Potensi Tepung Maggot (Hermetia Illucens) Yang Berasal Dari Black Soldier Fly Dalam Formulasi Pakan Untuk Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.)

Azizah, Ayu Azkiyah (2019) Potensi Tepung Maggot (Hermetia Illucens) Yang Berasal Dari Black Soldier Fly Dalam Formulasi Pakan Untuk Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Selama ini, sumber protein produk pakan untuk ikan sangat bergantung pada tepung ikan. Padahal harga tepung ikan semakin mahal. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain sebagai sumber protein sebagai pengganti tepung ikan. Maggot atau larva dari lalat black soldier fly (Hermetia illucens) merupakan salah satu alternatif pakan yang memenuhi persyaratan sebagai sumber protein. Maggot adalah salah satu pakan alternatif yang dipilih oleh para pembudidaya. Istilah maggot adalah penamaan yang ditunjukkan bagi larva lalat black soldier. Insekta dilaporkan memiliki efisiensi konversi pakan yang tinggi dan dapat dipelihara serta diproduksi secara massal. Faktor lain yang menguntungkan adalah sumber protein berbasis insekta tidak berkompetisi dengan manusia sehingga sangat sesuai digunakan untuk bahan pakan ternak, termasuk unggas dan juga ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis media budidaya maggot terhadap pertumbuhan, kandungan nutrisi, dan asam amino pada maggot, serta mengetahui pengaruh substitusi tepung maggot terhadap tepung ikan sebagai sumber protei utama pada formulasi pakan ikan mas. Tahap pertama penelitian ini adalah budidaya maggot dilakukan selama kurang lebih 25 hari pada media limbah organik, ampas tahu, dan tepung pollard untuk memperoleh, biomass maggot dan kandungan nutrisi maggot terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan berdasarkan kandungan pakan percobaan dengan iso protein 33% dan iso energi 2.877,8 kkal/kg. Tahap ke dua dengan lima perlakuan substitusi tepung maggot terhadap tepung ikan,dengan perlakuan A (0%), B (25%), C (50%), D (75%) dan E (100%). Paremeter utama yang diamati meliputi kelulushidupan (survival rate), laju pertumbuhan spesifik (specific growth rate), rasio konversi pakan (feed convertion ratio), rasio efisiensi protein (protein efficiency ratio), retensi protein, retensi energi, daya cerna protein, dan daya cerna energi. Hasil penelitian tahap pertama adalah budidaya maggot dengan media terbaik yaitu pada tepung pollard, dengan rata-rata berat biomass 263,16 g, dengan kandungan nutrisi sebesar protein 54,34%, lemak 16,02%, abu 10,00%, dan serat kasar 10,83%. Hasil penelitian tahap dua menunjukkan bahwa penggunaan substitusi tepung maggot dalam pakan tidak memberikan pengaruh terhadap kelulushidupan ikan mas, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik 45%; 2,16 BB/hari; 44% untuk rasio konversi pakan 1,94, 52% untuk rasio efisiensi protein 1,65; 44,72% untuk retensi protein 18,80%; 48,5% untuk retensi energi 12,73%; 49% untuk daya cerna protein 82,77% dan 43,28% untuk daya cerna energi 77,01%. Berdasarkan penelitian ini dapat disarankan bahwa penggunaan tepung maggot yang berasal dari media tepung pollard sebagai sumber protein dalam formulasi pakan ikan Mas (Cyprinus carpio L.) yang dapat disubtitusikan sebesar 46,64% terhadap tepung ikan.

English Abstract

The success of hatchery business is determined by the provision of feed that is in accordance with the quality, quantity, and accuracy in the administration. So far, a source of protein for fish feed is needed in fish meal. While the price of fish meal is increasingly expensive. Therefore another alternative is needed as a source of protein instead of fish meal. Maggots or larvae from black fly (Hermetia illucens) are one alternative feed that meets the requirements as a source of protein. Maggots are one of the alternative feeds chosen by farmers. The term maggot is a naming intended for fly larvae of black warriors. Support for high feed conversion and can be maintained with mass support. Another advantageous factor is that insect-based protein sources do not compete with humans which are very suitable for use in animal feed ingredients, including poultry and fish. The purpose of this research was to determine the differences in the types of maggot cultivation media on growth, nutrient content, and amino acids in maggots, and to determine the effect of maggot meal substitution on fish meal as the main source of protein in carp feed formulations. The first step of this research was that maggot cultivation was carried out for approximately 25 days in organic waste media, tofu waste, and pollard meal to obtain, maggot biomass and the best nutrient content of maggot. The experimental design used was a completely randomized design with five treatments and three replications based on the content of the experimental feed with 33% iso protein and iso energy 2.877,8 kcal/kg. The second step with five treatments for substituting maggot flour for fish meal, with treatments A (0%), B (25%), C (50%), D (75%) and E (100%). The main parameters observed included survival rate, specific growth rate, feed conversion ratio, protein efficiency ratio, protein retention, energy retention, protein digestibility, and power energy digestion. The results of the first phase of the study were cultivation of maggot with the best media, namely pollard meal, with an average biomass weight of 263.16 g, with a nutrient content of 54.34% protein, 16.02% fat, 10.00% ash, and fiber roughly 10.83%. The results of the second phase study showed that the use of maggot meal substitution in feed did not have an effect on the survival of carp, but had a very significant effect on the specific growth rate of 45%; 2.16 BB / day; 44 % for feed conversion ratio 1.94, 52% for protein efficiency ratio 1.65; 44.72% for protein retention of 18.80%; 48,5% for 12.73% energy retention; 49% for protein digestibility of 82.77% and 43.28% for energy digestibility of 77.01%. Based on this study it can be suggested that the use of maggot meal derived from pollard meal media as a source of protein in the feed formulation of Carp (Cyprinus carpio L.) which can be substituted is 46,64% for fish meal.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/639.3/AZI/p/2019/041904794
Uncontrolled Keywords: Tepung Maggot (Hermetia illucens), Black Soldier Fly, Pakan Ikan Mas
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates
Divisions: S2/S3 > Magister Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 19 Aug 2022 04:10
Last Modified: 19 Aug 2022 04:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/193370
[thumbnail of AYU AZKIYAH AZIZAH.pdf] Text
AYU AZKIYAH AZIZAH.pdf

Download (5MB)

Actions (login required)

View Item View Item