Pengaruh Volume Molase dan Lama Fermentasi Hidrolisat Protein Tanaman Azolla (Azolla Pinnata) Rebus dengan Starter Khamir Laut

Yuliawan,, Luqi (2017) Pengaruh Volume Molase dan Lama Fermentasi Hidrolisat Protein Tanaman Azolla (Azolla Pinnata) Rebus dengan Starter Khamir Laut. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Azolla pinnata adalah sejenis tanaman paku air yang tumbuh di sawah atau kolam di daerah tropis yang bernilai gizi tinggi. Tanaman azolla potensial digunakan sebagai pakan karena banyak terdapat di perairan tenang seperti danau, kolam, rawa dan persawahan. Azolla pinnata rebus memiliki kadar air 94,91%, kadar abu 0,50%, kadar lemak 2,51%, kadar protein 1,39%, kadar karbohidrat 0,69%. Azolla pinnata dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan hidrolisat protein. Pembuatan hidrolisat protein dapat dilakukan dengan proses hidrolisis menggunakan mikroorganisme atau enzim, yaitu dengan cara fermentasi. Mikroorganisme yang dapat digunakan dalam proses fermentasi yaitu mikroorganisme non patogenik, tidak membutuhkan nutrisi secara spesifik, mudah untuk dikultur, dan dominan dalam pertumbuhannya, seperti khamir laut. Khamir laut merupakan salah satu jenis khamir yang diisolasi langsung dari laut. Merupakan organisme uniseluler dari golongan jamur, bersifat kemoorganotrof. Khamir laut membutuhkan nutrisi untuk kebutuhan hidupnya seperti sumber karbon dan sumber nitrogen. Sumber karbon yang digunakan sebagai media pertumbuhan khamir laut selama ini dilakukan dengan penambahan gula pasir dan masih relative sedikit yang menggunakan alternatif lain sebagai pengganti gula yakni molase. Molase merupakan limbah cair hasil samping yang berasal dari pembuatan gula tebu yang berupa cairan kental. Molase mengandung gula cukup tinggi yaitu 50-60%, sehingga molase dapat digunakan sebagai media fermentasi yang baik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan kultur khamir laut, penentuan volume molase dan khamir laut, dan penelitian utama. Penelitian utama dilakukan pembuatan hidrolisat protein Azolla pinnata rebus dengan starter khamir laut yang selanjutnya dianalisis kimia berupa analisis proksimat (kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat), pH, kapasitas emulsi, dan daya buih pada perlakuan terbaik. Penelitian ini dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu dengan volume molase yang digunakan yaitu 100 ml, 150 ml dan 200 ml dan lama fermentasi yang digunakan yaitu 3, 6, 9, dan 12 hari serta dilakukan 3 kali pengulangan. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa pasta hidrolisat protein Azolla pinnata rebus terbaik yaitu pada perlakuan volume molase 200 ml dan lama fermentasi 12 hari dengan kandungan protein 23,83%, kadar air 16,96%, kadar abu 14,05%, kadar lemak 2,18%, kadar karbohidrat 42,96%, pH 4,35, daya buih 0,12%, dan emulsi 49,60%.

English Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/764/051710310
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 21 Nov 2017 03:44
Last Modified: 11 Dec 2020 06:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5748
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item