Peran Saliva pada Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam Penegakan Diagnosis Coronavirus Disease 2019 (Covid-19): Sebuah Tinjauan Literatur

Amandaputra, Gelar Rudi Jaya and drg. Miftakhul Cahyati,, Sp. PM. (2020) Peran Saliva pada Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam Penegakan Diagnosis Coronavirus Disease 2019 (Covid-19): Sebuah Tinjauan Literatur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Di penghujung tahun 2019, sebuah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya menjangkiti sejumlah orang di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) menyatakan secara resmi nama dari penyakit ini adalah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Deteksi COVID-19 yang cepat serta akurat sangat penting untuk mengendalikan wabah di masyarakat. Pengambilan nasopharyngeal swab untuk diagnosis COVID-19 menggunakan RT-PCR terdapat banyak kekurangan, diantaranya metode pengambilannya invasif dan berisiko menciptakan aerosol. Saliva memiliki potensi sebagai spesimen untuk diagnosis COVID-19 karena SARS-CoV-2 diketahui masuk ke tubuh menggunakan reseptor ACE-2, yang mana ekspresi ACE-2 tersebut dapat ditemukan salah satunya di kelenjar saliva. Saliva memiliki beberapa kelebihan, yaitu non-invasif, mencegah risiko terjadinya infeksi silang, dan mudah dilakukan sendiri oleh pasien. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui peran saliva pada Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam penegakan diagnosis Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Kesimpulan dari tinjauan literatur ini adalah saliva dapat digunakan sebagai spesimen alternatif pada Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk menegakkan diagnosis COVID-19.

English Abstract

At the end of 2019, a disease of unknown cause struck a number of people in Wuhan, the capital of China's Hubei province. On February 11, 2020, the World Health Organization (WHO) officially declared the name of this disease to be Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Fast and accurate detection of COVID-19 is essential for controlling outbreaks in society. There are many drawbacks to taking nasopharyngeal swabs for COVID-19 diagnosis using RT-PCR, including the method of taking it is invasive and there is a risk of creating aerosol. Saliva has the potential as a specimen for the diagnosis of COVID-19 because SARS-CoV-2 is known to enter the body using the ACE-2 receptor, one of which can be found in the salivary glands. Saliva has several advantages, namely that it is non-invasive, prevents the risk of cross-infection, and is easy for the patient to self-collect the saliva specimen. The purpose of this literature review is to determine the role of saliva in Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) for COVID-19 diagnosis. The conclusion of this literature review is saliva can be used as an alternative specimen for COVID-19 diagnosis.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520140035
Uncontrolled Keywords: COVID-19, 2019-nCoV, SARS-CoV-2, Coronavirus, RT-PCR, saliva, pemeriksaan saliva,COVID-19, 2019-nCoV, SARS-CoV-2, Coronavirus, RT-PCR, saliva, saliva detection.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 617 Surgery, regional medicine, dentistry, ophthalmology, otology, audiology > 617.6 Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Kedokteran Gigi
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 17 Jun 2022 01:18
Last Modified: 17 Jun 2022 01:18
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/191089
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Gelar Rudi Jaya Amandaputra.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item