Pertumbuhan Populasi Dan Perkembangan Corcyra Cephalonica (Stainton) Pada Tiga Varietas Jagung

Utami, Aisyah Puteri and Dr. Ir. Ludji Pantja Astuti,, MS. and Dr. Akhmad Rizali,, S.P., M.Si. (2020) Pertumbuhan Populasi Dan Perkembangan Corcyra Cephalonica (Stainton) Pada Tiga Varietas Jagung. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Jagung merupakan komoditas penting penghasil protein dan karbohidrat setelah tanaman padi di Indonesia. Komoditas jagung umumnya disimpan dalam bentuk pipil yaitu jagung yang sudah tua, kering, dan ditanggalkan dari tongkolnya, dan jarang disimpan di penyimpanan dalam bentuk klobot. Serangga Corcyra cephalonica (Stainton) adalah salah satu jenis hama pascapanen yang menyerang biji jagung dalam penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji interaksi varietas dan bentuk jagung terhadap pertumbuhan populasi dan perkembangan C. cephalonica. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan November 2019 hingga Mei 2020. Rerata suhu harian 27,12°C dan kelembapan harian 71,58%. Penelitian ini disusun secara faktorial dengan mengombinasikan varietas jagung sebagai faktor pertama dan bentuk butiran jagung sebagai faktor kedua. Jagung yang digunakan terdiri dari 3 varietas, yaitu Srikandi ungu (jagung ungu), Sukmaraga (jagung kuning), dan Anoman (jagung putih). Bentuk jagung terdiri dari tiga bentuk ialah, butiran utuh, butiran pecah, dan tepung, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Variabel yang diamati pada pertumbuhan populasi adalah jumlah larva, pupa, awal kemunculan imago, jumlah imago jantan, dan imago betina. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertumbuhan populasi dari 100 butir telur C. cephalonica yang diinfestasikan ke dalam tabung perlakuan (ø=8 cm, t=7,5 cm) yang berisi 100 g pakan sesuai perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan perkembangan meliputi stadium telur, stadium larva, stadium pupa, lama hidup imago jantan dan betina, praoviposisi, oviposisi, pascaoviposisi, fekunditas, dan fertilitas. Penelitian dilakukan dengan mengamati perkembangan C. cephalonica telur hasil imago pertumbuhan populasi yang diletakkan pada hari yang sama diambil sebanyak 10 butir telur, kemudian larva yang baru menetas dari telur diinfestasikan ke dalam tabung kecil (ø= 3 cm, t= 4 cm) yang berisi 6 g pakan sesuai perlakuan, dan diulang sebanyak 10 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi dan perkembangan C. cephalonica tidak dipengaruhi oleh interaksi antara varietas dan bentuk butiran jagung, tetapi dipengaruhi oleh faktor bentuk butiran jagung. Hasil dari pengamatan pertumbuhan populasi C. cephalonica menunjukkan bahwa bentuk butiran jagung yang berbeda berpengaruh nyata terhadap jumlah larva, pupa, awal kemunculan imago, jumlah imago jantan dan betina. Pertumbuhan populasi C. cephalonica lebih tinggi pada bentuk butiran pecah dan tepung, dibandingkan bentuk butiran utuh. Hasil dari perkembangan C. cephalonica menunjukkan bahwa bentuk butiran jagung yang berbeda berpengaruh nyata terhadap stadium larva, lama hidup imago jantan dan ii betina, sebaliknya tidak berbeda nyata terhadap stadium telur, pupa, praoviposisi, oviposisi, pascaoviposisi, fekunditas dan fertilitas C. cephalonica. Perkembangan C. cephalonica lebih cepat pada jagung bentuk butiran pecah dan tepung, dibandingkan bentuk butiran utuh

English Abstract

Corn is an important commodity that produce protein and carbohydrate after rice plants in Indonesia. Corn commodities is generally stored in old and kernels and separated from their cobs, and barely stored in the form of corncob. Corcyra cephalonica (Stainton) is a post-harvest pest that attacks corn seeds in the storage. This research assessed interaction varieties and form of corn on the population growth and development of C. cephalonica. The research was conducted at the Plant Pests Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Brawijaya University in November 2019 to May 2020. The average daily temperature was 27.12°C and humidity was 71.58%. This research was arranged factorially by combining corn varieties as the first factor, and form of corn as the second factor. Corn consist of three i.e. varieties, Srikandi (purple corn), Sukmaraga (yellow corn), and Anoman (white corn). The form of corn consists of three form i.e. whole, broken, and flour, so there are nine treatment combinations. The research was arranged in a Complete Randomized Design with two factors. Observed variables of population growth were number of larvae, pupae, first emergence of adult, number of male, and female adult. Observation of population growth was done by 100 eggs C. cephalonica were infested into a treatment tube (ø = 8 cm, t = 7.5 cm), containing 100 g diet according to the treatment, and repeated three times. Observed of development was done by 10 eggs lain on the same day by newly adult from population growth were infested into a small tube (ø= 3 cm, t= 4 cm), which contained 6 g of diet according to the treatment, and repeated 10 times. The results showed that population growth and development C. cephalonica was not influenced by the interaction between varieties and the form of the corn grain, but it was influenced by the form factor of the corn grain. The results of observation to the population growth of C. cephalonica showed that the different form of corn grains had a significant effect on the number of larvae, pupae, early appearance of adult, number of male and female adult. Population growth of C. cephalonica was higher in the form of broken grains and flour, compared to the form of whole grains. The results of the development of C. cephalonica showed that the different form of corn grains had a significant effect on the stadium of larval, longevity of male and female adult, but it was not significantly affected the stadium of egg, pupae, preoviposition, oviposition, postaoviposition, fecundity and fertility of C. cephalonica. Development C. cephalonica was faster in broken and flour, compared to whole form

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520040035
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests > 632.6 Animal pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 30 Sep 2022 01:49
Last Modified: 30 Sep 2022 01:49
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/195192
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Aisyah Puteri Utami.pdf
Restricted to Registered users only until 31 March 2023.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item