Identifikasi Sampah Laut Di Pantai Perancak Dan Pantai Pengambengan Bali Dikaitkan Dengan Pasang Surut

Octorio, - (2020) Identifikasi Sampah Laut Di Pantai Perancak Dan Pantai Pengambengan Bali Dikaitkan Dengan Pasang Surut. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan permasalahan yang sedang dihadapi pada masa sekarang ini. Sampah laut diartikan sebagai benda padat yang diproses oleh manusia secara langsung atau tidak langsung, secara sengaja atau tidak sengaja yang dibuang atau ditinggalkan di dalam lingkungan laut. Pada perairan terdapat berbagai macam ukuran sampah yang ditemukan di garis pantai dan hal tersebut dikategorikan menjadi 4 bagian yaitu mega-debris (>100 mm), macro-debris (21 - 100 mm), meso-debris (5 - 20 mm), dan micro-debris (< 5 mm). Salah satu jenis sampah yang berukuran mikro adalah mikroplastik. Penyumbang terbesar sampah plastik yang berada di perairan adalah kegiatan antropogenik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019 dengan pengambilan sampel dilakukan selama 4 kali yaitu 2 kali pada saat pasang purnama dan 2 kali pasang perbani. Jarak waktu antar pengambilan sampel kurang lebih selama 7 hari. Pengambilan sampel saat pasang purnama dilakukan pada tanggal 11 dan 26 Maret 2019, sedangkan pengambilan sampel saat pasang perbani dilakukan pada tanggal 6 dan 19 Maret 2019 pada 2 lokasi yaitu Pantai Perancak dan Pengambengan, Jembrana Bali. Metode sampling yang dilakukan adalah Purposive Sampling. Pengambilan data lapang meliputi sampel sampah yang berada pada transek (marine debris) dan juga pengambilan sampel sedimen (mikroplastik). Sebanyak 5 transek kuadran berukuran 5x5 m diletakan di setiap pantai, kemudian sampah yang berada di dalam transek dikumpulkan berdasarkan ukurannya sedangkan untuk sampah jenis mikroplastik diambil pada sedimen sedalam 2 cm untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium. Sampah laut yang ditemukan sangat bervariasi baik dari ukuran hingga jenisnya. Jenis sampah laut yang paling mendominasi adalah sampah organik dan sampah plastik di kedua perairan. Faktor yang mempengaruhi adalah kegiatan antropogenik meliputi kegiatan penangkapan ikan, pemukiman, industri, pariwisata, usaha tekstil dan pelabuhan PPN Pengambengan. Berdasarkan analisis mikroplastik didapatkan jenis mikroplastik yang ditemukan adalah fiber, fragmen dan film. Mikroplastik yang paling mendominasi adalah fiber. Faktor yang mempengaruhi melimpahnya jenis fiber ini diduga karena kegiatan pencucian pakaian, alat pancing dan pembuangan limbah plastik ke perairan. Akumulasi ukuran sampah pada Pantai Perancak dan Pengambengan memiliki perbedaan yang signifikan (p <0.05). Hubungan antara waktu pengambilan sampel terhadap akumulasi ukuran sampah adalah signifikan (p <0.05) tetapi hubungan yang didapatkan tidak terlalu kuat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520150277
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.46 Oceanography and submarine geology > 551.461 Specific oceans and seas, coastal saltwater bodies
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng sugeng
Date Deposited: 20 Feb 2021 07:14
Last Modified: 13 Apr 2023 02:02
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183402
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
Octorio (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2023.

Download (6MB)

Actions (login required)

View Item View Item