Dayak Ngaju Students’ Attitudes Towards The Use of Ngaju Language in Central Kalimantan

Tesalonika, Anastasia and Isti Purwaningtyas,, M.Pd. (2020) Dayak Ngaju Students’ Attitudes Towards The Use of Ngaju Language in Central Kalimantan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat beragam bahasanya dibandingkan dengan yang negara lain. Ada sekitar 726 bahasa yang digunakan di Indonesia (Marti, 2005) dan salah satunya adalah bahasa Ngaju. Bahasa Ngaju adalah bahasa lokal yang digunakan oleh orang-orang Dayak Ngaju, sebuah sub-etnis Dayak di Kalimantan Tengah, Indonesia. Saat ini, orang Dayak Ngaju tidak hanya berbicara bahasa ibu mereka, mereka juga dapat berbicara bahasa Indonesia, bahasa Banjar (lingua franca yang digunakan oleh orang-orang yang mendiami Pulau Kalimantan), atau bahasa lainnya. Dengan demikian, penelitian ini mencoba untuk mengetahui apa sikap siswa Dayak Ngaju terhadap bahasa ibu mereka, bahasa Ngaju. Peneliti ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi sikap mereka terhadap bahasa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa teori dari cabang ilmu Sosiolinguistik, yaitu Sikap Bahasa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode langsung diterapkan dengan membagikan kuesioner dan mewawancarai responden seperti yang ditunjukkan sebelumnya oleh Fasold (1984) dan Jendra (2012). Ada total 30 mahasiswa Dayak Ngaju yang mengisi kuesioner dan 9 dari mereka diminta untuk diwawancarai untuk analisis data lebih lanjut. Hasil kuesioner dan wawancara digabungkan untuk menjawab masalah dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden umumnya memiliki sikap positif terhadap bahasa ibu mereka karena itu menunjukkan identitas budaya dan kebanggaan mereka. Sementara beberapa responden yang memiliki sikap negatif menunjukkan pandangan mereka yang tidak menguntungkan dalam situasi di mana bahasa Ngaju digunakan dalam hal penggunaan ilmiah, bisnis, dan tujuan teknologi. Mereka berpendapat bahwa bahasa tersebut memiliki kosakata yang sangat terbatas untuk digunakan dalam situasi tertentu dan tidak semua orang dapat berkomunikasi dalam bahasa Ngaju karena sedikit digunakan di luar komunitas mereka sendiri. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap responden terhadap bahasa disebabkan oleh prestise dan kekuatan bahasa serta sistem internal bahasa, seperti kosa kata, pelafalan, dan tata bahasa. Kesimpulannya, bahasa Ngaju dianggap sebagai bahasa yang penting di masyarakat Dayak Ngaju karena menunjukkan identitas budaya mereka, baik di dalam atau pun di luar komunitas mereka. Meskipun penggunanya sedikit kesulitan berkomunikasi dalam bahasa ibu mereka. Namun, mereka sadar betul bahwa bahasa ini sangat penting untuk dilestarikan agar dapat diturunkan ke generasi berikutnya.

Other obstract

spoken across the nation (Marti, 2005) and one of them is Ngaju language. Ngaju language is a local language spoken by the people of Dayak Ngaju, a Dayak’s sub-ethnic group in Central Kalimantan, Indonesia. Nowadays, Dayak Ngaju people do not only speak their mother tongue, they can also speak Indonesian, Banjarese (a lingua franca spoken by the people who inhabit Kalimantan Island), or other language(s). Thus, this present study tries to find out what attitudes the Dayak Ngaju students have towards their mother tongue, the Ngaju language. The researcher also aim to find out what factors affecting their attitudes towards the language. This study was conducted by using several theories from a branch of Sociolinguistics, which is the Language Attitude. The researcher used a qualitative approach. A direct method was applied by handing out questionnaire and interviewing the respondents as previously demonstrated by Fasold (1984) and Jendra (2012). There were total of 30 Dayak Ngaju college students who filled in the questionnaire and 9 of them were asked to be interviewed for further data analysis. The results of questionnaire and interview were combined in order to answer the problems of this study. The results revealed that the respondents generally held positive attitudes towards their mother tongue since it showed their cultural identity and pride. While some respondents who held negative attitudes showed their unfavorable view in a situation where the Ngaju language was being used in term of scientific usage, business, and technological purposes. They argued the language had very limited vocabulary to be used in given situation and not everyone was able to communicate in Ngaju since it was not widely spoken outside their own community. While the factors that affected respondents’ attitudes towards the language mainly caused by the prestige and power of the language and the language internal system, such as the vocabulary, pronunciation, and grammar. In conclusion, Ngaju language is considered to be an important language in the community since it shows cultural identity of the Dayak Ngaju people inside or outside the community even though some speakers might struggle to communicate in their mother tongue. Yet, they are very aware that the language is very important to be preserved so it can be passed down to the next generation.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520120024
Uncontrolled Keywords: Sikap Bahasa, Siswa Dayak Ngaju, Bahasa Ngaju.
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Bambang Septiawan
Date Deposited: 22 Oct 2021 15:01
Last Modified: 16 Jun 2022 02:32
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183771
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Anastasia Tesalonika 0520120024.pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2029.

Download (2MB)

Actions (login required)

View Item View Item