Interaksi Sosial Pada Rantai Pemasaran Susu Segar (Studi Kasus Di Koperasi Unit Desa Karangploso)

Utomo, Wahyu and Anie Eka Kusumastuti,, S.Pt., MP., M.Sc. and Dr. Siti Azizah,, S.Pt., M.Sos., M.Commun (2022) Interaksi Sosial Pada Rantai Pemasaran Susu Segar (Studi Kasus Di Koperasi Unit Desa Karangploso). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang dibutuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain untuk mengembangkan hubungan pertukaran. Usaha distribusi susu segar yang terjadi di Kabupaten Malang para pelaku distribusi seperti peternak, Koperasi Unit Desa (KUD), Industri Pengelohan Susu (IPS), pengepul selaku perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir membutuhkan strategi pemasaran dalam kegiatannya. Produsen atau pemasok susu segar ini harus memiliki jaringan atau hubungan dengan distributor maupun ke konsumen langsung yang juga harus didasari hubungan sosial yang baik dan saling percaya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah dari beberapa desa sentra agribisnis susu segar di sekitar wilayah KUD Karangploso. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi sosial pada rantai pemasaran susu segar. Harapannya adalah agar dapat memperbaiki kerja sama dalam hubungan kerja sama dalam rantai pemasaran susu segar khususnya di wilayah KUD Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-November 2022. Informan penelitian ini adalah peternak sapi perah dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki pengalaman satu tahun lebih dan informan tambahan dari petugas KUD Karangploso dan petugas PT. Nestle indonesia. Pengumpulan data menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan data sekunder diperoleh dari dokumen yang relevan. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah pendekatan interaksi sosial. Bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan dan bahkan dapat juga berbentuk pertentangan atau pertikaian dan akomodasi. Sifat untuk terjadinya interaksi sosial menjadi dua, yaitu asosiatif dan desosiatif selanjutnya data akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran susu segar di wilayah Kecamatan Karangploso yaitu: (1) peternak – konsumen oleh peternak Bapak Wartono dan Bapak Agus; (2) peternak – pengepul – pedagang STMJ – konsumen oleh peternak Bapak Sujarwo; (3) peternak – pedagang STMJ – konsumen oleh peternak Bapak Wartono; dan (4) peternak – KUD Karangploso – PT. Nestle Indonesia oleh peternak Bapak Sujarwo, Bapak Sahlin, Bapak Jaelani, Bapak Wartono, Bapak Saturi, dan Bapak Agus. Interaksi sosial yang terbentuk pada pemasaran susu segar oleh peternak sapi perah di wilayah KUD Karangploso yaitu interaksi sosial antar peternak karena terbentuk adanya hubungan organisasi antar anggota KUD Karangploso. Interaksi sosial peternak sapi perah dengan pihak KUD Karangploso terbentuk karena kerja sama dalam pemasaran susu segar. Interaksi sosial anatar pihak KUD Karangploso dengan pihak PT. Nestle Indonesia berbentuk kerja sama dalam pendistribusian susu segar atas dasar kerja sama kontrak. Perlu diadakan pengawasan pihak KUD Karangploso terhadap saluran pemasaran yang dilakukan oleh anggotanya dan anggota KUD Karangploso harus mengetahui aturan yang telah ditetapkan oleh KUD Karangploso. Pihak KUD Karangploso perlu melakukan pengawasan ke anggotanya jika terdapat peternak menjual susu segar selain ke KUD Karangploso. Peternak sapi perah sebagai anggota KUD Karangploso harus mengetahui aturan yang telah ditetapkan oleh KUD Karangploso.

English Abstract

This research was conducted in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency as one of the several village agribusiness centers for fresh milk around the KUD Karangploso area. The purpose of this study was to determine social interaction in the fresh milk marketing chain. The hope is to be able to improve cooperation in cooperative relations in the marketing chain of fresh milk, especially in the KUD Karangploso area, Malang Regency. Data collection uses primary data through interviews, observation, documentation and secondary data obtained from relevant documents. The theoretical approach used is the social interaction approach. Forms of social interaction can be in the form of cooperation, competition and can even be in the form of conflict or conflict and accommodation. There are two characteristics for the occurrence of social interaction, namely associative and desociative, then the data will be analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the social interaction that was formed in the marketing of fresh milk by dairy farmers in the Karangploso KUD area was social interaction between farmers because there was an organizational relationship between members of the Karangploso KUD. The social interaction of dairy farmers with the KUD Karangploso was formed due to cooperation in marketing fresh milk. Social interaction between KUD Karangploso and PT. Nestle Indonesia is in the form of cooperation in the distribution of fresh milk on the basis of contractual cooperation.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0523050145
Uncontrolled Keywords: rantai pemasaran, interaksi sosial .- marketing chain, social interaction
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 19 May 2023 01:34
Last Modified: 19 May 2023 01:34
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/199855
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
WAHYU UTOMO.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2025.

Download (1MB)

Actions (login required)

View Item View Item