baku daging ayam kampung dan sistem rantai pasok (supply chain) antara rumah makan tersebut dengan supplier dan peternak ayam kampung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rantai pasok (supply chain) ayam kampung dari peternak ayam kampung ke rumah makan, serta untuk mengetahui nilai tambah dari rumah makan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dipeternakan bapak Rangga Setiaji dan bapak M.Hasan, supplier bapak Heru Prasetyo dan bapak Tri Pujiono serta rumah makan dengan 100 responden ditujukan kepada konsumen selama 1 bulan, 2 responen untuk peternak, 2 responden untuk supplier yaitu dimulai dari tanggal 1 Oktober 2019 sampai 30 Oktober 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling dan Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada responden dengan kuisioner terstruktur. Hasil penelitian ini adalah terdapat mata rantai yang berperan aktif dalam rantai pasok ayam kampung hingga ke konsumen akhir peternak ayam kampung dan supplier ayam kampung. Aliran produk dalam rantai pasok ayam kampung dirumah makan terdapat hanya satu macam aliran, yaitu aliran produk berupa ayam kampung dalam keadaan hidup yang berasal dari peternak menuju supplier, serta dari supplier ke rumah makan. Aliran finansial dalam rantai pasok ayam kampung terjadi dalam satu macam aliran dengan sistem transaksi pembayaran, yang digunakan dalam proses distribusi sangat mempengaruhi kinerja dari setiap mata rantai. Mengukur besarnya nilai tambah yang diperoleh menggunakan metode perhitungan nilai tambah dan menggunakan margin pemasaran pada tingkat peternak dan supplier. Aliran informasi dalam rantai pasok ayam kampung terdapat satu macam aliran yaitu aliran informasi secara vertical yang terjadi diantara sesama peternak ayam kampung dengan supplier dan supplier dengan pengelola rumah makan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah alur rantai pasok (supply chain) yang meliputi aliran produk terdapat ayam kampung dalam keadaan hidup yang dikirim oleh peternak menuju supplier untuk dilakukan pengiriman ke rumah makan selanjutnya dilakukan pemotongan. Ayam kampung yang sudah dilakukan pemotongan diolah menjadi ayam panggang dan disajikan menuju konsumen akhir. Aliran finansial terjadi dalam rantai pasok dilakukan dengan sistem transaksi pembayaran yang digunakan selama proses distribusi dimana akan mempengaruhi kinerja dari setiap mata rantai dan disesuaikan dengan pelaku rantai pasok itu sendiri, Berdasarkan penelitian nilai tambah yang diperoleh peternak 1 sebesar (1,75%), Peternak 2 (1,48%), nilai tambah pada supplier 1 sebesar (17,62%), supplier 2 sebesar (44,43%), nilai tambah rumah makan sebesar ( 16,03%). Di sarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada tempat yang berbeda karena masih banyak lokasi di Kabupaten Kediri yang menjual olahan daging ayam kampung untuk melihat rantai pasok yang berbeda, karena setiap pemasok ayam kampug memiliki perbedaan alur dalam alur rantai pasok. Untuk rumah makan “Ayam Panggang Bangi” di sarankan untuk menambah supplier dan bekerja sama dengan peternak ayam kampung guna mengantisipasi kekurangan stok ayam kampung dari supplier, karena dapat menimbulkan masalah dalam alur rantai pasok.

English Abstract

This research was conducted in Kediri districts in the restaurant "Ayam Panggang Bangi ". The purpose of the study was to investigate the supply of chicken in the restaurant "Ayam Panggang Bangi". For respondents are breeders, suppliers, restaurant owners, and consumers. Variable data was collected from 1 October to 30 October 2019. Primary data were obtained by survey using a structured questionnaire method consisting of material, financial, and information flows along the supply chain. Secondary data is provided by related institutions. The results showed that the restaurant "Ayam Panggang Bangi" has been supplied by two farms namely Mr. Rangga Setiawan's farm and Mr. M. Hasan's farm to be supplied by two suppliers,first suppplier namely Mr. Heru Prasetyo's and second supplier, namely Tri Pujiono, marketing margin at the first breeder is Rp14.500,00 and second breeder is Rp5.000,00 at the supplier level Rp42.500,00 The added value is 1,75% for first breeders , 1,48% for second breeders , 2,15% for first supplier 44,43%, for second suppliers and 16,03% for "Ayam Panggang Bangi" Restaurant.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050085
Uncontrolled Keywords: Supply Chain, Production Costs, and Value Added
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 01 Feb 2021 23:35
Last Modified: 01 Feb 2021 23:35
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182405
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item