Pengaruh Umur Induk Terhadap Bobot Lahir Anak Domba Sapudi Di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep Jawa Timur

Andonohendra, Rodlian Pramono (2020) Pengaruh Umur Induk Terhadap Bobot Lahir Anak Domba Sapudi Di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai dengan November 2019 di peternakan rakyat Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep Jawa timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan bobot lahir anak domba pada umur induk yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi peternak domba Sapudi untuk meningkatkan produktivitas domba Sapudi dilihat dari bobot lahir. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 330 ekor induk domba menghasilkan anak 345 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Variabel yang digunakan yaitu umur induk domba yang baru beranak, jenis kelamin anak yang dilahirkan dan bobot lahir anak. Pengambilan data dilakukan dengan studi kasus dan mewawancara para peternak. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Koreksi, dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 kelompok umur induk domba di Pulau Sapudi yang masih digunakan sebagai indukan, yaitu PI 2 (1-1,5 tahun), PI 4 (1,5-2,5 tahun), dan PI 6 (2,5-3,5 tahun), dan PI 8 (3,5-4 tahun). Hasil rata-rata bobot lahir terkoreksi tipe kelahiran anak domba yaitu pada PI 2 memiliki rataan 2,27±0,40 kg; PI 4 memiliki rataan 2,61±0,33 kg; PI 6 memiliki rataan 2,65±0,29 kg; PI 8 memiliki rataan 2,64±0,32 kg. Hasil rata-rata bobot lahir terkoreksi jenis kelamin anak domba pada PI 2 memiliki rataan 2,57±0,45kg; PI 4 memiliki rataan 2,94±0,37 kg; PI 6 memiliki rataan 2,91±0,32 kg; PI 8 memiliki rataan 2,88±0,35 kg. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya umur induk domba Sapudi tidak akan meningkatkan bobot lahir anak domba. Perlu adanya seleksi indukan dengan melihat postur tubuh, mothering ability, body condition score domba Sapudi dengan kemungkinan ternak yang dihasilkan memiliki bobot lahir yang tinggi.

English Abstract

The aim of the research was to know the effect of ewe age on birth weight, in Sapudi Island sub-district Sumenep regency East Java. The ewes used in study were 330 ewe and 345 lambs birth. The research variables observed were the age of the ewe, the sex of lamb born and the birth weight the lamb, there were 4 age groups of ewe in Sapudi Island subdistrict which were still used. Those group were PI 1 (1-1.5 years), PI 2 (1.5-2.5 years), PI 3 (2 ,5-3.5 years), and PI 4 (3.5-4 years). The method used in this research was a case study. Data was collected purposively, observation and interview with farmers, the data obtained were analyzed using Correction and Completely Randomized Design. The results of the Completely Randomized Design calculation, that increasing the age of the parent will not increase the birth weight of Sapudi lambs. The conclusion from this study that increasing the age of the ewe will not increase the birth weight of lamb on Sapudi Island. Ewe selection was needed with the possibility that the livestock produced have a high birth weight.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050212
Uncontrolled Keywords: Lambs, Birth Weight, Analysis, Average, Ewe.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.3 Sheep and goats
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 15 Feb 2021 10:49
Last Modified: 06 Jan 2022 07:21
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183187
[thumbnail of DALAM MASA EMBARGO] Text (DALAM MASA EMBARGO)
0520050212-Rodlian Pramono Andonohendra (2).pdf
Restricted to Registered users only until 31 December 2022.

Download (1MB)

Actions (login required)

View Item View Item