Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Kawasan Pantai Selatan Di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur

Gunawan, Moh. Indra and Prof. Dr. M. Pudjihardjo,, SE., MS, and Prof. Devanto Shasta Pratomo,, SE., M.Si., Ph.D. (2020) Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Kawasan Pantai Selatan Di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ekowisata merupakan suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan tujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Ekowisata (ecotourism) adalah suatu bentuk wisata berbasis alam yang berupaya melestarikannya secara ekologis, sosial budaya, dan ekonomi dengan menyediakan kesempatan penghargaan dan pembelajaran tentang lingkungan alami atau unsur-unsur lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan dan tingkat sensitivitas atribut-atribut sebagai faktor pengungkit masing-masing dimensi serta menyusun strategi dalam meningkatkan status pengembangan ekowisata pantai Ngliyep, pantai Ungapan, dan pantai Balaikambang di Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan positivistik kuantitatif dengan mengambil lokasi pada kawasan pantai masing- masing adalah pantai Ngliyep, pantai Ungapan, dan pantai Balaikambang yang berada di Kabupaten Malang. Pengukuran terhadap pengembangan ekowisata pantai Ngliyep, pantai Ungapan, dan pantai Balaikambang di Kabupaten Malang dilakukan dengan menetapkan 5 (lima) dimensi ekowisata berkelanjutan beserta atribut yang menyertainya. Dimensi-dimensi tersebut masing-masing adalah Dimensi Lingkungan, Dimensi Ekonomi, Dimensi Sosial & Budaya, Dimensi Aksesibilitas & Utilitas, dan Dimensi Kelembagaan. Pengumpulan data menggunakan teknik kuisioner yang didistribusikan kepada pakar (judgment expert) yang berjumlah 25 orang. Kuisioner didistribusikan pada 5 orang pakar untuk masing-masing dimensi sesuai kompetensi yang dimiliki. Metode analisis data menggunakan metode Multi Dimensional Scaling (MDS) pendekatan Rap- EcoBeach (Modifikasi RAPFISH). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa status pengembangan ekowisata berkelanjutan secara multidimensi menunjukkan bahwa Pantai Ngliyep memiliki status kurang berkelanjutan, sedangkan Pantai Balaikambang dan Pantai Ungapan masing-masing memiliki status cukup berkelanjutan. Sementara itu, status pengembangan ekowisata berkelanjutan untuk masing-masing dimensi adalah sebagai berikut: (1) Dimensi lingkungan menunjukkan bahwa Pantai Ngliyep dan Pantai Ungapan cukup berkelanjutan, sedangkan Pantai Balaikambang berkelanjutan; (2) Dimensi ekonomi menunjukkan bahwa Pantai Ngliyep dan Pantai Ungapan memiliki status kurang berkelanjutan, sedangkan Pantai Balaikambang cukup berkelanjutan; (3) Dimensi sosial dan budaya, menunjukkan bahwa secara keseluruhan ketiga lokasi baik Pantai Ngliyep, Pantai Balaikambang, dan Pantai Ungapan cukup berkelanjutan; (4) Dimensi aksesibilitas dan utilitas, menunjukkan bahwa Pantai Ngliyep memiliki status kurang berkelanjutan, sedangkan Pantai Balaikambang dan Pantai Ungapan cukup berkelanjutan; dan (5) Dimensi kelembagaan, menunjukkan bahwa Pantai Ngliyep memiliki status kurang berkelanjutan, sedangkan Pantai Balaikambang dan Pantai Ungapan cukup berkelanjutan. Hasil penelitian juga menyebutkan bahwa atribut- viii atribut sensitif masing-masing dimensi sebagai faktor pengungkit status keberlanjutan pengembangan ekowisata pantai Ngliyep, pantai Ungapan, dan pantai Balaikambang di Kabupaten Malang adalah sebagai berikut: (1) Atribut- atribut sensitif dimensi lingkungan, yakni: kemiringan pantai, lebar pantai, biota berbahaya, dan kecepatan arus; (2) Atribut-atribut sensitif dimensi ekonomi, yakni: pengembangan produk lokal, pengembangan jasa wisata lain, diversifikasi usaha, dan peluang pekerjaan; (3) Atribut-atribut sensitif dimensi sosial dan budaya, yakni: kebersihan lingkungan, muatan edukasi, dan penerapan sains dan teknologi; (4) Atribut-atribut sensitif dimensi aksesibilitas dan utilitas, yakni: air bersih, akses komunikasi, fasilitas kesehatan, akses informasi, pemasaran wisata, dan akses transportasi; dan (5) Atribut-atribut sensitif dimensi kelembagaan, yakni: PERDA Kabupaten, peran LITBANG, regulasi pemerintah pusat, PERDA Provinsi, peran institusi pemerintah, dan peran pihak swasta. Selanjutnya, strategi untuk meningkatkan status pengembangan ekowisata berkelanjutan kawasan pantai selatan di Kabupaten Malang dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan terhadap atribut-atribut sensitif dari masing-masing dimensi

English Abstract

Ecotourism is a concept of sustainable tourism development for supporting environmental (natural and cultural) environment preservation efforts and increasing people’s participation in the management so that economic benefits are provided for the local communities. The natural-based tourism strives to preserve the nature in terms of ecology, social and culture, and economy by providing opportunities for awards and learning about natural environments or other elements. The objective of this study is to analyze the sustainability status and the sensitivity level of its attributes as the leveraging factors of each dimension and to design a strategy to improve the status of ecotourism development in Ngliyep, Ungapan, and Balaikambang beaches in Malang regency. This analytical descriptive research uses quantitative positivistic approach conducted in beach regions of Ngliyep, Ungapan, and Balaikambang in Malang regency. The measurement of the ecotourism development of Ngliyep, Ungapan, and Balaikambang beaches was conducted by using the five dimensions of sustainable ecotourism along with their accompanying attributes. The dimensions are environment, economy, social and culture, accessibility and utility, and institution. The data was collected from questionnaires distributed to 25 judgment experts; each of the five dimensions is represented by five experts, selected based on their competencies. The data was analyzed using Multi-Dimensional Scaling (MDS) with Rap-EcoBeach (modified RAPFISH) approach. The results of the analysis conclude that, multidimensionally, the sustainable ecotourism development statuses of the beaches are poor for Ngliyep and fair for Balaikambang and Ungapan. Further, (1) the environmental sustainability is fair for Ngliyep and Ungapan and good for Balaikambang; (2) the economic sustainability is poor for Ngliyep and Ungapan and fair for Balaikambang; (3) the social and cultural sustainability is fair for all beaches; (4) the accessibility and utility sustainability is poor for Ngliyep and fair for Balaikambang and Ungapan; and (5) the institutional sustainability is poor for Ngliyep and fair for Balaikambang and Ungapan. The results also indicate the sensitive attributes of each dimension as the leveraging factors for the sustainable ecotourism development statuses of the Ngliyep, Ungapan, and Balaikambang beaches of Malang regency as follows. (1) The sensitive attributes of environmental dimension are beach land inclination, coastline length, dangerous biota, and wave velocity. (2) The sensitive attributes of economic dimension are local product development, other tourism services development, business diversification, and job opportunities. (3) The sensitive attributes of socio-cultural dimension are environmental cleanliness, educational content, and science and technology application. (4) The sensitive attributes of x accessibility and utility dimension are clean water, communication access, health facilities, information access, tourism marketing, and transportation access. (5) The sensitive attributes of institutional dimension are regency government regulation, the role of research and development, central government regulation, provincial government regulation, the role of government institution, and the role pf private sector. Furthermore, the status of the sustainable ecotourism development in southern beach regions of Malang regency can be improved by enhancing the sensitive attributes of each dimension

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/338.479 1/FE/p/2018/042002754
Uncontrolled Keywords: Ekowisata, Pantai, Keberlanjutan, Rap-EcoBeach, Dimensi, Atribut, Status, dan Sensitif, ecotourism, beach, sustainability, Rap-EcoBeach, dimensions, attributes, statuses, sensitive
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.4 Secondary industries and services > 338.47 Services and specific products > 338.479 1 Services and specific products (Geography and travel)
Divisions: S2/S3 > Magister Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 25 Aug 2022 06:23
Last Modified: 25 Aug 2022 06:23
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/193582
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
MOH. INDRA GUNAWAN.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item