Review : Pemanfaatan Kitosan Rhizopus oryzae Yang Diisolasi Dari Lichen Mangrove Rhizophora apiculata Sebagai Antibakteri Dan Antioksidan

Jannah, Wardatul and Dr. Ir Yahya,, MP (2021) Review : Pemanfaatan Kitosan Rhizopus oryzae Yang Diisolasi Dari Lichen Mangrove Rhizophora apiculata Sebagai Antibakteri Dan Antioksidan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Mangrove merupakan salah satu jenis ekosistem yang berkembang di sepanjang laut muara dan muara sungai di wilayah tropis dan subtropis dunia, terutama di zona intertidal. Salah satu jenis mangrove yang sering dijumpai adalah jenis mangrove Rhizophora apiculata. Keanekaragaman hayati dari mangrove R.apiculata adalah lichen. salah satu lichen yang hidup pada mangrove R.apiculata yaitu jenis Rocella montagnei. Adanya pertumbuhan lichen ini yaitu karena terdapat simbiosis antara alga dan jamur. Salah satu jamur yang berperan yaitu jamur Rhizopus oryzae. Jamur R.oryzae yang terkandung pada Rocella montagnei cenderung masih belum banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan jamur R.oryzae sebagai kitosan mikrobial memiliki banyak manfaat seperti sebagai antibakteri dan antioksidan. Maksud dan tujuan dari review literature ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian kitosan mikrobial Rhizopus oryzae dari lichen mangrove Rhizophora apiculata sebagai antibakteri serta menganalisis pengaruh pemberian kitosan mikrobial Rhizopus oryzae dari lichen mangrove Rhizophora apiculata sebagai antioksidan. Metode yang digunakan pada review literatur pengganti skripsi ini adalah menggunakan metode review artikel pada umumnya dengan tipe semi- systematic review atau narrative review. Dimana penulis mencari dan mengumpulkan, kemudian memilah literatur-literatur yang sesuai dengan topik bahasan yang telah ditentukan. Pengumpulan data diperoleh melalui kegiatan review dan studi literatur yang sesuai dengan topik dan judul review yang sudah dipilih. Kitosan merupakan polisakarida alami yang terdiri dari polimer glukosamin dan N-asetil glukosamin dan dapat diperoleh dengan deasetilasi kitin yang tidak dapat larut pada pelarut dengan pH netral tetapi pada pH asam. Kitosan jamur diproduksi melalui deasetilasi enzimatis rantai kitin selama langkah umum dalam modifikasi rantai gula dengan aksi N-deasetilasi. Jumlah kitosan dalam dinding sel jamur bergantung pada spesies, komposisi media fermentasi, serta kondisi dan jenis fermentasi. Kitosan dapat terurai secara alami dan tidak beracun dengan berbagai aplikasi di bidang farmasi dan biomedis seperti diaplikasikan pada antioksidan dan antibakteri. Kitosan Rhizophus oryzae dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri karena memiliki sifat polikationik yang dapat mengikat lipid dan logam berat. Aktivitas anti bakteri kitosan ditentukan dengan metode difusi sumur. Larutan kitosan dalam asam asetat encer (w / v) sebesar satu persen diinokulasi terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus NCIM 2071, Bacillus subtilis NCIM 2724, Escherichia coli NCIM 2687, Salmonella typhimurium NCIM 2501. Aktivitas anti bakteri kitosan diamati dengan perkembangan zona hambat (ZoI) setelah inkubasi selama 24 jam. aktivitas kitosan jamur terhadap bakeri patogen diperoleh zona hambat sebesar 3.8; 3.0; 3.0; dan 3.0 (mm) dengan nilai zona hambat pada standar kitosan sebesar 2.0; 2.0;2.1;2.2 (mm) Sifat antioksidan yang dimiliki oleh kitosan Rhizophus oryzae yaitu dapat menghambat kerusakan dalam tubuh dengan menghambat reaksi oksidasi yang mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat aktif. Metode DPPH empat mL larutan DPPH 0,05mM ditambahkan ke dalam satu mL metanol dan dibiarkan selama 30 menit di tempat gelap. Empat mL larutan DPPH 0,05mM ditambahkan dengan satu mL kitosan 100 ppm. Campuran dicampur secara menyeluruh dan kemudian disimpan pada suhu 25 ° C selama 5 menit. Kemudian dihitung absorbansi untuk menentukan waktu operasi uji larutan kitosan dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Nilai% untuk aktivitas antioksidan pada pengujian DPPH dengan kisaran konsentrasi (0,1–1,0 mg / ml), kitosan yang diekstraksi dari jamur R.oryzae menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai inhibitory concentration fifty (IC50) maksimum dari 60% hingga 80% pada standar kitosan 5-20 %

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0521080106
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 21 Jan 2022 02:56
Last Modified: 22 Feb 2022 07:21
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/188615
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Wardatul Jannah.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item