Uji Efektivitas Beberapa Bahan Aktif Insektisida Sintetik Dalam Mengendalikan Hama Fall Armyworm Spodoptera Frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) Di Laboratorium

Sholikhah., Wiwin and Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno,, SP.,MP. (2020) Uji Efektivitas Beberapa Bahan Aktif Insektisida Sintetik Dalam Mengendalikan Hama Fall Armyworm Spodoptera Frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) Di Laboratorium. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan di dunia yang digunakan sebagai sumber karbohidrat. Komoditas jagung merupakan komoditas nasional yang cukup strategis dan saat ini termasuk ke dalam program Kementrian Pertanian Republik Indonesia yaitu upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Upsus Pajale). Namun, dalam budidaya tanaman jagung terdapat organisme pengganggu tanaman atau hama yang mengakibatkan kerugian. Ulat grayak Fall Armyworm (FAW) atau S. frugiperda merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman jagung. Umumnya dalam mengendalikan hama S. frugiperda tersebut, petani menggunakan insektisida kimia secara intensif. Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Toksikologi Pestisida Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang mulai bulan Desember 2019 hingga Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan. Penelitian dimulai dengan menyiapkan larutan insektisida dengan bahan aktif profenofos 2,00 ml/l, indoksakarb 0,8 ml/l, xyantaniliprole 1 ml/l, permethrin 2,00 ml/l, chlorantraniliprole 2,00 ml/l, dan fenobukarb BPMC 3,00 ml/l. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pada setiap perlakuan menggunakan sepuluh ekor larva S. frugiperda instar tiga yang dimasukkan ke dalam stoples (d=9 cm, t=15 cm). Daun jagung yang digunakan untuk pengujian dicuci terlebih dahulu dengan air dan dibilas dengan aquades, kemudian dikeringkan. Daun yang sudah kering dicelupkan ke dalam larutan insektisida hingga seluruh daun terbasahi oleh larutan kemudian dikeringkan selama 30 detik sebelum dimasukkan ke dalam stoples berisi serangga uji. Masing-masing stoples diberi pakan potongan daun jagung 1,5 gram, kemudian permukaan stoples ditutup menggunakan kain sifon dan ditali menggunakan karet gelang. Larva yang mati dicatat mulai 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, dan 120 jam setelah perlakuan. Data yang diperoleh diuji normalitasnya dan dianalisis menggunakan Anova dengan bantuan program SPSS versi 25 dan apabila berbeda nyata diuji lanjut menggunakan BNT pada taraf kesalahan 5%. Hasil uji efektivitas berbagai insektisida di laboratorium menunjukkan bahwa insektisida bahan aktif profenofos memiliki rerata mortalitas tertinggi, yaitu 80,00% pada 24 JSA; 83,00% pada 48 JSA; 87,00% pada 72 JSA; 93,00% pada 96 JSA, dan 93,00% pada 120 JSA. Insektisida Profenofos dengan konsentrasi 2,00 ml/l efektif mengendalikan S. frugiperda pada tanaman jagung dengan nilai efikasi ≥ 80% pada 5 kali pengamatan yaitu pada pengamatan 24 sampai 120 JSA. Sedangkan pada uji kecepatan kematian insektisida profenofos menunjukkan rerata kecepatan kematian tertinggi diantara perlakuan yang lain, yaitu 0,9 jam.

English Abstract

Corn is one of the world's food crops used as a source of carbohydrates. Corn Commodity is a national commodity that is quite strategic and currently belongs to the Indonesian Ministry of Agriculture, the special efforts of rice, corn, and soy (Upsus Pajale). However, in the cultivation of corn plants there are crop destruction organisms or pests that result in losses. Caterpillar Grayak Fall Armyworm (FAW) or S. frugiperda is one of the pests that attack the corn crop. Generally in controlling the S. frugiperda pest, farmers use intensive chemical insecticide. The study was conducted in the Pesticides Toxicology Laboratory, Plant Pests and Diseases Department, Faculty of Agriculture, Brawijaya University from December 2019 to March 2020. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments. The study was started by preparing an insecticide solution with 2,00 ml/l profenofos active ingredient; 0,8 ml indosakarb; l,1 ml/l cyantraniliprole; 2,00 ml/l permethrin; 2,00 ml/l chlorantraniliprole, and 3,00 ml/l phenobukarb BPMC. Each treatment were repeated three times. In each treatment using ten larvae of three instar S. frugiperda larvae put into jars (d=9 cm, t=15 cm). Corn leaves used for testing are washed first with water and rinsed with distilled water, then dried. The dried leaves was dipped in an insecticide solution until the whole leaf is wetted by the solution then dried for 30 seconds before being put into a jar filled with test insects. Each jar was given 1,5 gram of corn leaf cut, then the surface of the jar was covered with chiffon fabric and laced with a rubber band. Mortality larvae were recorded starting 24 hours, 48 hours, 72 hours, 96 hours, and 120 hours after treatment. The data obtained were tested for normality and analyzed using Anova with the help of the SPSS 25 version program and if it was significantly different it was further tested using BNT at the error level of 5%. The test results of the effectiveness of various insecticides in the laboratory showed that the active ingredient insecticide profenofos had the highest mortality rate, namely 80,00% at 24 JSA; 83,00% at 48 JSA; 87,00% at 72 JSA; 93,00% at 96 JSA, and 93,00% at 120 JSA. Profenofos insecticide with a concentration of 2,00 ml / l effectively controls S. frugiperda in corn plants with an efficacy value of ≥ 80% in 5 observations, namely 24 to 120 JSA observations. Meanwhile, the death rate test for the profenofos insecticide showed the highest average mortality rate among other treatments, namely 0,9 hours.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520020109
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests > 632.6 Animal pests
Divisions: Fakultas Pertanian > Hama dan Penyakit Tanaman
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 08 Feb 2022 06:22
Last Modified: 08 Feb 2022 06:22
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/189551
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Wiwin Sholikhah.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item