Analisis Minirnalisasi Siaya Obat Penyakit Kardiovaskuler di Beberapa Apotek Kabupaten Malang (Studi Dilakukan Terhadap Obat Furosemid dan simvastatin)

Qonitah, - and Apt. Ayuk Lawuningtyas H, M. Farm. and Apt. Tamara Gusti Ebtavanny, M. Farm. (2021) Analisis Minirnalisasi Siaya Obat Penyakit Kardiovaskuler di Beberapa Apotek Kabupaten Malang (Studi Dilakukan Terhadap Obat Furosemid dan simvastatin). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pernbuluh darah. Penyakit kardiovaskular disebutkan menduduki peringkat pertama sebagai penyakit penyebab kematian dengan angka kematian pada tahun 2016 sejumlah 17,9 juta orang di seluruh dunia. Data WHO pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 17,5 juts kematian terjadiakibat penyakit kardiovaskular yang rriewakili 31% kematian di dunia dimana penyakit terbanyak adalah penyakit jantung dengan total di Indonesia mencapal 371 ribu jiwa dimana merupakan peringkat kedua tertinggi di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat simvastatin dan furosemide dengan biaya paling rendah antara obat generik dan bermerek dagang di beberapa apotek Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional dengan desain studi prospektif pada Januari — Februari 2021. Sampel yang dikumpulkan adalah harga Eceran Tertinggi (HET) furosemid dan simvastatin baik generik maupun merk dagang dengan metode total sampling dan dikumpulkan dalam lembar pengurnpul data. Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa HET obat bermerk dagang balk furosemid maupun simvastatin lebih mahal dibandingkan obat generiknya dengan nilai rasio antara HET furosemid dan simvastatin generik dengan HET furosemid dan simvastatin bermerk dagang adalah 1 : 8,79 untuk furosemid 40 mg, 1 : 1,64 untuk simvastatin 10 mg, dan 1 1,28 untuk simvastatin 20 mg. Terdapat pula perbedaan HET yang signifikan antara obat generik dengan obat merk dagang pada furosemid 40 mg (p=0,015), namun tidak pada simvastatin 10 mg (pH0.128), dan simvastatin 20 mg (1) 0,057). Maka dapat disimpulkan, berdasarkan analisis minimalisisasi biaya HET obat dapat disirnpulkan bahwa biaya pengobatan obat generik lebih rendah daripada obat bermerk dagang sehingga dianjurkan kepada penyedia layanan kesehatan untuk mengutamakan penggunaan obat generik dan lebih mengutamakan pula pengawasan harga obat bermerk dagang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0521060251
Uncontrolled Keywords: kardiovaskuler, harga eceran tertinggi (HET), analisis minimalisasi biaya, furosemid, simvastatin
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.1 Drugs (materia medica)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Farmasi
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 27 Jan 2022 04:41
Last Modified: 23 Feb 2022 07:10
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/188970
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
- QONITAH.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (11MB)

Actions (login required)

View Item View Item