Sistem Informasi Untuk Layanan Keimigrasian (Studi Pada Kantor Imigrasi Kelas TPI Kota Malang)

Margaretha, Tri Sillya and Sujarwoto,, Dr. , S. IP, M.Si., Ph.d and Martina Purwaning Diah,, S.AP., M.AP, (2023) Sistem Informasi Untuk Layanan Keimigrasian (Studi Pada Kantor Imigrasi Kelas TPI Kota Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kantor Imigrasi Kota Malang memiliki cakupan wilayah kerja yang luas sehingga memiliki permasalahan seperi sulitnya melakukan koordinasi antar kantor imigras cakupanya. Namun hal ini dapat diatasi menggunakan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Tingginya arus lalu lintas orang yang ingin pergi atau keluar Indonesia, membuat kantor imigrasi selaku unit pelaksana teknis yang memberikan pelayanan harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan keimigrasian, Kantor Imigrasi Malang menggunakan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM). Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sistem informasi untuk layanan keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang serta faktor penghambatnya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori CIPSODA yang memiliki 7 komponen yaitu komponen capture, input, process, store, output, decision dan action. Hasil penelitian terhadap sistem informasi untuk layanan keimigrasian dengan teori CIPSODA telah berjalan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan pengambilan data atau capture dapat dilakukan melalui aplikasi yang sudah disediakan kantor imigrasi yaitu m-paspor, sehingga masyarakat dapat menginput data diri kapan pun dan dimana pun, proses pelayanan yang diberikan lebih mudah karena data diri sudah dimasukkan melalui m-paspor dilanjutkan masuk ke SIMKIM, keamanan data lebih terjamin karena penyimpanan data atau store dilakukan melalui sistem, maka output yang dihasilkan akan minim kesalahan, jika terjadi kesalahan maka dapat melakukan pengambilan keputusan atau decision yang dapat memberikan beberapa alternatif solusi, keputusan yang telah dibuat diterapkan sebagai salah satu action atau tindakan. Namun sistem informasi untuk layanan keimigrasian masih mengalami beberapa hambatan yaitu infrastruktur jaringan mengalami gangguan atau error, masih kurangnya kesadaran masyarakat dan kemampuan sumber daya manusia tidak sejalan dengan perubahan sistem informasi. Kesimpulan penelitian ini adalah sistem informasi untuk layanan keimigrasian dengan teori CIPSODA masih mengalami hambatan. Oleh sebab itu, demi memberikan pelayanan keimigrasian yang lebih maksimal, diperlukanya peningkatan baik dari penyedia pelayanan dan pengguna layanan.

English Abstract

The Malang City Immigration Office has a wide coverage of working areas, so it has problems such as the difficulty of coordinating between immigration offices. However, this can be overcome using the Immigration Management Information System (SIMKIM). The high traffic flow of people who want to go to or out of Indonesia makes the immigration office, as a technical implementation unit that provides services, able to provide the best service. To meet the needs of immigration services, the Immigration Office of Malang uses an immigration management information system (SIMKIM). This research was conducted to describe and analyze the information system for immigration services at the Immigration Office Class I TPI Malang and its inhibiting factors using a qualitative descriptive approach through observation, interview, and documentation techniques. This research uses the CIPSODA theory, which has seven components: capture, input, process, store, output, decision, and action. The results of research on information systems for immigration services with CIPSODA theory have run quite well. This is evidenced by data capture, which can be done through an application provided by the immigration office, namely m-passport, so that people can input personal data anytime and anywhere. The service process provided is easier because personal data has been entered through m-passport and then entered into SIMKIM. Data security is more guaranteed because data storage or storage is done through the system. If an error occurs, it can make a decision or decisions that can provide several alternative solutions. However, the information system for immigration services still experiences several obstacles, namely network infrastructure experiencing interference or errors, a lack of public awareness, and the ability of human resources not to keep up with changes in information systems. The conclusion of this research is that the information system for immigration services with CIPSODA theory still experiences obstacles. Therefore, in order to provide maximum immigration services, improvements are needed from both service providers and service users.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 052303
Uncontrolled Keywords: Pelayanan Keimigrasian, Paspor, Teori CIPSODA, Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM)-Immigration Services, Passport, CIPSODA Theory, Immigration Management Information System (SIMKIM).
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Unnamed user with username suprihatin
Date Deposited: 16 Jan 2024 07:46
Last Modified: 16 Jan 2024 07:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/211083
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Tri Sillya Margaretha Br. Hutabarat.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item