Konsultan PR dan Kode Etik (Studi pada Implementasi Kode Etik APPRI oleh AsiaPR)

Gusti, Aden Kurnia (2017) Konsultan PR dan Kode Etik (Studi pada Implementasi Kode Etik APPRI oleh AsiaPR). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian berangkat dari penggunaan kata yang kurang tepat oleh konsultan di AsiaPR saat melaksanakan pekerjaannya. Arti dari kata yang kurang tepat tersebut adalah konotasi dari menjual diri. Penggunaan kata ini kemudian diketahui klien dan klien sendiri sempat menegur konsultan PR tersebut. Penggunaan kata tersebut dapat diindikasikan sebagai pelanggaran kode etik. Kode etik yang menaungi agensi PR yang ada di Indonesia, termasuk AsiaPR adalah kode etik APPRI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai implementasi kode etik APPRI yang dilakukan oleh AsiaPR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan AsiaPR belum sepenuhnya mengimplementasikan kode etik APPRI serta kurangnya pemahaman konsultan PR terhadap kode etik APPRI. Penggunaan kata yang kurang tepat tersebut merupakan sebuah kesalahan namun tidak sampai melanggar kode etik APPRI. Pelanggaran kode etik APPRI sendiri baru bisa ditindak lanjuti apabila ada laporan dari klien.

English Abstract

This research start with the use of unappropiate word by consultant in AsiaPR while she doing her job. The meaning of the unappropiate word is a conotation of prostitute.The use of this word then known by their client and the client complain about the consultant. The use of that word could be indicate as violations of code of ethics.The code of ethics that shade PR agencies in Indonesia, including AsiaPR is APPRI code of ethics. The purpose from this research to know and describe APPRI code of ethic implementation that been used in AsiaPR. This research use descriptive qualitative method with interview and observation technic. The result of this research show that AsiaPR is not fully used APPRI code of ethic also as well as the lack of understanding by PR consultant about the code of ethics itself. The use of unappropiate word is a mistake but can’t be qualified as violation of APPRI code of ethic. The violations of APPRI code of ethics can be processed if there are suggest from client.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2017/968/051711301
Uncontrolled Keywords: PR, kode etik, kode etik APPRI, konsultan PR, AsiaPR
Subjects: 100 Philosophy, parapsychology and occultism, psychology > 170 Ethics (Moral psilosophy) > 170.4 Special topics of ethics
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 16 Nov 2017 02:02
Last Modified: 18 Oct 2020 11:42
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/5587
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item