Konstruksi Konsep Audit Etika Pada Organisasi Pemerintahan”.

Setiawaty, Agus and Prof. Dr. Unti Ludigdo,, SE, M. Si, Ak and Dr. Zaki Baridwan,, Ak, CA, CPA, CLI and Noval Adib,, SE, M, Si, Ph. D, Ak (2023) Konstruksi Konsep Audit Etika Pada Organisasi Pemerintahan”. Doktor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Isu-isu atas pelanggaran etika semakin marak dan menunjukkan tren kenaikan yang cukup mencengangkan. Bahkan, aksi pelanggaran etika oleh pejabat publik sering menjadi berita utama dan memeroleh sorotan tajam dari media dan masyarakat. Meski beragam strategi etika telah diciptakan, namun belum ada hasil nyata yang signifikan dalam memitigasi kontroversi pelanggaran etika. Penelitian ini menemukan bahwa cara efektif untuk memeroleh kembali kepercayaan masyarakat adalah dengan memulihkan kembali iklim etika melalui audit etika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis constructivism grounded theory (CGT) untuk menemukan dan merumuskan temuan berdasarkan data di lapangan. Informan dalam penelitian ini melibatkan auditor pemerintah baik internal maupun eksternal. Berdasarkan hasil analisis constructivism grounded theory, penelitian ini mengungkap adanya relevansi yang tinggi untuk menerapkan audit etika karena memberikan benefit bagi organisasi pemerintahan daerah dalam konteks menyediakan desain atas upaya penurunan pelanggaran etika, kerangka untuk mencapai good government governance dan strategi dalam membangun integrated continuous auditing. Penelitian ini juga menemukan bahwa audit etika dapat dilaksanakan secara efektif ketika terdapat prinsip-prinsip yang melibatkan model kepemimpinan etis, komitmen dan konsistensi, zero tolerance dan keberadaan dalam struktur. Temuan penting dalam penelitian ini juga merumuskan bentuk audit etika yang relevan dengan organisasi pemerintahan daerah di Indonesia yaitu audit budaya organisasi. Audit budaya organisasi dimaksudkan untuk mengevalusi kesehatan budaya pada organisasi pemerintahan daerah. Sehat tidaknya budaya organisasi dilihat dari hasil evaluasi atas sejauh mana budaya organisasi telah mempromosikan dan menjaga keberlangsungan praktik-praktik etis dan menghambat perilaku yang tidak beretika. Dalam pelaksanaan tersebut, audit etika akan melibatkan dua tujuan utama yaitu audit terhadap keberadaan dan fungsi infrastruktur etika dan audit terhadap nilai-nilai inti organisasi.

English Abstract

Issues regarding ethics violations are increasingly prevalent and exhibit an astonishing upward trend. In fact, violations by public officials often make headlines and receive sharp attention from the media and the public. Although various ethics strategies have been carried out, there have not been significant results in mitigating ethics violations. This study found that an effective way to regain public trust is to rediscover the ethical climate through ethics audits. This study uses constructivism grounded theory (CGT) analysis to find and formulate findings based on data in the field. Informants in this study involved government auditors, both internal and external. Based on the results of the analysis of constructivism theory, this study reveals that there is a high relevance for implementing audit ethics because it provides benefits for government organizations in the context of providing designs to reduce ethical transgression, a framework for achieving good governance and strategies for building integrated continous audit. This study also discovers that ethics audit could be implemented when there are principles that involve ethical leadership models, commitment and consistency, zero tolerance and presence in the structure. An important finding in this study also formulates a form of ethics audit that is relevant to organizations in Indonesia, namely the audit of organizational culture. Audit of organizational culture is intended to evaluate the health of culture in government organizations. The health of the organizational culture is seen from the assessment result of the extent to which organizational culture has promoted and maintained the sustainability of ethical practices and discouraged unethical behaviors. In this implementation, an ethics audit will involve two main objectives, namely an audit of the existence and function of the ethics infrastructure and an audit of the organization's core values.

Item Type: Thesis (Doktor)
Identification Number: 0623020003
Uncontrolled Keywords: audit etika, kecurangan, budaya etis, kesehatan budaya
Subjects: 300 Social sciences > 330 Economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Unnamed user with username nova
Date Deposited: 03 Nov 2023 07:23
Last Modified: 03 Nov 2023 07:23
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/204316
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Agus Setiawaty.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item