Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Sumberdaya Ikan Demersal Di Perairan Pantai Utara Pelabuhan Perikanan Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur

Permana, Rendy Bagus Angga (2017) Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Sumberdaya Ikan Demersal Di Perairan Pantai Utara Pelabuhan Perikanan Mayangan Kota Probolinggo Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan demersal adalah ikan yang hidupnya berada di daerah dasar perairan dan tergolong digemari oleh masyarakat sehingga perlu untuk dijaga kelestariannya. Peningkatan upaya penangkapan menyebabkan intensitas penangkapan akan meningkat sehingga berakibat menurunnya produksi hasil tangkapan yang pada akhirnya dapat merusak sumberdaya ikan dan lingkungannya. Pengelolaan berkelanjutan sumberdaya ikan demersal harus didasari dengan pengendalian penangkapan berlebih oleh nelayan. Hal ini bertujuan agar memberikan manfaat di bidang ekonomi, ekologi dan sosial di masa yang akan datang. Alat tangkap yang dipakai di perairan pantai utara Kota Probolinggo didominasi oleh alat tangkap cantrang sehingga hasil tangkapan kebanyakan adalah ikan demersal ditambah dengan menurut PERMEN-KP RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelarangan segala jenis alat tangkap pukat tarik, alat tangkap cantrang dinilai kurang memperhatikan kelestarian sumberdaya perikanan laut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui urutan ikan demersal yang menjadi ikan dominan di Pelabuhan Perikanan Mayangan, mengetahui potensi lestari sumberdaya ikan demersal dominan, mengetahui tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan demersal dominan dan menyusun skenario pengelolaan berkelanjutan sumberdaya ikan demersal dominan di Pelabuhan Perikanan Mayangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis penentuan ikan dominan menggunakan metode Comparative Performance Index (CPI). Analisis keberlanjutan ekologi yang digunakan adalah model surplus produksi melalui pendekatan equillibrium state model yaitu Schaefer dan Fox serta non equillibrium state model yaitu Walter Hilborn. Jenis alat tangkap yang dominan menangkap ikan demersal di perairan pelabuhan Perikanan Mayangan adalah alat tangkap cantrang. Ikan yang menjadi komoditas unggulan atau ikan yang dominan adalah ikan bambangan, ikan kurisi, ikan kerapu, ikan kakap putih dan ikan peperek. Berdasarkan perhitungan analisis surplus produksi ikan bambangan didapatkan hasil nilai JTB yang terkecil sebesar 1474,5 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan sebesar 113,05% sehingga menurut FAO dan PERMEN menunjukkan kondisi Over Exploited. Ikan kurisi didapatkan hasil nilai JTB yang terkecil 1470,3 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan sebesar 142,96% sehingga menurut FAO dan PERMEN menunjukkan kondisi Over Exploited. Ikan Kerapu didapatkan hasil nilai JTB yang terkecil terbesar 438,13 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan sebesar 185,75% sehingga menurut FAO menunjukkan kondisi Depleted dan menurut PERMEN pada kondisi Over Exploited. Ikan kakap putih didapatkan hasil nilai JTB yang terkecil sebesar 307,8 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan sebesar 180,38% sehingga menurut FAO menunjukkan kondisi Depleted dan menurut PERMEN pada kondisi Over Exploited. Ikan peperek didapatkan hasil nilai JTB yang terkecil sebesar 117,4 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan sebesar 950,06% sehingga menurut FAO menunjukkan kondisi Depleted dan menurut PERMEN pada kondisi Over Exploited. Strategi berkelanjutan dari kelima jenis ikan demersal yang dominan tersebut adalah pengurangan 5 unit effort untuk ikan bambangan dan kurisi, lalu pelarangan penangkapan untuk ikan kerapu, kakap putih dan peperek jika melihat dari jumlah unit alat tangkap yang beroperasi. Dilihat dari trip penangkapan juga dapat dilakukan dengan penangkapan ikan bambangan maksimal 210 kg/trip, ikan kurisi 220 kg/trip, ikan kerapu 64 kg/trip, ikan kakap putih 44 kg/trip dan ikan peperek 17 kg/trip.

English Abstract

Demersal fish is a fish whose life is in the basin of the waters and is classified by the community so it needs to be preserved. The purpose of this study was to determine the sequence of demersal fish become the dominant fish in the Fishery Harbor Mayangan, knowing the potential of the dominant demersal fish resources sustainably, knowing the level of resource utilization dominant demersal fish and prepare the scenario of sustainable management of fish resources. The fish that become the dominant fish are red snappers with over exploited status , trheadfin breams with over exploited status, groupers with depleted status, white snapper with depleted status and ponyfish with depleted status. The sustainable strategy of the five dominant demersal fish species is the reduction of 5 units of effort for the red snappers and trheadfin breams fish, then the restriction on catching for groupers, white snapper and ponyfish.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/506/051706961
Uncontrolled Keywords: ikan demersal, tingkat pemanfaatan, strategi berkelanjutan, demersal fish, utilization level, sustainable strategy
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.22 Fishing in salt waters
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 30 Nov 2017 01:47
Last Modified: 27 Nov 2020 01:35
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/6241
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item