Estimasi Nilai Ripitabilitas Dan Mppa (Most Probable Producing Ability) Produksi Susu Pagi, Sore Dan Harian Pada Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein Di Kud Argopuro Krucil Probolinggo

Setiowati, Luky Indah (2020) Estimasi Nilai Ripitabilitas Dan Mppa (Most Probable Producing Ability) Produksi Susu Pagi, Sore Dan Harian Pada Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein Di Kud Argopuro Krucil Probolinggo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) merupakan hasil persilangan antara sapi Peranakan Ongole (sapi lokal) dengan sapi perah Friesian Holstein (sapi asal Belanda). Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi susu sapi perah yaitu dengan meningkatkan mutu genetik. Proses seleksi pada sapi perah memerlukan pencatatan (recording) produksi susu yang berupa catatan pagi, siang, sore hari, catatan harian, mingguan atau bulanan. Keberhasilan seleksi sapi perah dapat dicapai apabila terdapat parameter seleksi berdasarkan kemampuan genetic individu yang diukur dengan Most Probable Producing Ability (MPPA). Parameter genetik yang diperlukan untuk mengukur MPPA adalah ripitabilitas yang merupakan bagian dari ragam fenotipe suatu sifat dalam populasi yang disebabkan oleh perbedaan antar individu yang bersifat permanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ripitabilitas dan kemampuan produksi susu sapi perah dengan menggunakan MPPA pada produksi susu pagi, sore dan harian. Catatan produksi susu pagi dan sore diperoleh dari pengukuran secara langsung dengan menggunakan gelas ukur dan catatatan dari peternak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2019 sampai dengan 25 Januari 2020 di KUD Argopuro Krucil Probolinggo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menentukan sifat produksi yang mempunyai nilai ripitabilitas tinggi sebagai parameter genetik dan nilai MPPA sebagai dasar seleksi sapi perah untuk menduga perfoman individu pada masa mendatang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 69 ekor sapi perah Peranakan Friesian Holstein, meliputi laktasi pertama 31 ekor dan laktasi kedua 38 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel dipilih berdasarkan kriteria sapi perah PFH periode laktasi 1 atau 2 yang berproduksi dan memiliki catatan produksi susu pagi dan sore. Variabel penelitian meliputi produksi susu pagi, produksi susu sore dan produksi susu harian. Parameter genetik yang diamati adalah nilai ripitabilitas. Estimasi nilai ripitabilitas produksi susu pagi, sore dan harian menggunakan metode korelasi antar kelas (interclass correlation) berdasarkan data produksi susu pada hari ke 1 dan ke 30. Estimasi nilai MPPA menggunakan analisis MPPA relative tanpa menggunakan tambahan ratarata populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan produksi susu pagi, sore dan harian masing-masing laktasi 1 adalah 8,54 liter/ekor/hari, 5,51 liter/ekor/hari dan 14,05 liter/ekor/hari. Pada laktasi 2 rataan produksi susu pagi, sore dan harian masing-masing sebesar 10,10 liter/ekor/hari, 6,91 liter/ekor/hari dan 17,01 liter/ekor/hari. Nilai ripitabilitas produksi susu pagi, sore dan harian masing-masing adalah 0,63±0,10; 0,52±0,10; 0,62±0,10. Rataan populasi pada produksi susu pagi, sore dan harian masing-masing adalah 10,09 liter/ekor/hari; 6,90 liter/ekor/hari dan 17,01 liter/ekor/hari. Hasil dugaan nilai MPPA untuk produksi susu pagi adalah -3,08 hingga +3,00 dengan produksi susu berkisar antara 6,95-13,15 liter/ekor/hari. Nilai MPPA produksi susu sore adalah -2,93 hingga +2,10 dengan kisaran produksi susu 3,88-9,07 liter/ekor/hari dan untuk produksi susu harian adalah -5,71 hingga +4,89 dengan kisaran produksi susu 11,18-22,00 liter/ekor/hari. Hasil analisis MPPA produksi susu di atas rataan populasi pada produksi susu pagi dan harian adalah 20 ekor atau 28,99% dan produksi susu sore adalah 22 ekor atau 31,88%. Hasil korelasi ranking (rank correlaion) nilai MPPA diperoleh nilai sangat tinggi yaitu pada produksi susu pagi dan sore adalah 0,95, produksi susu pagi dan harian yaitu 0,99, serta produksi susu sore dan harian adalah 0,98. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai ripitabilitas produksi susu pagi, sore dan harian termasuk dalam kategori tinggi. Ternak yang mempunyai produksi susu di atas rataan populasi pada produksi susu pagi dan harian adalah 20 ekor atau 28,99% dan produksi susu sore adalah 22 ekor atau 31,88% dari 69 ekor. Hasil korelasi ranking (rank correlation) nilai MPPA antara produksi susu pagi, sore dan harian adalah sangat tinggi. Saran dari penelitian ini adalah seleksi dapat dilakukan berdasarkan produksi susu pagi hari karena produksi susu pagi mempunyai nilai ripitabilitas tertinggi dan berkorelasi ranking yang tinggi dengan ranking MPPA produksi susu harian.

English Abstract

The aim of this study was to estimate the repeatability and MPPA (Most Probable Producing Ability) for morning, afternoon and daily milk production in Indonesia Friesian Holstein dairy cow. The research was conducted from December 22, 2019 to January 25, 2020 in KUD Argopuro subdistrict Krucil district Probolinggo, East Java Province. The method used in this research was a case study and direct observation by measuring the dairy milk production. Material used were 69 heads of Indonesian Friesian Holstein dairy cattle at first (31 heads) and second (38 heads) lactation. The result showed that mean of morning, afternoon and daily milk production of first lactation cows were 8.54, 5.51 and 14.05 litre/head/day. Mean of morning, afternoon and daily milk production of second lactation cows were 10,10, 6.91 and 17.01 litre/head/day, respectively. Repeatability was estimated vi using interclass correlation method. The results showed that the estimates of repeatability were 0.63±0,10, 0.52±0.10 and 0.62±0.10 for the morning, afternoon, and daily milk production. These values were catagorised as high. MPPA values ranged from –3.08 to +3.00, -2.93 to +2.10 and -5.71 to +4.89 for morning, afternoon and daily milk production, respectively. Rank correlation of MPPA among morning, afternoon and daily milk production were considerably high, which were 0.98 for morning with afternoon milk yield, 0.99 for morning with daily milk yield, and 0.98 for afternoon with daily milk yield. Based on the result, selection could be done based on morning milk production because the repeatability value was high and the MPPA showed high rank correlation with MPPA of daily milk production.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 052005
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 26 Nov 2021 03:26
Last Modified: 26 Nov 2021 03:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/186795
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Luky Indah Setiowati.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (26MB)

Actions (login required)

View Item View Item