Strategi Pengembangan Pemberdayaan Wilayah Sebagai Tugas Pokok TNI AL Dalam Mendukung Ketahanan Nasional ( Studi Kasus Wilayah Kabupaten Malang ).

Krisdiono, Eko and Prof. Dr. Ir. Zaenal Fanani, MS and Prof.Dr. Moeljadi, SE.,SU.,M.Sc and Dr. Drs. Tjahjanulin Domai, MS (2019) Strategi Pengembangan Pemberdayaan Wilayah Sebagai Tugas Pokok TNI AL Dalam Mendukung Ketahanan Nasional ( Studi Kasus Wilayah Kabupaten Malang ). Doktor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kabupaten Malang mempunyai 6 Kecamatan yang terletak di wilayah pesisir. Potensi perikanan tangkap menurut BPS tahun 2016 menghasilkan 11.318,93 ton. Produksi ikan Kabupaten alang didominasi ikan pelagis kecil dan pelagis besar dengan hasil tangkapan ikan tertinggi adalah ikan Cakalang sebanyak 3.169.65 ton. Salah satu kawasan pesisir tersebut adalah kawasan Pesisir Sendang Biru, Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, merupakan daerah pesisir pantai dengan wilayah pantainya berhadapan dengan Pulau Sempu. Secara geografis Dusun Sendang Biru berada pada koordinat 8°26 - 8°30 lintang selatan dan 112°38 - 112°43 bujur timur. Dusun Sendang Biru termasuk bagian dari Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Jarak dari kota Malang menuju dusun ini sekitar 79 km. Dusun Sendang Biru merupakan daerah pesisir pantai dengan wilayah pantainya berhadapan dengan pulau Sempu. Secara geografis dusun Sendang Biru berada pada koordinat 8º 26 - 8º 30 Lintang Selatan dan 112º38 - 112º43 Bujur Timur. Keadaan topografi dusun Sendang Biru merupakan daerah dengan bukit-bukit kecil yang memiliki jumlah cukup banyak. Pantai yang ada di dusun Sendang Biru sebagian berupa pantai berpasir dan sebagian pantai berkarang. Tujuan Penelitian adalah untuk Memberikan gambaran perumusan strategi pemberdayaan wilayah di Sendang Biru wilayah Kabupaten Malang Memberikan analisis penentuan prioritas strategi pengembangan pemberdayaan wilayah pertahanan laut di Sendang Biru wilayah Kabupaten Malang. Memberikan implementasi strategi pengembangan pemberdayaan wilayah guna menghadapi ancaman keamanan laut di wilayah Kabupaten Malang. memberikan model evaluasi terhadap strategi pengembangan pemberdayaan wilayah di wilayah Kabupaten Malang. Metode penelitian adalah menggunakan penelitian Diskriptif Kualitatifsebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis yang bersifat data penelitian ini dapat disajikan dalam bentuk diagram input, proses dan output yang menggambarkan proses penelitian mulai dari mendapatkan data, memproses data hingga menganalisa dan mengevaluasi hasil / output data penelitian process dilaksanakan sebuah analisis dan strategi pengembangan pemberdayaan pemberdayaan wilayah dalam mendukung tugas pokok TNI AL serta ketahanan nasional. Pada proses ini semua unsur dan variabel sebagai suatu sistem dimasukkan sebagai variabel yang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Perumusan strategi pengembangan pemberdayaan wilayah laut di wilayah Sendang Biru Kabuparen Malang yang terpilih dengan kondisi saat ini adalah Strategi W-O (Weakness – Opportunities) yang memanfaatkan peluang (Opportunities) untuk mengatasi kelemahan (Weakness), antara lainMemanfaafkan peluang kebijakan MEF TNI AL dengan peningkatan Kemampuan Posal Sendang Biru, Strategi Operasi Kamla, Kebijakan. Pemerintah melalui dinas kesehatan dan TNI AL dalam melaksanakan progam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Sendang Biru, Meningkatkan volume pelayaran dengan Kebijakan tol laut oleh pemerintah dan memberdayakan infrastruktur dermaga pelabuhan umum guna meningkatkan perekonomian masyarakat Sendang Biru, Meningkatkan pariwisata maritim dan industri maritim di sektor perikanan dengan kebijakan pemerintah dan pemberdayaan masyarakat maritim serta potensi maritim , Memanfaatkan Perairan Sendang Biru sebagai daerah latihan militer

English Abstract

Malang Regency has 6 sub-districts located in coastal areas. The potential of capture fisheries according to BPS in 2016 produced 11,318.93 tons. Fish production in Alang Regency is dominated by small pelagic fish and large pelagic with the highest fish catches being 3,169.65 tons of Cakalang fish. One of the coastal areas is the Sendang Biru Coastal Area, Sendang Biru Hamlet, Tambakrejo Village, Sumber Manjing Wetan Subdistrict, Malang Regency, which is a coastal area with coastal areas facing Sempu Island. Geographically, Sendang Biru Hamlet is located at coordinates 8 ° 26 - 8 ° 30 latitude south and 112 ° 38 - 112 ° 43 east longitude. Sendang Biru hamlet is included in the part of Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, East Java Province. The distance from Malang to the village is around 79 km. Sendang Biru Hamlet is a coastal area with coastal areas facing Sempu Island. Geographically, the Sendang Biru hamlet is at coordinates 8º 26 - 8º 30 South Latitude and 112º38 - 112º43 East Longitude. The topography of the Sendang Biru hamlet is an area with small hills that have quite a large number. The beaches in Sendang Biru hamlet are in the form of sandy beaches and some rocky beaches. The aim of the study was to provide an overview of the formulation of regional empowerment strategies in Sendang Biru, Malang Regency. Providing an analysis of the prioritization of strategies for developing the empowerment of marine defense areas in Sendang Biru, Malang Regency. Providing an implementation of a strategy to develop regional empowerment to deal with marine security threats in Malang Regency. provide an evaluation model of the strategy for developing regional empowerment in Malang Regency. The research method is using Qualitative Descriptive research as a research procedure that produces descriptive data in the form of written words that are data research. This research can be presented in the form of input, process and output diagrams that describe the research process starting from obtaining data, processing data to analyzing and evaluating results / output data process research carried out an analysis and development strategy for empowering regional empowerment in supporting the main tasks of the Navy and national security. In this process all elements and variables as a system are included as variables that interact with each other. The formulation of the strategy for the development of marine area empowerment in the Sendang Biru area of Malang Regency selected with current conditions is a WO (Weakness - Opportunities) Strategy that uses opportunities (Opportunities) to overcome weaknesses (Weakness). Posal Sendang Biru, Kamla Operations Strategy, Government Policy through the health department and the Navy in implementing the program to improve the public health level of Sendang Biru, Increase the volume of shipping by sea toll policy by the government and empower public port dock infrastructure to improve the economy of Sendang Biru. community, Increase tourism maritime and maritime industry in the fisheries sector with government policies and the empowerment of maritime communities and maritime potential, Utilizing the waters of Sendang Biru as a military training area

Item Type: Thesis (Doktor)
Identification Number: DIS/355.03/KRI/s/2019/061909661
Uncontrolled Keywords: Pemberdayaan wilayah, SWOT, Analitic Network Process (ANP), Intrepretative Structur Model (ISM), Balance Core Card (BSC), Regional Empowerment, SWOT, Analytical Network Process (ANP), Intrepretative Structural Model (ISM), Balance Core Card (BSC).
Subjects: 300 Social sciences > 355 Military science > 355.03 Military situation and policy
Divisions: S2/S3 > Doktor Ilmu Hukum, Fakultas Hukum
Depositing User: Zainul Mustofa
Date Deposited: 20 Oct 2022 07:26
Last Modified: 20 Oct 2022 07:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/195861
[thumbnail of Eko Krisdiono.pdf] Text
Eko Krisdiono.pdf

Download (6MB)

Actions (login required)

View Item View Item