Collaborative Governance Dalam Pelaksanaan Program Inovasi Desa (Pid) Di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Tahun 2018

Adinata, Jefri Nizar (2020) Collaborative Governance Dalam Pelaksanaan Program Inovasi Desa (Pid) Di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Tahun 2018. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

PID is a national program from the Ministry of Villages of PDTT which aims to stimulate villages in developing village development plans through the use of Village Funds (DD) to be more innovative and of quality. This study aims to determine the collaboration of actors in the implementation of the Village Innovation Program (PID) in Carangwulung Village, Wonosalam District, Jombang Regency in 2018. Researchers used Ansell and Gash Collaborative Governance theory which researchers used to analyze program implementation. There are 4 indicators in the theory of collaborative governance, namely initial conditions, facilitative leadership, institutional design, and collaborative processes. This type of research used in this research is descriptive qualitative research. Sources of data obtained are the results of interviews and documentation. The results of this study indicate that 1. Initial conditions: there is a history of cooperation that can encourage and hinder program implementation, an imbalance in the power of resources owned by each actor and the participation incentives of each actor are different so that the initial goal of collaboration is not a top priority, 2. Facilitative Leadership : the village government as the leader in implementing the program does not understand facilitative leadership well, 3. Institutional Design: there are basic rules in implementing the program, the collaboration forum is inclusive and exclusive, there is no transparency that is done by the village government to other actors at the stage of realization of village innovation, there are deadlines that limit collaboration, 4. Collaborative Process: direct communication is not carried out routinely, each actor builds mutual trust in the village government to encourage the realization of village innovation and has committed to the results of mutual agreement, mutual understanding. rsama is carried out by each actor to village governments who do not understand the purpose of PID, the interim result in the collaboration of implementing PID in Carangwulung Village is in the form of village innovation technical training without a strong commitment from the village government to realize the innovations that have been initiated.

English Abstract

PID adalah program nasional dari Kementrian Desa PDTT yang bertujuan untuk menstimulan desa dalam mengembangkan perencanaan pembangunan desa melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) agar lebih inovatif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi aktor dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Tahun 2018. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance Ansell dan Gash yang digunakan peneliti untuk menganalisis pelaksanaan program. Terdapat 4 indikator dalam teori collaborative governance yaitu kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaboratif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh adalah hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Kondisi Awal: terdapat sejarah kerjasama yang dapat mendorong dan menghambat pelaksanaan program, adanya ketidakseimbangan kekuatan sumberdaya yang dimiliki oleh setiap aktor dan insentif partisipasi setiap aktor berbeda sehingga tujuan awal kolaborasi tidak menjadi prioritas utama, 2. Kepemimpinan Fasilitatif: pemerintah desa sebagai pemimpin dalam pelaksanaan program belum memahami kepemimpinan fasilitatif dengan baik, 3. Desain Kelembagaan: terdapat aturan dasar dalam pelaksanaan program, forum kolaborasi bersifat inklusif dan eksklusif, belum adanya transparansi yang dilakukan pemerintah desa kepada aktor lain pada tahap realisasi inovasi desa, terdapat tenggat waktu yang membatasi kolaborasi, 4.Proses Kolaboratif: komunikasi langsung tidak dilakukan secara rutin, setiap aktor saling membangun kepercayaan kepada pemerintah desa untuk mendorong realisai inovasi desa dan telah berkomitmen terhadap hasil kesepakatan bersama, pemahaman bersama dilakukan oleh setiap aktor kepada pemerintah desa yang kurang memahami tujuan PID, hasil sementara dalam kolaborasi pelaksanaan PID di Desa Carangwulung yaitu berupa pelatihan teknis inovasi desa tanpa adanya komitmen yang kuat dari pemerintah desa untuk merealisasikan inovasi yang telah digagas.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520110138
Uncontrolled Keywords: Actor Collaboration, Village Innovation Program (PID), Carangwulung Village, Kolaborasi Aktor, Program Inovasi Desa (PID), Desa Carangwulung
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 30 Nov 2021 02:25
Last Modified: 30 Nov 2021 02:25
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/186831
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
JEFRI NIZAR ADINATA.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item