Justifikasi Intervensi Internasional Dalam Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Muslim Uighur Di China

Visiaran, Arsa and Ikaningtyas, S.H., LL.M and Anak Agung Ayu Nanda Saraswati, S.H., M.Hs (2020) Justifikasi Intervensi Internasional Dalam Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Muslim Uighur Di China. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pada skripsi ini, peneliti mengangkat permasalahan terkait justifikasi adanya intervenasi internasional dalam kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap muslim Uighur di China. Masyarakat internasional secara gencar menyatakan bahwa China melakukan pelanggaran berat Hak Asasi Manusia terhadap warganya, dalam hal ini etnis muslim Uighur. Beberapa organisasi internasional bahkan telah membuat laporan terkait adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia di China. Terkait hal tersebut, China terus menolak tuduhan itu dan menyatakan bahwa kamp yang ada merupakan kamp untuk kepentingan pendidikan vokasi dan edukasi ulang. Beberapa media internasional telah berhasil membongkar situasi mengerikan dalam kamp dan perlakuan berbeda petugas kepada para jurnalis. Meskipun adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia tidak diakui oleh China namun masyarakat internasional menyatakan bahwa diperlukan intervensi untuk memperbaiki situasi krisis kemanusiaan yang terjadi di China. Masyarakat internasional memandang bahwa intervensi internasional merupakan satu-satunya cara untuk melindungi Hak Asasi Manusia saat negara dianggap melakukan impunitas. Intervensi internasional sendiri merupakan tindakan yang dihindari oleh sebagian besar negara dan dianggap menyalahi prinsip hukum umum. Intervensi internasional juga dipandang bertentangan dengan peraturan hukum internasional sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, peneliti mengangkat rumusan masalah: (1) Apakah bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan Pemerintah China terhadap muslim Uighur di China? (2) Apakah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Pemerintah China terhadap muslim Uighur dapat menjadi dasar justifikasi adanya intervensi internasional? Kemudian peneliti menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan memakai tiga jenis pendekatan yaitu statute approach, conceptual approach dan juga case approach. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Bahan hukum tersebut akan dianalisa menggunakan metode interpretasi gramatikal dan interpretasi sistematis dengan menafsirkan arti kata-kata yang terkandung dalam peraturan dan juga menafsirkan pasal satu dengan lainnya. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada. Bahwa larangan dilakukannya intervensi internasional memiliki beberapa pengecualian antara lain pengecualian karena urgensi kemanusiaan. Dalam hal ini intervensi internasional dapat dilakukan bila terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia berat dan pemerintah dari negara yang bersangkutan terbukti unable atau unwilling dalam menangani permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, China terbukti unwilling dalam mengatasi permasalahan Hak Asasi Manusia di negaranya. Selain itu berdasarkan interpretasi gramatikal, intervensi internasional yang dimaksud dalam kasus ini tidak melanggar ketentuan apapun dalam hukum internasional dan karena hal tersebut maka dilakukannya intervensi ini terhadap China dapat dijustifikasi

English Abstract

In this undergraduate thesis, the researcher raises issue related to the justification of international intervention in the case of human rights violations towards Uighur Muslims in China. International community has aggressively stated that China committed gross human rights violations against its citizens, in this case, ethnic muslim Uighurs. Some international organizations have even made reports related to the human rights violations in China. Related to this, China continues to reject the allegations and states that the existing camps are for the benefit of vocational education and re-education. Some international medias have succeeded in exposing horrible situation in the camp and the distinct treatment of officers to the journalists. Although the human rights violations are not recognized by China, the international community states that interventions are needed to improve the situation of the humanitarian crisis hat occurred in China. The international community considers that international intervention is the only way to protect the human rights when the state is considered to impunity. International intervention itself is an action that is avoided by most countries and is considered to violate the general legal principles. International interventions are also seen to be in conflict with the rules of international law as stated in the UN Charter. Based on the issue above, the researcher formulates the problems: (1) What are the forms of human rights violations commited by the China Government towards Uighur Muslims in China? (2) Can the human rights violations committed by China Government towards Uighur Muslims be the basis of justification for international intervention? The researcher used a juridical-normative research method by using three types of approaches, those approaches are statute approach, conceptual approach and case approach. The legal materials used are consist of primary, secondary and tertiary legal material. The legal material will be analysed using the method of grammatical interpretation and systematic interpretation by interpreting the meaning of the words contained in the regulations and also interpreting the articles with one another. From the results of the research, the researcher obtained answers to existing problems. That the prohibition on international interventions has several exceptions and are due to humanitarian urgency. In this case, international intervention can be carried out if there is a gross violation of human rights and the government of the concerned state is proven unable and/or unwilling to deal with the problem. Based on this research, China is proved to be unwilling to overcome the human rights issues in its country. In addition, based on the grammatical interpretation, the international interventions referred to in this case do not violate any provisions in international law and because of this, the intervention against China can be justified

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520010341
Subjects: 300 Social sciences > 340 Law
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 13 Oct 2022 06:26
Last Modified: 13 Oct 2022 06:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/195633
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Arsa Visiarani (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item