Analisis Beban Kerja Mental Pada Pekerja Produksi Garment Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX (Studi Kasus: PT. Magnum Attack Indonesia)

Wulandari, Andam Catur and Sugiono, ST.MT. Ph.D. (2022) Analisis Beban Kerja Mental Pada Pekerja Produksi Garment Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX (Studi Kasus: PT. Magnum Attack Indonesia). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

PT. Magnum Attack Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri garment. Ada berbagai departemen yang mendukung berjalannya perusahaan ini diantaranya finance & administration, marketing, prod. Planning & inventory control dan production. Semua departemen memiliki peranan yang sangat penting untuk menjalakan perusahaan, terutama pada bagian produksi. Departemen produksi disini terbagi menjadi beberapa aktifitas yaitu printing, die-cutting, bordir, sablon, jahit, dan finishing. Pada departemen ini pekerja melakukan banyak kegiatan yang bersifat repetitive yang dapat menyebabkan pekerja mudah merasa bosan dan memiliki kelelahan berlebih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar beban kerja mental yang diterima oleh karyawan (bagian produksi) PT. Magnum Attack Indonesia, juga penyebab dari timbulnya beban kerja mental yang dialami oleh karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengukuran beban kerja mental dengan metode NASA-TLX. Tahapan penelitian ini yaitu dengan menyebar kuisioner NASA-TLX yang didalamnya terdiri dari enam dimensi yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, usaha, peforma dan tingkat frustasi. Kemudian tahap selanjutnya yaitu pembobotan terhadap enam dimensi tersebut dan dilanjutkan dengan pemberian rating untuk enam dimensi tersebut. Kemudian tahap terakhir adalah penghitungan Weighted Workload untuk masing-masing karyawan produksi. Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan hasil beban kerja mental yang dialami oleh pekerja produksi garment rata-rata sebesar 73 dan termasuk dalam kategori beban kerja mental tinggi. Secara keseluruhan beban kerja mental yang diterima oleh pekerja memerlukan perbaikan. Rekomendasi perbaikan yang diberikan kepada pihak perusahaan yaitu memberikan pelatihan khusus pada pekerja yang masih baru dan belum memiliki pengalaman juga mengadakan program transfer pengetahuan antar pekerja agar tidak merasa bosan, melakukan redesain area kerja agar pekerja merasa nyaman untuk melakukan kegiatan kerjanya redesain terutama dilakukan pada area tangga akses menuju area pemotongan kain, menambah satu ruangan khusus untuk area penyimpanan bahan baku dan produk yang siap kirim agar tidak mengagnggu area kerja, menambah ventilasi udara/kipas angin untuk membantu mengurangi suhu udara di beberapa area kerja yaitu printing dan border dan melakukan briefing rutin secara singkat atau sebelum memulai pekerjaaan unutk meningkatkan suasana hati dan pikiran agar pekerja dapat memberikan hasil yang maksimal untuk menyelesaikan pekerjaannya

English Abstract

PT. Magnum Attack Indonesia is a company which moves toward the garment industry. There are many departments who support this company to move, which they’re finance and administration, marketing, production planning, inventory control, and last but not least production. All departments here do have an important role to help this company moving, first of all the production department. The production department here was divided into many sections of production activities which are printing, die cutting, embroidery, screen printing, sewing, and finally finishing. In this department workers are doing a lot of repetitive activity, which somehow makes them bored and by that they are having an exaggerated tiredness. This research was done to know how much mental workload the employees (production sector) PT. Magnum Attack Indonesia received and also what is the cause of this mental workload. This study was done with NASA-TLX mental workload method measurements. In this method, me (Andam) as the researcher made a NASA-TLX method questionnaire which inside this questionnaire there are 6 dimensional needs, which are mental needs, physical needs, time needs, efforts, performances and frustration levels. Then, the next step is weighing those 6 dimensional needs and giving them a rating based on those 6 dimensional weighted needs. Lastly, the final step is to count the Weighted Workloads for each production employee. Based on this study, I (Andam) as the researcher scored these production employees a score of 73 average points, generally saying 73 average points is a high score. In solutions the mental workload that this production crew had, needed a quite serious treatment. Treatment recommendations that were given for this company are to give exclusive training for the new workers, who is still fresh and doesn’t have a work experience, also made a knowledge transfer program between workers so the workers will not be bored, redesign their work areas so the workers will feel more comfortable to do their daily work activities, especially by redesigning the stairs area towards the garments cutting area, adding one exclusive room for ingredient stocks and finished products storage so these materials don’t disturb the work areas, adding a ventilation systems or fan to help decreasing hot air temperatures inside the work areas which for examples inside the printing room and the embroidery room, last but not least is by doing daily briefing quickly or before they start working which are useful to elevate mood and mind of the employees there to give all their best to finish their jobs.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0522070034
Uncontrolled Keywords: Beban Kerja Mental, NASA-TLX
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 620 Engineering and allied operations > 620.1 Engineering mechanics and materials
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: yulia Chasanah
Date Deposited: 27 Apr 2022 04:15
Last Modified: 27 Apr 2022 04:16
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/190223
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Andam Catur Wulandari.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2024.

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item