Kandungan Senyawa Bioaktif Biji Buah Hitam (Haplolobus monticola) Sebagai Antibakteri Aeromonas hydrophila Pada Ikan Nila (Kajian secara in vitro, in silico dan in vivo)

Toja, Yori Turu and Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno,, MS and Prof. Dr.drh. Aulanni’ am,, DES and Dr. Uun Yanuhar,, S.Pi, M.Si (2021) Kandungan Senyawa Bioaktif Biji Buah Hitam (Haplolobus monticola) Sebagai Antibakteri Aeromonas hydrophila Pada Ikan Nila (Kajian secara in vitro, in silico dan in vivo). Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh patogenitas bakteri yang sering menyerang pada ikan air tawar. Saat ini yang menjadi perhatian dunia adalah sistem pengobatan tradisional dan penggunaan bahan obat alami, dengan berbagai cara salah satu diantaranya adalah dengan cara pengobatan alami menggunakan tanaman lokal yang banyak terdapat di sekitar lingkungan kita. Biji buah hitam (Haplolobus monticola) local asal Wondama Papua Barat cukup banyak dan melimpah namun belum dimanfaatkan secara maksimal khususnya dalam bidang kesehatan budidaya ikan-ikan air tawar. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk melihat senyawa yang terkandung dalam tanaman ini. Tujuan dari penelian ini antara lain Mengetahui kandungan bioaktif ekstrak biji buah hitam sebagai antibakteri, menguji ekstrak biji buah hitam efektif sebagai antibakteri terhadapA. hydrophila secara in vitro dan in silico, menganalisa fungsi ekstrak biji buah hitam sebagai antibakteri pada ikan nila yang terinfeksi A. hydrophila. Berdasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai maka penelitian ini dilakukan beberapa tahap diantaranya yaitu : Tahap 1) Ekstraksi, dan Uji Antibakteri Bioaktif Biji Buah Hitam, Tahap 2) Isolasi, Identifikasi dan Uji MIC (Minimum Inhibitory Concentration) Bioaktif Biji Buah hItam (H. monticola) terhadap BakteriA. hydrophila. Tahap3) Pemanfaatan ekstrak Biji Buah Hitam (H. monticola) pada pemeliharaan ikan nila Skala Laboratorium. Ekstraksi, dan Uji Antibakteri Bioaktif Biji Buah Hitam dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut polar, semi polar dan non polar untuk mengetahui jenis pelarut yang baik dalam mengekstraksi bioaktif biji buah hitam. Isolasi terhadap ekstrak aktif Biji buah hitam (H. monticola) dilakukan pada ekstrak yang memiliki aktivitas antibakteri tertinggi atau disebut ekstrak terpilih Metode yang digunakan yaitu Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan fraksinansi bertingkat menggunakan corong pisah. Karakterisasi Senyawa Yang Aktif dari Biji buah hitam (H. monticola) dengan Spektoskopi Ultraviolet-visibel (UV-Vis), Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS Berdasarkan hasil Uji fitokimia ekstrak biji buah hitam menunjukkan adanya senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, polifenol, Triterpenoid dan steroid. Hasil uji FTIR pada panjang gelombang 290 nm menunjukkan adanya reaksi antara radiasi elektromagnetik dengan molekul senyawa Flavonoid, fenolik. Pada panjang gelombang 228 nm dan 249 nm menunjukkan adanya senyawa alkaloid, triterpenoid dan steroid . Pada panjang gelombang 249 nm juga menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat biji buah hitam (H. monticola) mengandung fenol. Berdasarkan hasil insilico ditemukan 11 senyawa dari 60 senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri dengan nilai Pa 0,501- 0,611 yaitu Isoquercitri, Hyperoside, Quercetin 3,7 diglucoside, Isorhamnetin 3 O glucoside, Galacturonic acid, Reynoutrin, Kaempferol 3 arabinoside, Chlorogenic acid, Lutein, 4 p Coumaroylquinic acid, Phloretin 2 O glucoside Aktifitas antibakteri senyawa aktif biji buah hitam secara in vitro dilakukan dengan konsentrasi 125 ppm dengan nilai rata-rata zona hambat 5.16+0.15 mm, dan terus menunjukkan peningkatan luas zona hambat seiring bertambahnya konsentrasi yang diujikan. Pada konsentrasi 250 ppm diperoleh rata-rata zona hambat sebesar 9.25+0.06 mm, konsentrasi 500 ppm menunjukkan daya hambat dengan luas rata-rata 10.31+0.09 mm, pada konsentrasi 750 ppm diperoleh rata-rata zona hambat sebesar 11.22+0.06 mm, dan konsetrasi paling tinggi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1000 ppm yang menunjukkan daya hambat dengan luas rata-rata sebesar 11.43+0.02 mm. Pemberian ekstrak biji buah hitam pada ikan nila dapat meningkatkan kadar Hemoglobin, Eritrosit, Hematokrit dan Limfosit darah ikan. Pemberian ekstrak biji buah hitam menurunkan kadar Leukosit, Neutrofil, dan Monosit seiring dengan pertambahan dosis yang diberikan, dimana hal ini menunjukkan aktivitas yang baik terhadap proses pertahan tubuh ikan terinfeksiA. hydrophila yang diberi ekstrak biji buah hitam. Antibakteri pada A. hydrophila melalui uji in vivo ekstrak biji buah hitam terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteriA. hydrophila dan dapat menyembuhkan ikan nila yang terinfeksiA. hydrophila, terlihat dari kelulusan hidup ikan nila, hematologis dan histopatologi jaringan ginjal dan hati ikan nila

English Abstract

Aeromonas hydrophila is a disease caused by bacterial pathogenicity that often attacks freshwater fish. Currently, the world's attention is the system of traditional medicine and the use of natural medicinal ingredients, in various ways, one of which is using natural remedies using local plants widely available around our environment. The local black fruit seeds (Haplolobus monticola) from Wondama, West Papua, are pretty numerous and abundant but have not been utilized optimally, especially in the health sector of freshwater fish cultivation. Therefore, research is needed to see the compounds contained in this plant. This study aimed to determine the bioactive content of black fruit seed extract as an antibacterial, to test the effectiveness of black fruit seed extract as an antibacterial against A. hydrophila in vitro and in silico, analyzed the function of black fruit seed extract as an antibacterial in tilapia infected with A. hydrophila. Based on the research objectives to be achieved, this research was carried out in several stages, including: Stage 1) Extraction and Test of Bioactive Antibacterial Bioactive Black Fruit Seeds, Stage 2) Isolation, Identification and Test MIC (Minimum Inhibitory Concentration) Bioactive Black Fruit Seed (H. monticola) ) against bacteria. hydrophila. Stage 3) Utilization of Black Fruit Seed Extract (H. monticola) in rearing tilapia on a laboratory scale. Extraction and Bioactive Antibacterial Test Black Fruit Seeds were extracted by the maceration method using polar, semi-polar, and non-polar solvents to determine the type of solvent that is good for extracting bioactive black fruit seeds. Isolation of the active extract Black fruit seeds (H. monticola) was carried out on the extract that had the highest antibacterial activity or called the selected extract. The method used was Thin Layer Chromatography (TLC) and graded fractionation using a separating funnel. Characterization of Active Compounds from Black Fruit Seeds (H. monticola) by Ultraviolet-visible (UV-Vis) Spectrophotometer, Fourier Transform Infra-Red (FTIR) Spectrophotometer and Liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) Based on the results of the phytochemical test of black fruit seed extract, it showed the presence of alkaloids, tannins, flavonoids, polyphenols, triterpenoids, and steroids. The results of the FTIR test show at a wavelength of 290 nm that there is a reaction between electromagnetic radiation and molecules of flavonoid compounds, phenolics. A wavelength of 228 nm and 249 nm showed the presence of alkaloids, triterpenoids, and steroids. A wavelength of 249 nm also showed that the ethyl acetate extract of black fruit seeds (H. monticola) contained phenols. Based on the results of insilico found 11 compounds from 60 compounds that have potential as antibacterial with a Pa value of 0.501-0.611, namely Isoquercitri, Hyperoside, Quercetin 3,7 glucoside, Isorhamnetin 3 O glucoside, Galacturonic acid, Reynoutrin, Kaempferol 3 arabinoside, Chlorogenic acid, Lutein, 4 p Coumaroylquinic acid, Phloretin 2 O glucoside. The antibacterial activity of the active compound of black fruit seeds in vitro was carried out with a concentration of 125 ppm with an average value of inhibition zone of 5.16+0.15 mm, and continued to show an increase in the area of the inhibition zone as the concentration tested increased. At a concentration of 250 ppm, an average inhibition zone of 9.25+0.06 mm was obtained, a concentration of 500 ppm showed an inhibitory power with an average area of 10.31+0.09 mm, at a concentration of 750 ppm, an average inhibition zone of 11.22+0.06 mm was obtained, and the concentration The highest level used in this study was 1000 ppm which showed the inhibitory power with an average area of 11.43 + 0.02 mm. Giving black fruit seed extract to tilapia can increase hemoglobin, erythrocytes, hematocrit, and blood lymphocytes of fish. In addition, the administration of black fruit seed extract will reduce Leukocytes, Neutrophils, and Monocytes along with the increase in the dose given, which shows good activity against the immune process of infected fish A. hydrophila treated with black fruit seed extract. Antibacterial in A. hydrophila through in vivo test black fruit seed extract proved to be able to inhibit the growth of bacteria A. hydrophila and can cure infected tilapia A. hydrophila, seen from the survival rate of tilapia, hematology, and histopathology of tilapia kidney and liver tissue

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: 0621080004
Uncontrolled Keywords: A. hydrophila, Buah Hitam, Wondama, Ikan nila,A. hydrophila, Black Fruit, Wondama, Tilapia
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation
Divisions: S2/S3 > Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 11 Jan 2022 02:29
Last Modified: 25 Feb 2022 05:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/188125
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Yori Turu Toja.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (5MB)

Actions (login required)

View Item View Item