Manajemen Risiko Proses Produksi Gondorukem dan Terpentin Menggunakan Metode Fuzzy Failure Mode And Effect Analysis (FFMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di PGT Rejowinangun, Trenggalek, Jawa Timur)

Andan Wening Wihan Dayu, Tri and Riska Septifani,, STP, MP and Dr. Siti Asmaul Mustaniroh,, STP, MP. (2023) Manajemen Risiko Proses Produksi Gondorukem dan Terpentin Menggunakan Metode Fuzzy Failure Mode And Effect Analysis (FFMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus di PGT Rejowinangun, Trenggalek, Jawa Timur). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

RINGKASAN PGT Rejowinangun Trenggalek merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang gondorukem dan terpentin. Kegiatan proses produksi gondorukem dan terpentin di usaha ini tidak terlepas dari risiko yang mungkin atau sudah terjadi. Risiko-risiko tersebut nantinya dapat merugikan dan menghambat pencapaian tujuan sehingga perlu dilakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis prioritas potensi risiko proses produksi dan menentukan alternatif strategi mitigasi yang tepat untuk risiko paling berpengaruh pada proses produksi gondorukem dan terpentin. Pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode Fuzzy Failure Mode and Analysis (FFMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode FFMEA untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai FRPN tertinggi dan metode AHP untuk mendapatkan bobot pada setiap alternatif strategi yang diusulkan untuk memitigasi risiko prioritas pada proses produksi gondorukem dan terpentin. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner FFMEA dan AHP ke 2 responden pakar. Responden pakar terpilih yaiti supervisor proses produksi dan kepala bagian proses produksi. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 15 kejadian risiko yang teridentifikasi pada proses produksi gondorukem dan terpentin dengan 3 risiko prioritas. Risiko prioritas pada variabel bahan baku yaitu terdapat getah kristal memiliki nilai FRPN 5,610, pada variabel proses produksi yaitu proses distilasi tidak optimal memiliki nilai FRPN 5,701, dan pada variabel produk akhir yaitu hasil rendemen gondorukem dan terpentin tidak sesuai standar memiliki nilai FRPN 4,696. Alternatif startegi prioritas yang diusulkan adalah pemberian tanda umur pohon dengan bobot 0,569, pembersihan dan pemeliharaan rutin mesin distilasi dengan bobot 0,466, dan pembersihan getah pinus dengan bobot 0,695. Saran untuk mengurasi risiko proses produksi gondorukem dan terpentin dengan menerapkan alternatif strategi mitigasi yang telah diusulkan untuk risiko yang paling utama terdapat dalam variabel produk akhir yaitu hasil rendemen gondorukem dan terpentin tidak sesuai standar. Strategi mitigasi yang dapat diterapkan berdasarkan urutan prioritas adalah pembersihan getah pinus, pembersihan dan perawatan mesin ekstraksi, dan pengeringan getah pinus.

English Abstract

SUMMARY PGT Rejowinangun Trenggalek is a company operating in gondorukem and turpentine field. The process of producing gondorukem and turpentine relates to the risks which may happen or have happened. Thoe risks can disserve and hinder the goals, so controlling needs to be done. This research aims to analyze the potential risk priority of the producing process and choose the correct alternative mitigation strategy for the most harmful risk during production process of gondorukem and turpentine. This research uses two methods, namely Fuzzy Failure Mode and Analysis (FFMEA) and Analytical Hierarchy Process (AHP). FFMEA is used to identifiy and decide the risk priority based on the highest FRPN point, and AHP is used to get quality of each alternative strategy chosen to mitigate priority risk during gondorukem and turpentine production process. The data is cumulated by distributing FFMEA and AHP questionnaire to two expert respondents. The expert respondents chosen are production process supervisor and the head of production process department. The results of the study showed that there were 15 identified risk events in the gondorukem and turpentine production process with 3 priority risks. Priority risk for the raw material variable, namely the presence of crystal latex, has an FRPN value of 5.610. The production process variable, namely the distillation process is not optimal, has a FRPN value of 5.701, and the final product variable, namely the yield of gondorukem and turpentine not according to standards, has an FRPN value of 4.696. The alternative priority strategy proposed is marking the age of the tree with a weight of 0.569, routine cleaning and maintenance of the distillation machine with a weight of 0.466, and pine resin cleaning with a weight of 0.695. Suggestions for reducing the risk of the gondorukem and turpentine production process by applying alternative mitigation strategies that have been proposed for the most important risk are in the final product variable, namely the results of the yield of gondorukem and turpentine not fulfilling the standards. Mitigation strategies that can be applied based on priority are pine resin cleaning, cleaning and maintenance of extraction machines, and drying of pine resin.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 052310
Uncontrolled Keywords: AHP, FFMEA, Gondorukem, Risiko Produksi, Terpentin
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Unnamed user with username saputro
Date Deposited: 16 Jan 2024 01:40
Last Modified: 16 Jan 2024 01:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/210559
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Tri Andan Wening Wihan Dayu.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item