Uji Efektivitas dan Efisiensi Beberapa Metode Ekstraksi Nematoda Vermiform

Devi, Mia Prastika and Dr. Agr. Sc. Hagus Tarno,, S.P., M.P, (2020) Uji Efektivitas dan Efisiensi Beberapa Metode Ekstraksi Nematoda Vermiform. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Salah satu OPT yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman yaitu nematoda. Nematoda dapat hidup pada berbagai tanaman inang yang mengakibatkan tanaman mengalami penurunan fungsi secara fisiologis. Nematoda yang bersifat sebagai patogen tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari luar negeri yang terdapat pada media pembawa. Dalam melakukan ekstraksi nematoda, seringkali hanya menggunakan satu metode. Hal tersebut kurang efektif untuk target nematoda yang berbeda-beda pada tiap media pembawa. Sehingga, dalam ekstraksi nematoda dibutuhkan metode ekstraksi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan populasi dan keragaman spesies nematoda pada masing-masing metode dan mendapatkan metode ektraksi yang efektif dalam mengekstraksi akar maupun tanah Penelitian ini dilakukan di Desa Ploso Lor, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi dan Laboratorium Pengendalian Hayati 1 Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada bulan April hingga Juli 2020. Pada metode ini menggunakan empat metode yaitu Whitehead tray pada sampel akar (WTr), Whitehead tray pada sampel akar (WTr), corong Baermann pada sampel tanah (BFs), dan Corong Baermann pada sampel akar (BFr). Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Analisis perbandingan sampel akar dan tanah menggunakan metode T-test dengan taraf kesalahan 5%. Dengan bantuan software Microsoft Excel 2013 dan SPSS 20. Berdasarkan perhitungan kerapatan nematoda yang telah ditemukan, menunjukkan bahwa rata-rata kerapatan populasi tertinggi dimiliki oleh Hirsmanniella yaitu 41,33/10 gr akar pada metode WTr. Kemudian, pada metode WTs menunjukkan hasil beda nyata yaitu sebanyak 1,6252 ekor/50gr, sedangkan pada WTr 1,5651 ekor/50gr, BFr 1,1878 ekor/50gr, dan BFt 0,6399 ekor/50gr. WTs merupakan perlakuan yang paling efektif untuk mengekstraksi nematoda vermiform dibandingkan perlakuan yang lain karena dapat mengisolasi lebih banyak jenis nematoda dibandingakan metode lainnya. Selain itu, pada metode WTs seluruh sampel dapat terendam karena permukaan nampan yang cukup luas dibandingkan dengan corong sehingga nematode lebih mudah bergerak mengikuti aliran air. Selain itu, dalam penelitian ini didapatkan bahwa sampel akar atau jaringan tanaman lebih banyak mengandung nematoda dibandingkan dengan sampel tanah.

English Abstract

The one of pests causes crop damage is nematodes. Nematodes living on many parts of plant so that the plant decreases the physiological function. Besides came from Indonesia, nematodes also came from other countries on carrier media. The extraction of nematodes only using one method. It is less effective for different nematode targets on each carrier. Thus, nematode extraction requires an appropriate extraction method. The purpose of this study was to compare the population and species diversity of nematodes in each method and to obtain an effective extraction method in extracting roots and soil. This research was conducted in Ploso Lor Village, Karangjati Sub District, Ngawi District and Laboratory of Biological Control 1, Department of Pests and Plant Diseases, Faculty of Agriculture, Brawijaya University Malang from April to July 2020. This method uses four methods, namely Whitehead tray on root samples (WTr), Whitehead tray in soil samples (WTs), Baermann funnel in root samples (BFr), and Baermann funnel in soil samples (BFs). This research using 4 treatments and five replication. The data analyze using T-Test method and further test using Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a significance level of 5% in SPSS ver. 20 and Microsoft Excel 2013 software. Based on the calculation of nematode density that has been found, it shows that the highest average population density is owned by Hirsmanniella, namely 41,33/10 gr of roots in the WTr method. Then, the WTs method showed significant differences, namely isolating as many as 1,6252 individual/50 gr, while in WTr 1,5651 individual/50 gr, BFr 1,1878 individual/50 gr, and BFT 0,6399 individual/50 gr. WTs is the most effective treatment to extract vermiform nematodes compared to other treatments because it can isolate more types of nematodes than other methods. Besides, in the Whitehead tray method, all samples can be submerged because the surface of the tray is quite large compared to the funnel so that the nematodes are easier to move along with the water flow. However, the samples used were more isolated nematodes, namely root or plant tissue samples than soil samples.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520040111
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests > 632.6 Animal pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 26 Jul 2022 03:17
Last Modified: 26 Jul 2022 03:17
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/192705
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Mia Prastika Devi.pdf
Restricted to Registered users only until 31 March 2023.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item