Proporsi Jenis Kelamin Hasil Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Sexing Sapi Limousin

Rohmah, Alviani Nur (2020) Proporsi Jenis Kelamin Hasil Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Sexing Sapi Limousin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) merupakan teknologi yang sangat populer di Indonesia yang telah banyak digunakan oleh para peternak untuk meningkatkan mutu genetik dan menghasilkan anak dalam jumlah banyak dengan kualitas yang baik. Teknologi ini akan lebih bernilai jika menggunakan semen sexing dikarenakan dapat menghasilkan anak sesuai dengan yang diharapkan atau dibutuhkan. Sementara dalam usaha sapi potong akan lebih membutuhkan ternak jantan sehingga sexing yang digunakan adalah spermatozoa Y. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui proporsi pedet jantan yang dilahirkan dan untuk mengatahui ketepatan jenis kelamin pedet yang dilahirkan hasil IB menggunakan semen beku sexing double dosis berkromosom Y pada sapi Persilangan Ongole dengan proporsi spermatozoa Y pada straw. Penelitian dilakukan di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban dan di Laboratorium Reproduksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya pada bulan April - Desember 2019. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 24 ekor pedet hasil IB menggunakan semen beku non sexing double dosis sebanyak 8 ekor dan IB menggunakan semen beku sexing double dosis sebanyak 16 ekor. Deposisi Inseminasi Buatan berada pada posisi 4+ atau deep insemination. Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen sexing beku berkromosom Y yang diperoleh dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang. Metode yang digunakan adalah observasi lapang dengan menghitung presentase jenis kelamin pedet yang lahir dan di laboratorium untuk mengamati kualitas dan proporsi spermatozoa yang dianggap sebagai data primer. Sedangkan data sekunder diperoleh dari wawancara dengan peternak yaitu tanggal lahir pedet dan inventarisasi data hasil IB dari penelitian sebelumnya. Selanjutnya data dianalisis meggunakan analisis statistik yaitu uji Chi-square dengan microsoft excel dan dianalisis secara deskriptif yang kemudian dibandingkan dengan parameter ketepatan jenis kelamin yang ada pada penelitian sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semen beku non sexing memiliki persentase proporsi spermatozoa X adalah 51,60% dan spermatozoa Y 48,40%, sedangkan pada semen beku sexing memiliki persentase peroporsi spermatozoa X dan Y masing-masing adalah 38,85% dan 61,15%. Jenis kelamin pedet jantan dan betina yang dilahirkan menggunakan semen beku non sexing masing-masing memiliki persentase sebanyak 62,50% dan 37,50%, sedangkan pada semen beku sexing didapat persentase jenis kelamin pedet jantan dan betina adalah 43,75% dan 56,25%. Kesimpulan penelitian ini adalah proporsi jenis kelamin pedet jantan hasil IB menggunakan semen beku sexing berkromosom Y memiliki persentase lebih rendah dari pada IB menggunakan semen beku non sexing. Saran untuk penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian dengan pengaplikasian pada ternak yang lebih banyak sehingga proporsi lebih tepat dan dilakukan perbaikan metode sexing agar proporsi dan kualitas sesuai standart.

English Abstract

The technology of Artificial Insemination (AI) is a very popular in Indonesia that has been widely used by farmers to improve genetic quality and produce a large number of calf with good quality. The purpose of this study was to determine the accuracy of the sex of calves born from the results of AI using double dose sexing Y frozen semen in Ongole crossbreed cattle with the proportion of spermatozoa X and Y in straw. The study was conducted in Palang, Tuban District and in the Animal Reproduction Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya. The material used in this study was 24 calves from Artificial Insemination cows with sexing frozen semen and non sexing frozen semen from AI Center Singosari. Eight calves was born from cows insemination with non sexing frozen semen and sixteen calves was born from cows insemination with sexing frozen semen. Data analysis using chi square test and descriptive analysis. The observation variables were the proportion of calf sex, the proportion of spermatozoa X and Y and the accuracy of the calf sex proportion with the proportion of spermatozoa X and Y. The results of this study indicate that non-sexing frozen semen has a percentage of spermatozoa X is 51.60% and spermatozoa Y is 48.40%, whereas in sexing frozen semen has a percentage of perforation of spermatozoa X and Y respectively are 38.85% and 61.15%. The sex of male and female calf that was born using non-sexing frozen semen each had a percentage of 62.50% and 37.5%, while in the sexing frozen semen the percentage of male and female calf sex were 43.75% and 56.25%. The conclusion of this study is the proportion of male calf sex results from AI using sexing Y semen has a lower percentage than AI using non sexing semen. The suggestion for this research is that research needs to be done with more application to livestock and improved sexing methods and quality tests.

Other obstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520050206
Uncontrolled Keywords: Artificial Insemination (AI), Sexing, Ongole Crossbred Cows, Percoll Gradien Density Centrifugation
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.08 Specific topics in animal husbandry > 636.082 Breeding > 636.082 4 Breeding and reproduction methods > 636.082 45 Artificial insemination
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 15 Feb 2021 09:06
Last Modified: 15 Feb 2021 09:06
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/183159
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item