Analisis Tata Kelola Taman Kota di Kota Malang Tahun 2016 (Studi di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Malang)

Arafat, Ayu Monica (2017) Analisis Tata Kelola Taman Kota di Kota Malang Tahun 2016 (Studi di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai tata kelola taman sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota di Malang. Keberadaan taman kota sebagai RTH mempunyai peranan penting dalam menghadapi permasalahan lingkungan perkotaan yang diakibatkan oleh kepadatan penduduk dan semakin meningkatnya penggunaan lahan sebagai lahan terbangun. Demi mewujudkan inisiatif kota hijau, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pembangunan kota yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan green planning & green design, green community dan green open space. Oleh karena itu pemerintah kota Malang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) dituntut untuk mengembangkan dan mengelola atribut kota hijau sesuai dengan potensi dan kapasitas lokal. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan konsep perencanaan menurut John Friedman dan Allan G. Feld serta konsep tata kelola yang dipakai dalam ilmu manajemen oleh Riant Nugroho yang penulis gunakan sebagai pengantar logika berfikir dalam membahas penelitian ini. Pada penulisan penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis menemukan kendala- kendala dalam dalam proses pengelolaan dan pengadaan lahan untuk difungsikan sebagai taman kota. Adapun kendala yang di hadapi oleh pemerintah; 1). Faktor Internal, yaitu proses pembangunan yang masih tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) yang telah disusun. 2). Faktor Eksternal, yaitu banyaknya pemilik modal yang melakukan pendekatan kepada pejabat birokrasi agar memberikan izin untuk mengalih fungsikan lahan RTH untuk membangun bangunan yang bersifat komersial. 3). Faktor pemilik lahan, dimana pemilik lahan terdiri dari pemerintah, lembaga swasta dan perorangan yang menginginkan lahannya dibangun sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa memperhatikan dampak ekologis serta rencana tata ruang yang sudah ada. 4). Faktor pengawasan, lemahnya pengawasan dari lembaga legislatif sehingga banyak perubahan atau pengalih fungsian lahan yang tidak dapat diantisipasi sejak awal.

English Abstract

This study analyzes the governance of the park as Green Open Space (RTH) in the city of Malang. The existence of urban parks as green space plays an important role in dealing with urban environmental problems caused by population density and increasing land use as wake up land. In order to realize the green city initiative, the government has an obligation to implement environmentally sound city development by prioritizing green planning & green design, green community and green open space. Therefore the city government of Malang through the Office of Housing and Residential Areas (Disperkim) is required to develop and manage the green city attributes in accordance with local potential and capacity. In this study the authors use the concept of planning according to John Friedman and Allan G. Feld and the concept of governance used in the science of management by Riant Nugroho the author uses as an introduction to logic thinking in discussing this research. In writing this research the authors use descriptive qualitative research type with the method of observation, interview, and documentation. In this study the authors found constraints in the process of management and procurement of land to function as a city park. The constraints faced by the government; 1). Internal factors, namely the development process is still not in accordance with Spatial Planning and Regional Planning (RTRW) that have been prepared. 2). External factors, namely the number of capital owners who approach to bureaucratic officials to give permission to convert RTH land function to build buildings that are commercial. 3). Land ownership factor, where the land owner consists of government, private institutions and individuals who want the land to be built in accordance with their own desires without regard to the ecological impact as well as existing spatial plans. 4). Monitoring factors, weak supervision from the legislature so that many changes or diversion of land that can not be anticipated from the beginning.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2017/700/051707985
Uncontrolled Keywords: Tata Ruang, Tata Kelola, Taman Kota, Ruang Terbuka Hijau, Kota Hijau
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 320.8 Local government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 06 Nov 2017 03:44
Last Modified: 02 Dec 2020 16:39
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/4895
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item