Potensi Ekstrak Daging Buah Juwet (Syzygium cumini) L. sebagai Agen Sitotoksik terhadap Sel Kanker Payudara 4T1

Anggraeni, Ernila Dewi and apt. Uswatun Khasanah, S. Farm., M. Farm. and apt. Oktavia Rahayu Adianingsih, S. Farm., M. Biomed. (2021) Potensi Ekstrak Daging Buah Juwet (Syzygium cumini) L. sebagai Agen Sitotoksik terhadap Sel Kanker Payudara 4T1. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu kondisi keganasan yang paling banyak menyerang wanita bahkan hingga menyebabkan kematian. Kanker payudara adalah keadaan abnormal dari pertumbuhan sel-sel yang menyusun organ payudara sehingga menyebabkan kondisi keganasan. Salah satu strategi dalam penanganan kanker payudara adalah pengembangan obat bahan alam. Salah satu tanaman yang menjadi kandidat agen kemoterapi bahan alam adalah buah juwet (Syzygium cumini). Tanaman juwet (Syzygium cumini) digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda, India. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa buah Syzygium cumini menunjukkan efek sitotoksik pada sel MCF7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemberian ekstrak etanol buah juwet (Syzygium cumini) sebagai efek sitotoksik dalam menghambat pertumbuhan sel kanker 4T1. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan etanol 96%. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada buah juwet diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Uji sitotoksik menggunakan MTT assay dengan parameter nilai IC50. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa buah juwet mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan antosianin. Hasil uji MTT assay dengan rentang konsentrasi 400, 500, 600, 700, dan 800 μg/ml menunjukkan efek sitotoksik yang rendah namun terdapat dose dependent manner yang ditunjukkan dengan adanya penurunan % viabilitas sel seiring dengan peningkatan konsentrasi sampel yang diberikan sehingga diperoleh nilai rata-rata IC50 sebesar 732,6876 ± 69,41 μg/ml.

English Abstract

Breast cancer is one of the most malignant conditions that affects women and even causes death. Breast cancer is an abnormal condition of the growth of cells that make up the organs of the breast, causing malignancy. One of the strategies in treating breast cancer is the development of herbal medicine. Syzygium cumini was One of the plants that are candidates for natural chemotherapy agents is juwet fruit (Syzygium cumini). Syzygium cumini was traditionally used as medicine in Ayurveda India. Previous research showed that fruits of Syzygium cumini exhibited cytotoxic effect against MCF7. This study aims to determine the potential of giving ethanol extract of Syzygium cumini fruit as a cytotoxic effect in inhibiting the growth of 4T1 cancer cells. The extraction method used is maceration with 96% ethanol. The content of secondary metabolites found in juwet was identified using thin layer chromatography (TLC). Cytotoxic test using the MTT assay with the parameter value of IC50. Based on the research results, it is known that juwet fruit contains alkaloids, terpenoids, flavonoids, and anthocyanins. The results of the MTT assay with a concentration range of 400, 500, 600, 700, and 800 μg / ml showed a low cytotoxic effect but there was a dose dependent manner indicated by a decrease in the percentage of cell viability along with an increase in the concentration of the sample given so that the mean value was obtained. the IC50 average was 732.6876 ± 69.41 μg / ml.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0521060128
Uncontrolled Keywords: Kanker payudara, Syzygium cumini, sel 4T1, MTT Assay, sitotoksik. Breast cancer, Syzygium cumini, 4T1 cells, MTT Assay, cytotoxic.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.1 Drugs (materia medica)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Farmasi
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 17 Dec 2021 01:44
Last Modified: 24 Feb 2022 05:02
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/187443
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
- Ernila Dewi Anggraeni.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item