Pengaruh Penambahan Probiotik Dan Asam Humat Sebagai Aditif Pakan Terhadap Penampilan Produksi Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica)

Rovicky, Mochamad Ainur (2017) Pengaruh Penambahan Probiotik Dan Asam Humat Sebagai Aditif Pakan Terhadap Penampilan Produksi Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Lactobacillus Plus merupakan campuran dari dua jenis bakteri gram positif yaitu Lactobacillus sp dan Bacillus sp. Probiotik Lactobacillus sp. dapat membantu dalam mencerna penyerapan gizi serta menekan mikroba yang tidak menguntungkan (patogen). Asam humat merupakan hasil dekomposisi bahan organik serta salah satu senyawa yang terdapat dalam "humate substance" berfungsi antara lain sebagai bahan khelator alami yang membawa mineral, meningkatkan permiabilitas, menstimulasi pertumbuhan mikroba menguntungkan. Kombinasi probiotik Lactobacillus Plus dan asam humat dalam pakan ternak dimungkinkan dapat mempengaruhi penampilan produksi burung puyuh petelur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik dan asam humat terhadap viii konsumsi pakan, HDP, Egg Mass, konversi pakan, dan IOFC burung puyuh. Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi sumber informasi bahwa kombinasi probiotik Lactobacillus Plus dan asam humat dapat digunakan sebagai salah satu pakan tambahan yang dapat meningkatkan performan produksi telur burung puyuh. Materi penelitian adalah burung puyuh petelur yang diambil dari peternakan milik bapak Iskandar di Desa Ampeldento, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, sebanyak 225 ekor yang berumur 234 hari selama 6 minggu. Metode penelitian adalah metode lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan P0 = pakan basal tanpa probiotik dan asam humat, P1 = pakan basal + 0,4% probiotik + 0,2% asam humat, P2 = pakan basal + 0,6% probiotik + 0,2% asam humat, P3 = pakan basal + 0,4% probiotik + 0,4% asam humat, P4 = pakan basal + 0,6% probiotik + 0,4% asam humat. Variable yang diamati adalah konsumsi pakan, HDP, Egg Mass, konversi pakan, dan IOFC. Analisis data menggunakan ANOVA dari Rancangan Acak Lengkap dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Jarak Duncan's. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik Lactobacillus Plus dan asam humat sebagai aditif pakan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi pakan (g/ekor/hari), HDP(%), Egg Mass (g/ekor/hari), konversi pakan. Namun perlakuan tersebut berpengaruh nyata (P<0,05) pada IOFC (Rp/butir/hari) dengan rataan 54.73 -73.46 (Rp/butir/hari). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan probiotik Lactobacillus Plus dan asam humat sebagai aditif ix pakan burung puyuh tidak dapat memperbaiki penampilan produksi yang meliputi konsumsi pakan, HDP, Egg Mass, konversi pakan, dan IOFC. Perlakuan yang terbaik ada pada P4 (pakan basal + 0,6% probiotik + 0,4% asam humat) berdasarkan nilai HDP, Egg Mass, dan Konversi pakan. Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian mengenai penambahan probiotik dan asam humat dengan menggunakan waktu yang lebih lama dan menggunakan burung puyuh awal produksi.

English Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of probiotics and humic acid as a feed additive on production performance of quail. This study used 225 female quails Coturnix-coturnix japonica aged 34 weeks, each unit consisted of every nine quails. The method of this research was experiment with five treatments and five replications. The materials were commercial feed, powdered Lactobacillus Plus probiotics and humic acid. Treatments consisted of P0 = basal feed without addition of probiotic and Humic Acid, P1 = basal feed with 0.4% of probiotic + 0.2% of Humic Acid, P2 = basal feed with 0.6% of probiotic + 0.2% Humic Acid, P3 = basal feed with 0.4% of probiotic + 0.4% humic Acid, P4 = basal feed with 0.6% of probiotic + 0.4% humic acid. The vi variables measured were feed intake, HDP (Hen Day Production), Egg Mass, feed conversion and IOFC (Income Over Feed Cost). Data were tabulated with Microsoft Excel, then analyzed by using ANOVA of a Completely Randomized Design, if there were significant difference between treatments, will be tested with Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the addition of Lactobacillus Plus probiotic and humic acid as a feed additive did not significant by (P>0.05) affect feed intake (g / bird / day), HDP (%), Egg mass (g / bird / day), and feed conversion. However, these treatments did effect significantly (P<0.05) of the IOFC with the average 54.73 - 73.46 (IDR/ egg / day). The conclusion of this study is the addition of Lactobacillus Plus probiotic and humic acid as a feed additive quail can not improve the production of Japanese quail.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2017/193/051705194
Uncontrolled Keywords: Quail, probiotics, humic acid, feed additives, production performance.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.5 Chickens and other kinds of domestic birds > 636.59 Other poultry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 27 Jul 2017 01:51
Last Modified: 07 Oct 2020 13:20
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/666
[thumbnail of Rovicky, Mochamad Ainur.pdf]
Preview
Text
Rovicky, Mochamad Ainur.pdf

Download (539kB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item