Wulandari, Desy (2017) Kajian Pengaruh Konsentrasi Pelarut dan Waktu Pre Treatment Ekstraksi Terhadap Kualitas Pektin Dari Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus) Dengan Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.
Abstract
Tanaman nanas (Ananas comosus) merupakan tanaman penghasil buah yang banyak terdapat di Indonesia. Rata-rata produksi buah nanas di Indonesia adalah 6.132.695 ton per tahun.pemanfaatan buah nanas tidak diimbangi dengan pengolahan limbah dari kulit buah nanas yang sangat banyak jumlahnya. Padahal limbah kulit buah nanas ini dapat diolah menjadi makanan ternak, pupuk, dan bioetanol sehingga dapat menaikkan nilai ekonomi limbah kulit buah nanas. Selain itu kulit buah nanas juga berpotensi sebagai sumber penghasil pektin.Pektin merupakan pangan fungsional bernilai tinggi yang berguna secara luas dalam pembentukan gel dan penstabil pada produk sari buah, bahan pembuat jelly, keju dan selai. Salah satu cara yang paling efisien adalah menggunakan ekstraksi yang sumber energinya dibantu oleh radiasi gelombang mikro ini sering disebut Microwave Assisted Extraction (MAE). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor 1 adalah waktu ekstraksi dengan menggunakan waktu ekstraksi dalam kurun waktu (5, 7, dan 10 menit) kemudian untuk faktor 2 adalah konsentrasi pelarut dimana digunakan konsentrasi pelarut sebanyak (0,25%, 0,30%, 0,35%) menggunakan perbandingan 1:5 (filtrat : pelarut) dengan pengulangan sebanyak 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan.Data yang diperoleh kemudian di analisa secara statistik dengan Analisa Varian (ANOVA), jika terjadi perbedaan nyata pada masing-masing faktor maka dilakukan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5% dan jika terdapat perbedaan nyata pada interaksi kedua faktor maka dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) 5%. Ekstraksi menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) menghasilkan rendemen dan kualitas pectin kulit nanas yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional (maserasi). Faktor konsentrasi pelarut menunjukkan pengaruhnya terhadap semua parameter karakteristik kualitas pectin kulit nanas.Hasil penelitian menunjukkan nilai rendemen tertinggi sebesar 14.97%, kadar air tertinggi sebesar 10,84%, kadar abu terbaik sebesar 1,47%, berat ekuivalen tertinggi sebesar 775.3%, kadar metoksil tertinggi sebesar 9,52%, dan kadar asam galakturonat sebesar 76,70%.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Identification Number: | SKR/FTP/2017/169/05173333 |
Subjects: | 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture |
Divisions: | Fakultas Teknologi Pertanian > Keteknikan Pertanian |
Depositing User: | Sugiantoro |
Date Deposited: | 18 Apr 2017 13:56 |
Last Modified: | 22 Oct 2021 03:12 |
URI: | http://repository.ub.ac.id/id/eprint/151400 |
Text
SKRIPSI_DESY_WULANDARI_PDF.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
|
Text
JURNAL_DESY_WULANDARI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Actions (login required)
View Item |