Kebijakan Pembangunan Kawasan Pergudangan (Studi Pada Analisis Perumusan Kebijakan Penentuan Titik Pembangunan Kawasan Pergudangan di Kota Tarakan)

MuhammadBarqahPrantama (2009) Kebijakan Pembangunan Kawasan Pergudangan (Studi Pada Analisis Perumusan Kebijakan Penentuan Titik Pembangunan Kawasan Pergudangan di Kota Tarakan). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kota Tarakan terletak pada posisi 117034‟ - 117038‟ Bujur Timur dan 3019‟ – 3020‟ Lintang Utara dengan luas 657,33 km2, dengan jumlah penduduk ± 176.981 jiwa pada tahun 2007 dengan beban tangungan sebesar 1,69 persen (Kota Tarakan Dalam Angka Tahun 2008, h.24). Letak geografis tersebut telah menempatkan Kota Tarakan pada posisi yang strategis di jalur lalulintas pelayaran laut (AQLI II) regional, nasional maupun internasional (Selat Makasar/Laut Sulawesi, Laut China Selatan dan Samudera Pasifik), terletak di muara 2 sungai utama yang menjadi urat nadi transportasi (orang dan barang) diwilayah Utara Propinsi Kalimantan Timur, yaitu Sungai Kayan (Kab. Bulungan) dan Sungai Malinau (Kab. Malinau dan Kab. Tanah Tidung), berbatasan langsung dengan perairan laut 5 kabupaten (Berau, Bulungan, Tanah Tidung, Malinau dan Nunukan) sehingga secara historis maupun faktual Kota Tarakan telah memposisikan diri sebagai " Main Gate " untuk pergerakan barang, orang dan uang diwilayah Utara Propinsi Kalimantan Timur. Kondisi ini menuntut adanya sebuah desain kebijakan yang visioner kedepan, mengingat iklim persaingan antar daerah pasca diberlakukannya UU 22 Tahun 1999 dan UU 32 Tahun 2004 semakin ketat. Kota Tarakan menyadari bahwa, kondisi riil seperti ini membutuhkan komoditas unggulan yang selanjutnya dapat dijadikan penopang perekonomian mereka. Pembangunan yang didanai dari aspek eksplorasi semata, tidak akan bertahan lama, terlebih lagi jika yang dijadikan „sumber penghasilan‟ itu adalah SDA yang tidak dapat diperbaharui, seperti kebanyakan daerah lain di Propinsi Kalimantan Timur umumnya dan wilayah Utara propinsi ini pada khususnya. Berangkat dari fakta inilah kemudian Pemerintah Kota Tarakan mencoba mencari aspek lain yang dapat dikembangkan dan turut menopang perekonomian jangka panjang, sehingga lahirlah Kebijakan Pembangunan Kawasan Pergudangan dengan rasionalisasi seperti tersebut diatas. Kebijakan ini, awalnya diilhami oleh perkembangan pesat beberapa daerah yang secara fisik memiliki beberapa kesamaan seperti Batam dan Surabaya. Setelah melakukan studi banding di dua kota tersebut, maka diambillah kebijakan ini. Secara normatif, sebenarnya kebijakan ini sudah terakomodir didalam Perda no 03 tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tarakan. Dalam Perda ini, disebutkan ada 5 titik yang dapat dikembangkan untuk sektor industri dan pergudangan. Bidang Investasi Disperindagkopin sebagai inisiator kebijakan selanjutnya melakukan feasibility study yang akhirnya mengrucutkan menjadi 2 kawasan yang paling layak dan memungkinkan untuk dikembangkan yaitu Juata Laut bagian Utara dan Kelurahan Lingkas Ujung. Terdapat beberapa faktor penghambat yang bersifat eksternal dan internal. Hambatan secara internal seperti : Belum adanya perangkat hukum yang lengkap terkait dengan pergudangan. Kedua, terbatasnya penyediaan prasarana pendukung kegiatan pergudangan. Hambatan secara eksternal seperti : Maraknya konflik di daerah perbatasan seperti perdagangan ilegal (penyelundupan) antar wilayah regional dan internasional. Persaingan antar daerah dalam pengadaan infrastruktur wilayah yang sejenis untuk menarik investor.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2009/484/051001728
Subjects: 300 Social sciences > 351 Public administration
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 25 Feb 2011 10:40
Last Modified: 21 Oct 2021 06:22
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/114350
[thumbnail of JUDUL.pdf]
Preview
Text
JUDUL.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of CURRICULUM_VITAE.pdf]
Preview
Text
CURRICULUM_VITAE.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of RINGKASAN.pdf]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of SUMMARY.pdf]
Preview
Text
SUMMARY.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of KATA_PENGANTAR.pdf]
Preview
Text
KATA_PENGANTAR.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR_ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR_ISI.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_I.pdf]
Preview
Text
BAB_I.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_II.pdf]
Preview
Text
BAB_II.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_III.pdf]
Preview
Text
BAB_III.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB_IV.pdf]
Preview
Text
BAB_IV.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of BAB_V.pdf]
Preview
Text
BAB_V.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR_PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item