Hambatan Proses Penyidikan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak

Saputri, Regina Elanda Avelina and Dr. Abdul Madjid,, S.H., M.Hum. and Solehuddin,, S.H., M.H. (2021) Hambatan Proses Penyidikan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Regina Elanda Avelina Saputri, Hukum Pidana, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, September 2021, HAMBATAN PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (STUDI DI POLRESTA MALANG), Dr. Abdul Madjid, S.H., M.Hum. Solehuddin, S.H., M.H. Pada skripsi ini penulis mengangkat permasalahan Hambatan Proses Penyidikan Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak dengan Studi di Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak Polresta Malang. Pilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh terdapat beberapa kasus yang penyelesaian penyelidikannya dan mengumpulkan alat bukti memerlukan waktu beberapa bulan bahkan ada yang sampai beberapa tahun. Hal ini menjadi dasar pendapat bahwa di dalam melakukan penyelidikan kasus persetubuhan terhadap anak terdapat beberapa hambatan dalam menangani kasus persetubuhan terhadap anak. Proses pemeriksaan terhadap tersangka anak merupakan bagian dari kegiatan penyidik yang bertujuan untuk mendapatkan keterangan, kejelasan, dan keidentikan tersangka dan barang buktinya. Diperlukan juga kemampuan khusus yang harus dimiliki oleh penyidik dalam proses penyidikan agar dapat memperlakukan tersangka anak berbeda dengan memperlakukan tersangka dewasa. Dalam hal perkara tindak pidana yang dilakukan oleh anak sebagai pelaku tindak pidana persetubuhan, yang dapat melakukan penyidikan yaitu penyidik anak. Berdasarkan uraian diatas, skripsi ini mengangkat rumusan masalah sebagai berikut: (1) Apa pertimbangan penyidik untuk meneruskan suatu perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak? dan (2) Apakah tindakan penyidik jika terjadi tidak ada saksi dan alat bukti lain dalam perkara tindak pidana persetubuhan terhadap anak? Penulisan penelitian skripsi ini menggunakan metode yuridis empiris, dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Bahan hukum primer dan sekunder yang diperoleh penulis akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa penyidik dalam memutuskan perkara tersebut layak lanjut ke tahap selanjutnya atau tidak melihat dari 2 hal yaitu alat bukti yang cukup, sekurang-kurangnya 2 alat bukti yang sah untuk melanjutkan perkara tersebut dan mengkaji apakah tindak pidana persetubuhan yang dilakukan anak tersebut ancaman pidana penjaranya di bawah 7 (tujuh) tahun dan pelaku melakukan tindak pidana tersebut baru pertama kali atau sudah merupakan pengulangan tindak pidana (residivis). Di dalam melakukan penyidikan, penyidik juga memiliki beberapa hambatan. Di dalam penelitian juga disebutkan jika penyidik tidak menemukan saksi atau tidak menemukan alat bukti lainnya maka penyidik akan menghentikan penyidikan perkara ini.

English Abstract

Dr. Abdul Madjid, S.H., M.Hum. Solehuddin, S.H., M.H. In this thesis, the author raises the problem of Investigators' Obstacles in Disclosing the Crime of Child Sexual Intercourse by Studying at the Women and Children Protection Unit of the Malang Police. The choice of theme was motivated by the fact that there were several cases in which completion of the investigation and gathering evidence took several months and some even took several years. This is the basis for the opinion that in investigating cases of sexual intercourse against children there are several obstacles in handling cases of sexual intercourse with children. The process of examining child suspects is part of the investigator's activities aimed at obtaining information, clarity, and the identity of the suspect and his evidence. Special abilities that must be possessed by investigators in the investigation process are also required in order to treat child suspects differently from treating adult suspects. In the case of criminal acts committed by children as perpetrators of sexual intercourse, those who can carry out investigations are child investigators. Based on the description above, this thesis raises the formulation of the problem as follows: (1) What are the investigators' considerations for continuing a criminal case of sexual intercourse with a child? and (2) What is the action of the investigator if there are no witnesses and other evidence in the case of the crime of sexual intercourse with a child? The writing of this thesis research uses an empirical juridical method, with a sociological juridical approach. The primary and secondary legal materials obtained by the author will be analyzed using qualitative descriptive research method analysis techniques. Based on the results of the study that the investigator in deciding the case deserves to go to the next stage or does not see from 2 things, namely sufficient evidence, at least 2 valid evidence to continue the case and examine whether the crime of sexual x intercourse committed by the child is a threat the prison sentence is less than 7 (seven) years and the perpetrator commits the crime for the first time or is a repeat of the crime (recidivism). In conducting the investigation, investigators also have several obstacles. In the study it is also stated that if the investigator does not find a witness or does not find other evidence, the investigator will stop the investigation of this case

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 052301
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pitoyo Widhi Atmoko
Date Deposited: 19 Jan 2024 03:17
Last Modified: 19 Jan 2024 03:17
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/209541
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
209541 REGINA ELANDA AVELINA.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item