Pemanfaatan Hasil Pengomposan Sludge Dan Slurry Dengan Penambahan Dekomposer Nabati Sebagai Bahan Pakan Kelinci

Rachim, Imaduddin Abdul (2017) Pemanfaatan Hasil Pengomposan Sludge Dan Slurry Dengan Penambahan Dekomposer Nabati Sebagai Bahan Pakan Kelinci. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perkembangan usaha peternakan sapi saat ini sudah semakin meluas di berbagai daerah di Indonesia. Peningkatan populasi ternak sapi mengakibatkan efek yang cukup serius untuk lingkungan sekitar akibat limbah ternak yang dihasilkan. Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2015 populasi sapi potong di Jawa Timur menunjukan bahwa populasi sapi potong sebanyak 4.267.325 sedangkan untuk sapi perah sebanyak 255.947 ekor. Diketahui 1 ekor sapi menghasilkan 10 kg feses dalam sehari, feses tersebut kemudian diolah menjadi biogas dan dari biogas didapatkan limbah biogas sebanyak 20 kg. Melihat data asumsi tersebut maka apabila populasi sapi baik untuk sapi potong ataupun sapi perah yaitu sebanyak 5.266.288 ekor akan menghasilkan feses dalam sehari 52.662.880 kg/hari, apabila feses tersebut diolah menjadi biogas maka akan menghasilkan limbah biogas yaitu berupa lumpur organik unit gasbio sebanyak 1.053.257.600 kg lumpur organik unit gas bio yang belum termanfaatkan. Bentuk penanganan pemanfaatan sludge dan slurry lebih lanjut salah satunya adalah dengan metode x pengomposan yang dijadikan bahan pakan untuk kelinci peranakan New Zealand White jantan. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama adalah proses pembuatan kompos pada bulan November 2016 di rumah bapak Sulis di Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang dan tahap kedua pemeliharaan kelinci dilaksanakan pada tanggal 16 Maret - 27 April 2017 di peternakan kelinci milik bapak Winarto Jl. Glatik RT 10. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dan perbedaan antara sludge dan slurry terhadap performa pada ternak kelinci peranakan New Zealand White jantan. Materi penelitian adalah 12 ekor kelinci peranakan New Zealand White jantan lepas sapih (40-50 hari) dengan berat badan 800 – 900 gram. Metode penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan masing-masing 3 ulangan. Data yang diperoleh dari penelitian ini ditabulasikan dan kemudian dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam. Apabila menunjukan berbeda nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan (P>0,05) terhadap konsumsi pakan hasil pengomposan sludge dan slurry yang ditambahkan dekomposer nabati dengan rataan total konsumsi pakan berturut-turut P1 1407,33±22,67 gram, P2 14,39±23,11 gram, P3 1419,66±67,79 gram dan P4 1449,66±96,77 gram. Pertambahan bobot badan kelinci berdasarkan pengamatan menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Rataan pertambahan bobot badan kelinci adalah P1 xi 123,6667±9,5 gram, P2 121,3333±1,52 gram, P3 152±4,35 gram dan P4 134±7 gram. Pertambahan bobot harian berdasarkan pengamatan menunjukan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan harian kelinci. Rataan pertambahan bobot badan harian berturut-turut P1 4,41±0,33 gram, P2 4,33±0,05 gram, P3 5,42±0,02 gram dan P4 4,78±0,25 gram. Hasil pengamatan terhadap pertambahan bobot badan relatif menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap ternak kelinci. Rataan pertambahan bobot badan relatif berturut-turut P1 14,94±0,88%, P2 14,38±0,37%, P3 18,21±0,42% dan P4 15,54±1,2%. Berdasarkan hasil perhitungan untuk konversi pakan menunjukan pada P1 11,3±0,84, P2 11,86±0,33, P3 9,3±0,58 dan P4 10,8±0,87. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengomposan yang dilakukan pada bahan sludge dan slurry yang ditambah dekomposer nabati berpengaruh meningkatkan kandungan nutrisi dan performa ternak kelinci dibandingkan bahan pakan sludge dan slurry yang tidak mengalami pengomposan. Diperoleh bahwa sludge yang telah mengalami proses pengomposan memberikan hasil terbaik dilihat dari aspek pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Perlu diketahui perbandingan komposisi yang baik pada pengomposan sludge dan slurry untuk meningkatkan performa ternak kelinci.

English Abstract

The development of cattle breeding business is now widespread in various regions in Indonesia. An increase in the livestock population has a serious effect on the surrounding environment due to the resulting livestock waste. Further form of handling the sludge and slurry utilization is by the composting method used as feed material for New Zealand White male rabbit. The research was conducted in two phases, the first stage was the process of composting in November 2016 and the second stage of rabbit maintenance was held on 30 March – 27 April 2017. The purpose of this research was to determine the effect of giving and the difference between sludge and slurry on performance of New Zealand White males. The research material was 12 New Zealand White male off weaning rabbits. This research method is experiment with Complete Random Design consist. The data obtained from this research is tabulated and then analyzed statistically by using variance analysis. If it shows significant difference then proceed with the smallest real difference test to know the best treatment. The results showed that there was no difference viii (P>0,05) to feed consumption. The increase of rabbit’s body weight based on observations showed a very significant difference (P<0,01). The daily weight gain based on observation showed a very significant difference (P<0,01). The observation result on the relative weight gain showed a very significant difference (P<0,01). Based on the calculation for the feed conversion shows at P1 11,3±0,84, P2 11,86±0,33, P3 9,3±0,58 and P4 10,8±0,87. The conclusion of this research is composting done on sludge and slurry which added by vegetable decomposer have an effect to increase nutrition and rabbit performance compared to sludge and slurry which is not composted.It is found that sludge that has undergone the composting process gives the best results seen from the aspects of weight gain and feed conversion.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2017/436/051712236
Uncontrolled Keywords: New Zealand White growth, sludge compost, slurry compost.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.084 Feeding / Animal feeding
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 29 Jan 2018 02:55
Last Modified: 07 Oct 2020 03:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/8505
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item