Keadilan Amnesti Pajak Berdasarkan Sudut Pandang Wajib Pajak Berpendapatan Ganda

Syafiq, Muhammad (2019) Keadilan Amnesti Pajak Berdasarkan Sudut Pandang Wajib Pajak Berpendapatan Ganda. Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadilan kebijakan amnesti pajak dari sudut pandang Wajib Pajak yang memiliki pendapatan ganda. Wajib Pajak dengan pendapatan ganda yang dimaksud adalah karyawan yang memiliki usaha sebagai tambahan penghasilan. Informan penelitian ini berjumlah lima orang. Informan terdiri dari karyawan BUMN yang memiliki usaha di luar penghasilan sebagai karyawan dan PNS yang memiliki usaha di luar penghasilan sebagai karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan studi kasus dengan paradigma interpretif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dengan teknik analisis data model Miles dan Hubberman (1992) yang disesuaikan dengan teori Keadilan John Rawls (1971). Hasil dari penelitian ini adalah keadilan amnesti pajak jika disesuaikan dengan dua teori keadilan menurut John Rawls. Keadilan menurut Rawls (1971) yang pertama adalah kebebasan hak dan kewajiban yang harus sama, keadilan yang kedua memiliki arti bahwa amnesti pajak tidak harus dilakukan oleh seluruh wajib pajak namun hasil dari amnesti pajak harus didistribusikan secara merata, hasil penelitian yang ketiga tentang arti keadilan sendiri yang dilihat dari aspek jangka pendek bahwa penerapan amnesti pajak memang bisa dikatakan tidak adil, namun jika dilihat dari aspek jangka panjang maka kebijakan amnesti pajak secara objektif ini dirasa adil karena pemerintah sebagai pemegang aturan memaksa secara halus dalam arti, wajib pajak yang tidak patuh dipaksa memikul kewajiban yang sama namun tidak terlihat memaksa di mata masyarakat. Memaksa secara halus dalam hal ini Wajib Pajak yang tidak patuh secara sadar dan ikhlas melaporkan kewajibannya ke kantor pajak bukan karena keterpaksaan.

English Abstract

This case study uses interpretive paradigm to determine the fairness of tax amnesty policy from the perspective of taxpayers with multiple incomes; they are employees who own a business that generate additional income. The Informant of this study are five people who work in State-Owned Enterprises and government offices and at the same time run businesses. The data of this study was collected through interviews and analyzed using the model of Milles and Huberman (1992) adjusted with John Rawls’s Justice Theory (1971). The results of this study is tax amnesty fairness as adjusted with two justice theories of John Rawls, in which, first, freedom of right and obligation must be equal and, second, tax amnesty does not necessarily apply to all taxpayers, but the outcome of such amnesty must be fairly distributed. The third result of the research about the meaning of justice in short term aspect this policy is objectively fair because the government subtly enforce the law. Non-compliant taxpayers are given the same obligations, but they are not compelling in the eyes of the public. The subtle insistence makes non-compliant taxpayers consciously and sincerely report their obligations to the tax office without any compulsion.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/336.241 6/SYA/k/2019/041902137
Uncontrolled Keywords: Amnesti Pajak, Wajib Pajak, Penghasilan Ganda, Studi Kasus*Tax Amnesty, Taxpayers, Double Income, Case Studies
Subjects: 300 Social sciences > 336 Public finance > 336.2 Taxes > 336.24 Income taxes > 336.241 General topics of income taxes > 336.241 6 Provisions that allow tax avoidance
Divisions: S2/S3 > Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 19 Jul 2022 03:53
Last Modified: 19 Jul 2022 03:53
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/192279
[thumbnail of MUHAMMAD SYAFIQ.pdf] Text
MUHAMMAD SYAFIQ.pdf

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item