Program Sarjana, Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang, 2017. Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pasar Tidak Tetap Dalam Menunjang Pariwisata Kota Malang

Saputra, Dicky Aditya Saputra (2017) Program Sarjana, Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang, 2017. Implementasi Kebijakan Pengelolaan Pasar Tidak Tetap Dalam Menunjang Pariwisata Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Malang dalam pengelolaan Pasar Minggu untuk menunjang pariwisata. Hal ini dilatar belakangi oleh pelaksanaan atau kenyataan yang ada di lapangan bahwa implementasi kebijakan masih kurang efektif, dilihat dari cara bertempat berjualan masih ada para pedagang yang melanggar aturan tempat berjualan. Para pedagang masih ada yang tidak menghiraukan aturan tersebut, bahwa tempat berjualan itu merupakan kawasan pemukiman, masyarakat setempat banyak yang protes karena akses jalan untuk keluar masuk rumah warga masih banyak yang digunakan untuk berjualan oleh para pedagang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif dalam usaha mengungkap implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam pengelolaan Pasar Minggu untuk menunjang pariwisata. Sedangkan model analisis menggunakan model analisis interaktif, yang mencakup reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa Implementasi kebijakan Pemerintah Kota Malang dalam pengelolaan Pasar Minggu untuk menunjang pariwisata adalah dengan dikelurkannya Surat Keputusan untuk mengatur keberadaan Pasar Minggu yaitu No.193 tahun 2003 tentang Penataan Dan Pengelolaan Wisata Belanja Tugu (sekarang Pasar Minggu) dan surat keputusan Walikota Malang No 556 /18/420.308 /2005 tertanggal 8 april 2005 tentang ijin pemakian tempat berjualan Wisata Belanja Pasar Minggu di Stadion Luar Gajayana Malang. Selain itu Pemkot melakukan strategi dengan melakukan koordinasi dalam pembangunan dan membina kehidupan masyarakat di segala bidang, sehingga pemberdayaan PKL juga harus tetap selaras dengan wawasan pembangunan dan menetapkan tempat-tempat atau fasilitas umum sebagai tempat usaha PKL dengan mempertimbangkan kepentingan sosial, ekonomi, ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kesehatan serta keindahan kota. Kendala Pemerintah Kota Malang dalam pengelolaan Pasar Minggu untuk menunjang pariwisata yaitu PKL liar sering menggagu dan bentrok di Wisata Belanja Tugu, karena PKL liar ini selalu berjualan dijalan poros. Upaya penertiban sudah berkali-kali dilakukan, tapi PKL tetap dengan pendiriannya.

English Abstract

The focus of the research is how the implementation of government policies in the management of Malang Sunday market to bolster tourism. This event will be based by the implementation or the fact that there are on the ground that the implementation of the policy are still less effective, judging from the way the housed selling there are still traders who break the rules by selling places. Traders there still is that regardless of the rules, that the selling was a residential area, a lot of local people protest because the access road to exit enter houses are still widely used for selling by traders. The approach used was qualitative research with the use of the draft a descriptive research in an attempt to uncover the implementation of government policies in the management of Malang Sunday market to bolster tourism. While the model analysis using interactive analysis models, which include the reduction of data, display data and conclusions. The results of this research were obtained that the implementation of government policies in the management of Malang Sunday market to bolster tourism is dikelurkannya with a Decree to regulate the presence of Sunday market that is no. 193 year 2003 about Structuring and management of shopping tour Monument (now the Sunday market) and the hapless Mayor's Decree No. 556/18/420.308/2005 dated april 8, 2005 about the permission pemakian a place selling shopping tour Sunday market at Gajayana Stadium Beyond unfortunate. Besides City Government doing strategy by doing coordination in development and foster public life in all areas, thus empowering STREET VENDORS also have to keep in tune with the development of insight and set places or public facilities as places of business STREET VENDORS taking into account the interests of the social, economic, public order, security, health and hygiene, as well as the beauty of the city. Constraints the Government of Malang Sunday market in the management of tourism, namely to support the wild often menggagu and STREET VENDORS clash in shopping tour Tugu, since these wild STREET VENDORS are always selling the way the shaft. Reform efforts already undertaken many times over, but STREET VENDORS remain with its founding.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIS/2017/636/051707921
Uncontrolled Keywords: Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Pasar Tidak Tetap, Kota Malang
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government) > 320.8 Local government
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 30 Oct 2017 07:21
Last Modified: 02 Dec 2020 08:34
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/4572
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item