Penilaian Dampak Lingkungan pada Energi Listrik Tenaga Uap Batubara dengan Pendekatan LCA di PT. IPMOMI, Paiton

Thirafi, Ahmad Audrey (2017) Penilaian Dampak Lingkungan pada Energi Listrik Tenaga Uap Batubara dengan Pendekatan LCA di PT. IPMOMI, Paiton. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sebagai penunjang kehidupan sehari-hari. Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan listrik di nusantara. Semakin banyak listrik yang dikonsumsi oleh masyarakat semakin besar juga jumlah produksi listrik, emisi, dan limbah yang dihasilkan oleh pembangkit sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dampak lingkungan yang timbul selama proses produksi listrik sebesar 1044 MWh di PT. IPMOMI, Paiton. Dengan dilakukannya penilaian dampak lingkungan akan memberikan evaluasi serta rekomendasi yang dapat dilakukan oleh PT. IPMOMI untuk mengurangi potensi timbulnya dampak lingkungan yang disebabkan selama siklus hidup produksi listrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan life cycle assessment untuk mengetahui dampak lingkungan yang dihasilkan selama siklus hidup produksi listrik dari proses ekstraksi bahan baku, distribusi batubara, coal handling, proses pembakaran, proses water heater, proses turbine dan generator, proses water circulation, pengangkutan sisa pembakaran, dan distribusi listrik. Pada metode LCA terdapat 4 tahap menurut standar ISO 14040:2006 yaitu tahap goal and scope yaitu menentukan tujuan dan cakupan penelitian, kemudian life cycle inventory yaitu tahap pengumpulan dan pengukuran data, tahap life cycle impact assessment yaitu tahap perhitungan nilai dampak lingkungan sesuai metode EDIP 2003 yang dibantu software SimaPro 8 untuk melakukan perhitungan, dan tahap terakhir adalah interpretasi hasil. Hasil dari penelitian ini adalah nilai dampak total dari keseluruhan siklus produksi listrik adalah 4530 Pt. Proses pembakaran memiliki nilai dampak terbesar yaitu 2450 Pt (54%) kemudian distribusi listrik sebesar 1240 Pt (27,3%), coal handling 540 Pt (11,9%), dsitribusi batubara 186 Pt (4,1%), ekstraksi batubara 63 Pt (1,4%), proses water heater 23 Pt (0,51%), proses turbines dan generator 21,7 Pt (0,47%), water circulation 0,44 Pt (0,09%), dan pengankutan sisa pembakaran 0,15 Pt (0,03%). Beberapa dampak yang berpotensi adalah human toxicity water yaitu pencemaran air yang bersifat meracuni kesehatan manusia pada proses pembakaran dan distribusi listrik; acidification yaitu terlepasnya zat seperti nitrogen, sulfur, dan karbondioksida ke lingkungan sehingga meningkatnya tingkat keasaman lingkungan pada proses water heater, pengangkutan sisa pembakaran, dan water circulation; Global warming atau pemanasan global pada proses turbines dan generator: ozone depletion atau penipisan lapisan ozon pada proses distribusi batubara. Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah dengan mengganti bahan bakar batubara menjadi bahan bakar gas alam.

English Abstract

Electricity is primary needs for Indonesia citizen for living. The increasing of population equals to total electricity need of Indonesia. Therefore, the increasing of energy availability make the production rate, energy use, and waste increased causing some negative environmental impact. The aim of study is to assess environmental impact of 1044 MWh in PT.IPMOMI, Paiton. This study can give evaluation and recommendation to reduce the environmental impact. This research utilize life cycle assessment approach to assess the enviromental impact in each process during the production of electricity production from coal extraction, coal transportation, coal handling, combustion process, water heater, turbines and generator, water circulation, ashes handling, and electricity distribution. There are 4 phases in this approach based on ISO 14040:2006 which are goal and scope, life cycle inventory which is collecting and calculating data, life cycle impact assessment that calculating environmental impact value based on EDIP 2003 methods which was assissted by simapro 8 software, and the last phase is result interpretation. The result of this study is the total impact value of life cycle of the electricity production is 4530 Pt. Combustion process got the 2450 Pt (54%) as highest value, followed by stage with electricity distribution 1240 Pt (27,3%), coal handling 540 Pt (11,9%), coal transportation 186 Pt (4,1%), coal extraction 63 Pt (1,4%), water heater process 23 Pt (0,51%), Turbines and generator process 21,7 Pt (0,47%), water circulation 0,44 Pt (0,09%) and ashes handling 0,15 Pt (0,03%) respectively. In addidtion, the environmental impact that emerge along electricity production life cycle are human toxicity water in combustion process and electricity distribution, acidification in few process such water heater process, ashes handling, and water circulation; global warming in coal transportation. Finally, This study give recommendation for improvement by reducing environmental impact value which the replacement of coal uses to natural gas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/850/051708693
Uncontrolled Keywords: Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Life Cycle Assessment, SimaPro 8, Dampak Lingkungan
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 628 Sanitary engineering > 628.5 Pollution control and industrial sanitation
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 03 Oct 2017 01:42
Last Modified: 12 Nov 2020 16:19
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/3130
[thumbnail of Ahmad Audrey Thirafi.pdf]
Preview
Text
Ahmad Audrey Thirafi.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item