Sar” Sebagai Upaya Pencegahan Kerusakan Lingkungan Pada Suku Kanum di Kabupaten Merauke

Hallatu, Trinovianto George Reinhard and Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana,, MS and Dr. Sholih Mu‟adi,, SH., M.Si. and Anif Fatma Chawa,, S.Sos., M.Si., Ph.D (2021) Sar” Sebagai Upaya Pencegahan Kerusakan Lingkungan Pada Suku Kanum di Kabupaten Merauke. Doctor thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kerusakan lingkungan saat ini menjadi salah satu masalah global. Salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan adalah eksploitasi dan eksplorasi hasil alam, guna menunjang program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Aktivitas eksploitasi dan eksplorasi alam tersebut, tidak hanya menimbulkan masalah kerusakan lingkungan, tetapi juga masalah sosial. Tujuan penulisan disertasi ini adalah menganalisis masalah kerusakan lingkungan yang terjadi di Merauke, khususnya di distrik Naukenjerai, serta menganalisis kearifan lokal “sar” milik suku Kanum sebagai salah satu upaya pencegahan kerusakan lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus, dengan metode pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan focus group discussion informal. Kemudian dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk setiap data yang ada, guna memperoleh keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah penjodohan pola dan pembuatan eksplanasi. Pembuatan eksplanasi di sini menggunakan teori Ekologi Sosial oleh Murray Bookchin dan teori Pendekatan Ekologi Manusia Berbasis Ekosistem oleh Roy A. Rappaport, teori gender serta konsep developmentalism dan top down-bottom up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di Papua, di Merauke, dan di distrik Naukenjerai, terjadi akibat adanya eksploitasi dan eksplorasi hasil alam untuk menunjang program pembangunan. Aktivitas tersebut tidak hanya menimbulkan masalah kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan masalah sosial bagi masyarakat adat Papua dan menimbulkan terjadinya pemusnahan budaya bagi masyarakat adat Papua. Aktivitas eksploitasi dan eksplorasi tersebut menunjukkan terjadinya dominasi manusia terhadap alam dan dominasi manusia terhadap manusia lain. Suku Kanum memiliki kearifan lokal “sar” yang prinsip pelaksanaannya mengandung konsep konservasi. Kearifan lokal “sar” dapat memutus rantai dominasi manusia terhadap alam dan menjadi sebuah bentuk homeostatis, sehingga kearifan lokal “sar” dapat berfungsi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, serta mencegah kerusakan lingkungan. Namun begitu, dalam pelaksanaannya juga terdapat praktik dominasi manusia terhadap manusia yang mengakibatkan tidak terciptanya interaksi sosial yang utuh serta ketidakadilan gender bagi perempuan suku Kanum. Kearifan lokal “sar” dapat menjadi salah satu upaya pencegahan kerusakan lingkungan di Merauke. Namun begitu, perlu adanya kerjasama antara masyarakat adat suku Kanum dan juga Pemerintah Daerah Merauke, dalam menjadikan “sar” sebagai regulasi pencegahan kerusakan lingkungan

English Abstract

Environmental damage is currently a global problem. One of the causes of environmental damage is the exploitation and exploration of natural products, in order to support development programs to improve people's welfare. The exploitation and exploration of nature does not only cause problems of environmental damage, but also social problems. The purpose of this dissertation is to analyze the problem of environmental damage that occurred in Merauke, especially in the Naukenjerai district, and to analyze the local wisdom of the Kanum tribe as an effort to prevent environmental damage. This research is a case study research, with data collection methods are observation, documentation, interviews, and informal focus group discussions. Source triangulation and techniques triangulation used to obtain the validity of the data. The data analysis technique used is pattern matching and explanation making. The explanation here uses the theory of Social Ecology by Murray Bookchin and the theory of the Ecosystem-Based Human Ecology Approach by Roy A. Rappaport, gender theory and the concepts of developmentalism and top down-bottom up. The results showed that the environmental damage that occurred in Papua, in Merauke, and in the Naukenjerai district, occurred due to the exploitation and exploration of natural products to support development programs. These activities not only cause problems of environmental damage, but also cause social problems for indigenous Papuans and cause cultural destruction for indigenous Papuans. The exploitation and exploration activities show the occurrence of human domination over nature and human domination over other humans. The Kanum tribe has local wisdom and the principle of its implementation contains the concept of conservation. “Sar” local wisdom can break the chain of human domination over nature and become a form of homeostasis, so that “sar” local wisdom can function to protect and preserve the environment, and prevent environmental damage. However, in its implementation there is also a practice of human domination over humans which results in the absence of complete social interaction and gender inequality for women of the Kanum tribe. Local wisdom can be one of the efforts to prevent environmental damage in Merauke. However, there is a need for cooperation between the indigenous people of the Kanum tribe and also the Merauke Regional Government, in making “sar” a regulation to prevent environmental damage.

Item Type: Thesis (Doctor)
Identification Number: 062111
Uncontrolled Keywords: kerusakan lingkungan ; kearifan lokal “sar” ; ekologi sosial ; gender ; developmentalism ; merauke,environmental damage; local wisdom sar ; social ecology ; gender ; developmentalism; merauke
Subjects: 300 Social sciences > 301 Sociology and anthropology
Divisions: S2/S3 > Doktor Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 10 Jan 2022 07:42
Last Modified: 24 Feb 2022 03:05
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/188093
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Trinovianto George Reihard Hallatu.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (6MB)

Actions (login required)

View Item View Item