Peluang Sektor Pekerjaan Perempuan di Indonesia.

Yuniashri, Erlyn and Dr. Susilo, SE., MS. and Setyo Tri Wahyudi, SE., M.Ec., Ph.D, (2023) Peluang Sektor Pekerjaan Perempuan di Indonesia. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bonus demografi dan tujuan pembangunan berkelanjutan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan angkatan kerja perempuan. Di Indonesia, ketimpangan keterlibatan angkatan kerja perempuan terhadap laki-laki tergolong tinggi. Pekerjaan angkatan kerja perempuan masih mendominasi pekerjaan sektor informal di bidang pertanian dan perdagangan. Hal ini menjadi sebuah problematika karena kedua bidang pekerjaan tersebut berpotensi terotomatisasi akibat adanya revolusi industri 4.0. Penelitian ini mengadopsi model regresi logistik biner dengan memanfaatkan data dari IFLS-5 dengan mengolah variabel usia, status pernikahan, upah, lama pendidikan, kelompok etnis, dan daerah tempat tinggal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, semakin tua usia angkatan kerja perempuan, berstatus menikah, dari kelompok etnis yang tidak berasal dari Pulau Jawa, dan bertempat tinggal di perdesaan memberikan peluang terhadap angkatan kerja perempuan untuk bekerja pada sektor informal. Sebaliknya, semakin lama angkatan kerja perempuan menempuh pendidikan maka tidak berpeluang untuk bekerja pada sektor informal. Sedangkan, tinggi rendah tingkat upah yang diterima angkatan kerja perempuan tidak berpengaruh terhadap peluang sektor pekerjaan perempuan. Pada variabel yang diasosiasikan, perempuan yang menikah dengan menempuh pendidikan baik lama maupun singkat dan perempuan yang bertempat tinggal di perdesaan dan menerima tingkat upah yang tinggi maupun rendah tidak berpengaruh terhadap peluang sektor pekerjaan perempuan. Keterbatasan perempuan dalam sektor pekerjaan memberikan implikasi bahwa pemerintah memiliki andil untuk melindungi angkatan kerja perempuan yang terdampak otomatisasi serta melindungi pekerja perempuan.

English Abstract

Demographic bonus and sustainable development goals are potential to push economic growth through the involvement of female labor force. In Indonesia, discrepancy in the involvement of male and female labor force is quite high. The dominating employments for female labor force are jobs in informal sector particularly in agriculture and trade. This might be problematic since the two job areas are very likely to be automated due to the industrial revolution 4.0. This research adopts the binary logistic regression model in processing data from IFLS-5 by incorporating variables of age, marital status, wage, length of education, ethnicity, and place of resident. This study finds that females who are older, married, not included in ethnical groups originating from Java, and live in rural area are very likely to work in informal sector. Then, those who have longer education are not very likely to work in the sector. The wage they receive do not determine their chances of working in informal sector. In terms of associated variable, females who are married and educated regardless the length and those who live in rural areas and receive any wage level are not necessarily assigned to certain sector of profession. The limitedness of females in job sector implies that the government should protect female workers and female labor force that might be affected by automation.

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: 0423020032
Uncontrolled Keywords: Sektor pekerjaan, Angkatan kerja perempuan, Regresi logistik biner
Subjects: 300 Social sciences > 330 Economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Unnamed user with username nova
Date Deposited: 04 Dec 2023 07:57
Last Modified: 04 Dec 2023 07:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/204956
[thumbnail of DALAM MASA EMBAGO] Text (DALAM MASA EMBAGO)
ERLYN YUNIASHRI.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item