Pola Kerjasama Kepolisian Daerah Dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Di Sumatera Utara

Ischaq,, Moch. Wafiq Alqurni (2021) Pola Kerjasama Kepolisian Daerah Dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Di Sumatera Utara. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara masuk peringkat pertama di tahun 2019 dan 2020 dari 34 provinsi di Indonesia. Untuk mencegahnya, diperlukan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Sebagaimana yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara dimana keduanya bekerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kerjasama yang dilakukan kedua instansi tersebut dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan Teori Kemitraan Louis E. Boone dan David L. Kurtz untuk mengetahui kerjasama yang dilakukan dengan memenuhi 3 unsur yaitu Unsur Kerjasama, Unsur Pembinaan dan Pengembangan, serta Unsur Saling Menguatkan dan Menguntungkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk kerjasama oleh kedua instansi tersebut dalam mencegah penyalahgunaan narkoba mengikuti amanah UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang inti kerjasamanya ada 5 yakni Koordinasi, Menyidik, Menyita, Menyisihkan dan Memusnahkan Barang Bukti Narkoba. Faktor pendukung dalam kerjasama ini adalah SDM yang mampu bekerjasama sehingga dapat menghemat anggaran instansi yang terbatas. Faktor penghambatnya adalah SDM yang belum memadai seperti kurangnya penyidik bersertifikasi yang dapat menyikapi berbagai persoalan di lapangan terkait penyalahgunaan narkoba dimana hanya 20% dari seluruh personel kedua instansi tersebut, serta kurangnya penguasaan alat-alat IT oleh personel. Selain SDM, ketersediaan alat pendukung dan alat pelacak dalam mengungkap kasus narkoba juga belum mencukupi. Sehingga mempengatuhi kualitas dan kuantitas kinerja kerjasama yang terjalin oleh Kepolisian Daerah dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara. Meski begitu, kerjasama kedua instansi tersebut ternilai efektif dan efisien dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara. Maka untuk menjaga eksistensi kerjasama yang terjalin, dibutuhkan sinergitas hukum antar keduanya agar tidak menjadi permasalahan kewenangan. Sehingga dapat melaksanakan kerjasamanya secara maksimal dan terukur.

English Abstract

Drug abuse cases in North Sumatra were ranked first in 2019 and 2020 out of 34 provincies in Indonesia. To prevent this, strict action is needed from law enforcement officials. As has been done by the North Sumara Regional Police and National Narcotics Agency of North Sumatra Province where both of them work together. This study aims to determine the pattern of cooperation between the two agencies in preventing drugs abuse in North Sumatra. This type of research is a qualitative destructive research method. The author used the Partnership Theory of Louis E. Boone and David L. Kurtz to determine the collaboration carried out by fullfilling 3 elements, namely the Elements of Cooperation, the Elements of Coaching and Development, and the Elements of Strengthening and Benefiting each other. The result of this study indicate the form of cooperation between the two agencies in perventing drugs abuse following the mandate of Law no.35 of 2009 concerning Narcotics, the core of which there are 5 collaborations, namely Coordination, Investigating, Confiscating, Setting Aside, and Destroying Drug Evidence. The supporting factor in this collaboration is human resources who are able to work together so that it can save the limited agency budget. The inhibiting factor is the inadequate human resources, such as the lack of certified investigators who can address values problems in the field related to drug abuse where only 20% of all personnel od the two agencies, as well as the lack of mastery of IT equipment by personnel. In addition to human resources, the avility of supporting tools and tracking devices in uncovering drug cases is also not sufficient. So that it affects the quality and quantity of the performance of the cooperation established by the Regional Police and National Narcotics Agency in North Sumatra Province. Even so, the cooperation between the two agencies is considered effective and efficient in preventing drug abuse in North Sumatra. So to maintain the existence of the existing cooperation, legal synergy between the two is needed so that it does not become a problem of authority. So that it can carry out the maximum and measurable cooperation.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0521110032
Uncontrolled Keywords: Kerjasama, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Kepolisian Daerah, Badan Narkotika Nasional Provinsi., Cooperation. Drug Abuse Prevention, Regional Police, National Narcotics Agency.
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 30 Nov 2021 02:52
Last Modified: 25 Feb 2022 03:07
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/186838
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Moch. Wafiq Alqurni Ischaq.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (7MB)

Actions (login required)

View Item View Item