"KOLABORASI ANTARAKTOR DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BROSEM (Studi: Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu)"

Yuli Kurnia Putri, Eka (2021) "KOLABORASI ANTARAKTOR DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BROSEM (Studi: Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu)". Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

"Penelitian ini fokus pada kolaborasi antaraktor dalam program pemberdayaan UMKM Brosem di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu. Aktor yang terlibat dalam proses kolaborasi adalah Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Dinas Pariwisata Kota Batu, PT. Telkom Sub Area Malang dan Petani Apel Makmur Selecta. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Brosem adalah terbatasnya modal, penguasaan ilmu pengetahuan teknologi rendah, minimnya kualitas SDM, pemasaran dan kemitraan. UMKM Brosem merupakan satu-satunya industri olahan sari apel di Kota Batu yang menjadi model percontohan pemberdayaan masyarakat bagi usaha mikro lainnya. Kategori program pemberdayaan yang dilakukan oleh UMKM Brosem adalah program pemberdayaan dalam kegiatan produksi dan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penulis menggunakan teori governance dengan menggunakan konsep Collaborative Governance milik Ansel dan Gash sebagai pisau dalam menganalisa. Terdapat empat indikator dalam konsep Collaborative Governance yakni kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor terbukti berhasil untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di UMKM Brosem. Selain berhasil untuk menyelesaikan permasalahan di UMKM Brosem, dengan adanya kolaborasi tersebut bisa untuk melestarikan aset Kota Batu dan memberdayakan masyarakat setempat sehingga lebih memiliki persebaran manfaat yang luas. Pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi antaraktor dilatarbelakangi oleh adanya keinginan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kondisi awal menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan SDA yang dimiliki oleh UMKM Brosem dan aktor yang terlibat. Adanya ketidakseimbangan sumber daya dari masing-masing aktor, memicu untuk melakukan sebuah upaya yang mendukung proses kolaborasi. Desain kelembagaan yang baik dengan adanya pertemuan secara rutin, adanya sosok pemimpin fasilitatif yang bisa menjadi mediator dalam penggerak, dan rangkain proses kolaborasi menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam sebuah kolaborasi antaraktor. Keyword: Collaborative Governance, Pemberdayaan, UMKM Brosem"

English Abstract

Eka Yuli Kurnia Putri, Government Science Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Malang, 2021. Collaboration Between Actor in the BROSEM Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) Empowerment Program (Study: Sisir Village, Batu District, Batu City) Lecturer: Ruth Agnesia Sembiring, S. Sos., M.A. This study focuses on collaboration between actors in the Brosem MSME (Micro, Small, Medium Enterprise) empowerment program in Sisir Village, Batu District, Batu City. Actors involved in the collaboration process are the Batu City Micro and Trade Cooperative Office, Batu City Tourism Office, PT. Telkom Sub Area Malang and Apple Farmer Makmur Selecta. The problems faced by Brosem SMEs are limited capital, low mastery of science and technology, lack of quality human resources, marketing and partnerships. MSME Brosem is the only apple cider processing industry in Batu City which is a model for community empowerment for other micro-enterprises. The category of empowerment programs carried out by Brosem SMEs is empowerment programs in production and cultural activities. This research uses descriptive qualitative method by conducting interviews, observation and documentation. The author uses the theory of governance by drawing on the concept of Collaborative Governance belonging to Ansel and Gash as a primary analytical tool. There are four indicators in the concept of Collaborative Governance, namely initial conditions, institutional design, facilitative leadership and collaboration processes. The results of the study show that collaboration between actors has proven successful in solving problems that exist in Brosem SMEs. In addition to being successful in solving problems in Brosem's MSMEs, this collaboration can preserve Batu City's assets and empower local communities so that they have a wider distribution of benefits. Community empowerment and collaboration between actors are motivated by the desire to improve the local community's economy. Initial conditions indicate that there is an imbalance of natural resources owned by Brosem SMEs and the actors involved. There is an imbalance of resources from each actor, triggering an effort to support the collaboration process. Good institutional design with regular meetings, the presence of a facilitative leader who can be a mediator in the drive, and a series of collaboration processes are factors that support the success of a collaboration between actors. Keywords: Collaborative Governance, Empowerment, Brosem MSME.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 320
Uncontrolled Keywords: Keyword: Collaborative Governance, Pemberdayaan, UMKM Brosem--: Collaborative Governance, Empowerment, Brosem MSME
Subjects: 300 Social sciences > 320 Political science (Politics and government)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Unnamed user with username rizky
Date Deposited: 22 Oct 2021 07:17
Last Modified: 23 Feb 2022 02:32
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/184096
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Eka Yuli Kurnia Putri.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item