Triploidisasi pada Ikan Lele (Clarias gariepinus)

Oeleu, Raimundus Yuvenalis (2020) Triploidisasi pada Ikan Lele (Clarias gariepinus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan lele (Clarias gariepinus.) merupakan salah satu ikan air tawar yang memilki permintaan yang tinggi dikarenakan tingginya konsumsi masyarakat terhadap ikan lele untuk memenuhi kebetuhan gizi. Pada kegiatan budidaya ikan lele, terdapat beberapa kendala dalam kegiatan produksi yakni memilki mortalitas yang tinggi, rentan terhadap penyakit dan memiliki pertumbuhan yang lambat sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas. Demi meningkatkan produktivitas serta kualitas ikan lele maka perlu diterapkan metode dengan menggunakan prinsip-prinsip bioteknologi. Salah satu prinsip bioteknologi untuk meningkatkan produksi benih yakni triploidisasi. Triploidisasi adalah metode untuk membentuk individu dengan kromosom 3n yang dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan fisika maupun kimia untuk mencegah terjadinya badan polar II. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan review tentang triploidisasi pada ikan lele (C. gariepinus) Tujuan dari review jurnal ini adalah untuk mengetahui keberhasilan triploidisasi pada ikan lele (C. gariepinus.) dengan menggunakan kejutan suhu, listrik dan pemberian caffeine. Metode jurnal review yang digunakan yaitu dengan mencari jurnal pada web-web penyedia jurnal online sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, dimana jurnal yang digunakan adalah jurnal internasional 60% dan jurnal nasional 40%. Selain itu, jurnal yang digunakan adalah jurnal dengan minimal 60% terbitan diatas 2010. Jurnal dicari dengan menggunakan kata kunci sesuai yang dibutuhkan kemudian jurnal tersebut dilakukan ekstraksi data. Adapun hasil yang didapatkan dari review jurnal mengenai triploidisasi ikan lele (C. gariepinus) yaitu terdapat beberapa perlakuan kejut yang digunakan yakni kejutan suhu, kejutan listrik dan pemberian caffeine. Suhu yang digunakan untuk proses triploidisasi yakni 39, 40 dan 41°C masing-masing selama 1 dan 2 menit serta 20 menit (41°C). Pada perlakuan kejut listrik, voltase listrik yang digunakan yakni 9, 12 dan 21 V selam 3, 5 dan 10 menit. Sedangkan pada perlakuan pemberian caffeine, konsentrasi caffeine yang digunakan yakni 5, 10 dan 15 mM selama 20 menit. Setiap perlakuan dilakuan pada saat 3 menit setelah fertilisasi. Parameter yang diamati yang keberhasilan triploidisasi, jumlah kromosom, ukuran sel darah merah, perkembangan embrio, hatching rate (HR), abnormalitas, dan survival rate (SR). Hasil yang didapatkan yakni persentase keberhasilan triploidisasi tertinggi pada kejut suhu didapatkan pada perlakuan kejut suhu 40°C selama 2 menit sebesar 63,33%, kejut listrik pada 21 V selama 5 menit sebesar 85,53% dan pemberian caffeine pada konsentrasi 15 mM selama 20 menit sebesar 69,10%. Perhitungan kromosom ikan diploid (Clarias gariepinus) memilki jumlah kromosom 56 (2n=56) dan ikan triploid memilki jumlah kromosom 84 (3n= 84). Pada pengukuran sel darah merah, ikan lele diploid memilki ukuran eritrosit antara 9,88-10,98 μm sedangkan ikan triploid antara 11,07-14.6 μm. Pada proses embriogenesis, Telur yang diberi perlakuan triploidisasi dengan kejut suhu memilki waktu untuk menetas yang lebih cepat yaitu 20,41 jam dibandingkan dengan ikan diploid yang membutuhkan waktu 24 jam. Perlakuan triploidisasi disetiap perlakuan memilki daya tetas, survival rate (SR) dan abnormalitas yang bervariasi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520150290
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing > 639.27 Fishing for specific kinds of fishes > 639.274 92 Catfishing / Catfish fisheries
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 28 Feb 2021 04:26
Last Modified: 21 Oct 2021 03:45
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183525
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Raimundus Yuvenalis Oeleu (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (4MB)

Actions (login required)

View Item View Item