Analisis Pengendalian Proses Produksi Teh dengan Metode Six Sigma di PT. Perkebunan Nusantara XII Wonosari Malang.

Naufal Aushafian, Alfindra and Ir. Usman Effendi,, MS. (2023) Analisis Pengendalian Proses Produksi Teh dengan Metode Six Sigma di PT. Perkebunan Nusantara XII Wonosari Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Teh merupakan salah satu komoditas agroindustri yang disukai masyarakat dan banyak dibudidayakan di berbagai wilayah. Teh juga merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi besar di pasar dunia. Kebun Teh Wonosari yang merupakan salah satu perkebunan teh milik PT. Perkebunan Nusantara XII memproduksi teh hitam dengan metode crushing, tearing, curling (CTC). Produksi teh di Kebun Wonosari mengacu pada standar mutu yang ditetapkan oleh perusahaan dan SNI 1902-2016 tentang kualitas teh hitam. Aspek standar mutu yang digunakan berupa kadar air, volume spesifik dan organoleptik pada teh. Pada proses produksi teh ditemukan sampel teh dengan kualitas yang tidak sesuai standar yang digunakan, yaitu pada aspek volume spesifik teh. Ketidaksesuaian mutu teh terjadi karena kurang maksimalnya proses produksi yang dapat terjadi pada sumber daya manusia, mesin, metode dan bahan baku yang digunakan selama berlangsungnya proses produksi. Untuk mengetahui faktor yang menyebabkan proses produksi menjadi kurang maksimal, perusahaan perlu melakukan kegiatan pengendalian proses produksi. Kegiatan pengendalian proses dengan statistical process control dapat dilakukan untuk melihat apakah proses telah terkendali atau belum, dengan harapan untuk mewujudkan perbaikan kualitas secara berkesinambungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2023 dan menggunakan konsep six sigma dengan analisis statistical process control. Analisis statistical process control didahului oleh pembuatan flowchart dan operational process control, identifikasi permasalahan, penentuan critical to quality (CTQ) dan analisis Pareto. Pengujian dilakukan pada setiap tingkatan kualitas teh yang meliputi BP1, PF1, PD1, D1, FANN dan D2. Dari hasil analisis diketahui bahwa kecacatan hanya terjadi pada volume spesifik teh yang berada di luar rentang standar. Nilai DPMO untuk teh BP1 adalah 1364 dengan level sigma 4,49. Nilai DPMO untuk teh PF1 adalah 1113 dengan level sigma 4,55. Nilai DPMO untuk teh PD1 adalah 114,09 dengan level sigma 5,18. Nilai DPMO untuk teh D1 adalah 241,42 dengan level sigma 4,99. Nilai DPMO untuk teh FANN adalah 83,29 dengan level sigma 5,26. Nilai DPMO untuk teh D2 adalah 74,73 dengan level sigma 5,29. Level sigma pada setiap tingkatan kualitas teh menunjukkan bahwa produksi teh di PT. Perkebunan Nusantara XII Wonosari belum memenuhi standar internasional, namun telah melampaui rata-rata industri Indonesia. Hasil analisis penelusuran faktor menunjukkan bahwa kecacatan pada teh disebabkan oleh faktor sebagai berikut: faktor manusia (man) di mana karyawan bekerja tidak sesuai SOP khususnya pada bagian pengeringan, mesin dan peralatan (machine) di mana terjadi kerusakan pada mesin pada mesin sortasi, dan metode produksi (method) di mana kalori pengeringan kurang besar. Rekomendasi usulan perbaikan meliputi pengawasan proses pengeringan yang lebih ketat, pemberian peringatan saat terjadi penyimpangan SOP, perawatan mesin secara berkala, perbaikan bahkan overhaul jika diperlukan, memilih kayu bakar yang kering, dan pengecekan kayu bakar sebelum proses pengeringan.

English Abstract

Tea is one of agroindustry commodities that hugely liked by many people and cultivated in many regions. It is also the one of plantation commodities that has huge potential in the global market. Wonosari Tea Plantation that become one of tea plantations owned by PT. Perkebunan Nusantara XII producing black tea with crushing, tearing and curling (CTC) method. Tea production in Wonosari Tea Plantation based on the company’s quality standard and SNI 1902-2016 that regulate the quality of black tea. Quality standard aspects that used by this company are moisture, specific volume and organoleptics. During the tea production, tea samples that don’t met the standards are found in the specific volume aspect. Deviation of tea quality occurred because of the production process that at the maximum state and can be occurred in terms of human resources, machine, method and material used during the production process. To understand factors causing the process doesn’t at the maximum state, the company need to execute a qual ity control activity. A quality control activity with statistical process control can be used to understand whether the process are already controlled or not, with the purpose to create continuous quality improvement. This research was conducted on January to March 2023 and used six sigma concept with statistical process control analysis. The statistical process control analysis proceeded with flowchart and operational process chart making, problem identification, deciding critical to quality (CTQ) and Pareto analysis. The testing was conducted for each tea quality level such as BP1, PF1, PD1, D1, FANN and D2. From the analysis that was found if the defect only occured in tea density which are out of-standard range. DPMO for BP1 tea is 1364 with the sigma level at 4,49. DPMO for PF1 tea is 1113 with the sigma level at 4,55. DPMO for PD1 tea is 114,09 with the sigma level at 5,18. DPMO for D1 tea is 241,42 with the sigma level at 4,99. DPMO for FANN tea is 83,29 with the sigma level at 5,26. DPMO for D2 tea is 74,73 with the sigma level at 5,29. Sigma level on each tea quality level implied that tea production in PT. Perkebunan Nusantara XII Wonosari are below the international standards, but above Indonesian industry standards. The results of factor-tracing analysis implied that defect in tea caused by these factors: man factor which the employee worked with violating SOP, machine factor which there are damage in sortation, and production method factor which the drying calories are insufficient. Problem solving recommendations including improved employee supervision in drying process, warning when the SOP being violated, periodical machine maintenance, machine repair or even overhaul if necessary, choosing dry firewoods, and checking the firewoods before drying process.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 052310
Uncontrolled Keywords: Kadar Air, Volume Spesifik, Organoleptik, Statistical Process Control Moisture, Specific Volume, Organoleptics, Statistical Process Control
Divisions: Fakultas Teknologi Pertanian > Teknologi Industri Pertanian
Depositing User: Unnamed user with username verry
Date Deposited: 15 Jan 2024 02:01
Last Modified: 15 Jan 2024 02:01
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/209674
[thumbnail of Dalam Masa Embargo] Text (Dalam Masa Embargo)
NAUFAL AUSHAFIAN ALFINDRA.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item